Kesepakatan Dagang RIAS Diuji: Diplomasi atau Dominasi Ekonomi?

Denada S Putri, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Sabtu, 19 Juli 2025 | 23:20 WIB
Kesepakatan Dagang RIAS Diuji: Diplomasi atau Dominasi Ekonomi?
Bendera RI-AS. [Ist]

Suara.com - Pemerintah Indonesia membantah anggapan bahwa kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat bersifat timpang dan tidak menguntungkan.

Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menepis tudingan tersebut dengan menegaskan bahwa penilaian terhadap kesetaraan perjanjian dagang tidak bisa disederhanakan hanya dari perbandingan angka tarif semata.

"Makanya cara ngitungnya enggak gitu. Produk Amerika yang masuk ke Indonesia itu apa yang nol persen? Itu saja dilihat. Karena selama ini juga banyak yang nol persen seperti kedelai, gandum, kan nol persen. Jadi dilihat dari jenis-jenis produknya," tegas Havas saat diwawancarai di Jakarta Selatan, Sabtu, 19 Juli 2025.

Menurutnya, pendekatan yang digunakan dalam mengevaluasi perjanjian perdagangan harus didasarkan pada detil produk, bukan hitung-hitungan umum.

Ia bahkan mengklaim bahwa tarif AS terhadap produk Indonesia termasuk yang paling rendah di antara negara ASEAN lainnya.

"Jadi harus dilihat dari jenis produknya. Jadi nggak bisa hitam putih seperti itu. Assessment-nya itu harus detail. Karena kita bicara mengenai balance sheet. Mengenai angka perdagangan dengan produk yang seperti apa," lanjutnya.

Havas menilai bahwa banyak dari produk Amerika yang masuk ke Indonesia tidak bersinggungan langsung dengan komoditas ekspor unggulan RI.

“Ya ikan asin Amerika enggak produksi kan? Kita kan justru ekspor ikan ke sana. Jadi you have to look at the products. Untuk mengatakan ini fair atau enggak fair,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Bisa dikatakan tidak fair kalau misalnya, kita mengekspor kedelai ke Amerika Serikat kena 19 persen. Dan Amerika mengekspor kedelai ke Indonesia kena nol persen. Nah itu baru enggak fair.”

baca juga

Namun, pandangan itu tak diamini oleh kalangan akademisi.

Guru Besar Ekonomi Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, justru menilai bahwa kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS tahun 2025 secara jelas menunjukkan ketimpangan struktural.

"Mengapa Indonesia tidak menawarkan skema zero–zero—yaitu sama-sama menghapus tarif—dalam kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat? Pertanyaan ini sangat relevan diajukan dan membuka ruang kritik terhadap strategi diplomasi ekonomi pemerintah," kata Syafruddin saat dihubungi Suara.com, Rabu, 16 Juli 2025.

Menurutnya, prinsip “zero-zero” menjadi standar kesetaraan dalam praktik perdagangan global. Ketidakhadiran prinsip ini dalam kesepakatan Indonesia–AS, lanjutnya, menunjukkan lemahnya posisi tawar pemerintah Indonesia dalam proses negosiasi.

"Ketidakhadiran prinsip ini dalam kesepakatan Indonesia–AS tahun 2025 menandakan bahwa posisi Indonesia dalam perundingan tidak cukup kuat atau tidak digunakan secara maksimal," tegasnya.

Syafruddin menilai bahwa struktur perjanjian saat ini hanya menguntungkan Amerika Serikat. “AS mendapatkan akses penuh ke pasar Indonesia tanpa hambatan tarif sejenis. Lebih dari itu, Indonesia diwajibkan membeli energi, produk pertanian, dan pesawat dalam jumlah besar, yang secara langsung menyuburkan ekonomi AS,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamenlu Yakini Produk AS Tak Akan Saingi Produk Lokal

Wamenlu Yakini Produk AS Tak Akan Saingi Produk Lokal

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 15:21 WIB

4 Link Download Logo HUT ke-80 RI 17 Agustus 2025, Resmi dari Pemerintah

4 Link Download Logo HUT ke-80 RI 17 Agustus 2025, Resmi dari Pemerintah

Lifestyle | Sabtu, 19 Juli 2025 | 14:26 WIB

Masih Ada Dua Minggu, Airlangga Disebut Upayakan Nego Kembali dengan AS

Masih Ada Dua Minggu, Airlangga Disebut Upayakan Nego Kembali dengan AS

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 14:18 WIB

Terkini

Ke Mana BBM Ilegal Sumsel Mengalir? Polisi Bongkar 96 Kasus dan Sita 1,28 Juta Liter

Ke Mana BBM Ilegal Sumsel Mengalir? Polisi Bongkar 96 Kasus dan Sita 1,28 Juta Liter

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:05 WIB

Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan

Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:00 WIB

Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya

Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:00 WIB

BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:56 WIB

Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!

Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:49 WIB

Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK

Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:47 WIB

Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF

Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:41 WIB

WNA Selandia Baru Tersangka Eksploitasi Seksual di NTB Dialihkan Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya

WNA Selandia Baru Tersangka Eksploitasi Seksual di NTB Dialihkan Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:40 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Water Based Terbaik sesuai Review dan Harga

5 Rekomendasi Sunscreen Water Based Terbaik sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:40 WIB

Teka-teki Reshuffle Kabinet, AHY Akui Demokrat Belum 'Disenggol' Prabowo

Teka-teki Reshuffle Kabinet, AHY Akui Demokrat Belum 'Disenggol' Prabowo

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:38 WIB

×