Tudingan Jokowi ada Agenda Besar di Balik Isu Ijazah dan Pemakzulan Gibran Bakal Picu Perpecahan?

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Rabu, 16 Juli 2025 | 15:14 WIB
Tudingan Jokowi ada Agenda Besar di Balik Isu Ijazah dan Pemakzulan Gibran Bakal Picu Perpecahan?
Presiden ke-7 Jokowi menyatakan ada agenda besar di balik isu ijazah dan pemakzulan Gibran. [Suara.com/Ronald Seger Prabowo]

Suara.com - Pernyataan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal adanya kekuatan besar di balik tuduhan ijazah palsu dan usulan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai bisa menimbulkan persoalan baru.

Tanpa bukti yang kuat, tuduhan semacam itu dianggap sebagai rumor yang berpotensi memecah keutuhan bangsa.

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, menyebut tudingan Jokowi tidak berdasar dan cenderung tendensius.

Menurutnya, ada dua pertimbangan utama yang menunjukkan tidak relevannya dugaan Jokowi soal kekuatan besar yang bermain di balik kedua isu tersebut.

Pertama, mengenai tuduhan ijazah palsu. Jamiluddin menegaskan bahwa isu ini bukanlah hal baru karena sudah muncul sejak Jokowi masih menjabat sebagai presiden.

Namun, saat itu kekuatan politik Jokowi yang masih sangat besar membuat banyak elemen masyarakat cenderung diam.

"Setelah Jokowi lengser, elemen yang mempersoalkan ijazah palsu tidak berubah. Pemainnya tetap Roy Suryo dan kawan-kawannya. Mereka ini tetap konsisten dengan keyakinannya terkait ijazah Jokowi," kata Jamiluddin dalam keterangannya kepada Suara.com, Rabu (16/7/2025).

Ia menilai tidak ada indikasi adanya penggelembungan kekuatan yang bertujuan merusak reputasi Jokowi.

Menurutnya, jika ada penambahan dukungan, hal itu terpacu oleh kegigihan kelompok tersebut, bukan karena ada kekuatan besar yang mendorong mereka dari belakang.

baca juga

"Kalau ada penambahan dukungan, itu semata karena melihat kegigihan Roy Suryo dan kawan-kawannya dalam mempersoalkan ijazah Jokowi. Mereka ini hanya memberi dukungan, bukan kekuatan besar yang menjadikan Roy Suryo dan kawan-kawan sebagai pion untuk merusak reputasi Jokowi," tuturnya.

Pertimbangan kedua menyangkut usulan pemakzulan Gibran Rakabuming yang digagas oleh Forum Purnawirawan TNI.

Jamiluddin menilai, tuduhan bahwa forum ini digerakkan oleh kekuatan besar merupakan cerminan ketidakpahaman terhadap karakter para purnawirawan.

"Sebab, para purnawirawan yang sudah senior umumnya sudah tidak punya ambisi politik lagi. Mereka ini hanya ingin bangsa dan negara ini berjalan dalam koridor hukum," tegas Jamiluddin.

Menurutnya, Purnawirawan TNI merupakan elemen masyarakat yang memiliki integritas tinggi dan tidak mudah diperalat oleh pihak mana pun.

Sehingga, tudingan adanya kekuatan besar di balik usulan pemakzulan Gibran seolah menunjukkan bahwa Jokowi tidak paham dan justru meremehkan integritas mereka.

"Sungguh naif kalau ada tuduhan bahwa ada kekuatan besar yang dapat menyetir mereka. Ini terkesan meremehkan integritas purnawirawan TNI," kritiknya.

Sebagai seorang mantan presiden, lanjut Jamiluddin, Jokowi seharusnya menyampaikan tuduhan tersebut dengan didasari bukti yang kuat agar tidak dinilai hanya menyebarkan rumor.

“Ini tentu sangat potensial memecah keutuhan bangsa,” katanya.

Forum Purnawirawan Prajurit TNI usul Gibran diganti. (Ist)
Forum Purnawirawan Prajurit TNI usul Gibran diganti. (Ist)

Sebelumnya diberitakan, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menegaskan ada agenda besar politik dibalik isu-isu yang berkembang saat ini.

Jokowi menyebut isu-isu tersebut, ijazah palsu hingga pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Saya berperasaan memang kelihatannya ada agenda besar politik dibalik isu-isu ini, ijazah palsu, isu pemakzulan. Ini perasaan politik saya," terang saat ditemui di kediaman pribadinya, Senin (14/7/2025).

Jokowi mengaku itu adalah perasaan politiknya, mengatakan ada agenda besar politik untuk menurunkan reputasi politik. Tidak hanya itu tapi juga untuk mendowngrade.

"Ya itu buat saya biasa-biasa sajalah. Ini perasaan politik saja," ungkap dia.

Ketika ditegaskan apakah itu termasuk pemakzulan Wapres Gibran, Jokowi menyatakan termasuk.

"Termasuk itu. Iya, jadi ijazah palsu, pemakzulan mas wapres. Saya kira ada agenda besar politik dan biasa sajalah," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Disebut Panik, Dino Patti Djalal: Balas Roy Suryo dengan Senyum, Bukan Bui!

Jokowi Disebut Panik, Dino Patti Djalal: Balas Roy Suryo dengan Senyum, Bukan Bui!

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 14:24 WIB

Jokowi Dituding Sebar Rumor, Pengamat: Pemain Ijazah Itu-itu Saja, Jangan Remehkan Purnawirawan!

Jokowi Dituding Sebar Rumor, Pengamat: Pemain Ijazah Itu-itu Saja, Jangan Remehkan Purnawirawan!

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 13:58 WIB

Skenario Pemakzulan Gibran, Rocky Gerung Prediksi Pengganti Wapres: Puan Maharani?

Skenario Pemakzulan Gibran, Rocky Gerung Prediksi Pengganti Wapres: Puan Maharani?

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 13:47 WIB

Terkini

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:10 WIB

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 22:08 WIB

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:05 WIB

×