9 Pernyataan BEM KM UGM yang Mundur dari Aliansi BEM SI Imbas Kehadiran Pejabat dan Polisi

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 21 Juli 2025 | 11:04 WIB
9 Pernyataan BEM KM UGM yang Mundur dari Aliansi BEM SI Imbas Kehadiran Pejabat dan Polisi
Universitas Gadjah Mada (UGM). ANTARA.

Suara.com - BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan resmi keluar dari Aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI) Kerakyatan. Keputusan ini diambil setelah pelaksanaan musyawarah nasional (Munas) BEM SI ke-XVIII di Padang, Sumatera Barat, yang berlangsung pada 13–19 Juli 2025.

Alasan utama BEM KM UGM keluar dari aliansi tersebut adalah kehadiran pejabat, politikus, hingga pejabat kepolisian di Munas. Melalui akun resmi @bemkm_ugm pada Minggu, 20 Juli 2025, BEM KM UGM merilis sembilan poin yang menjadi penyebab keputusan drastis ini.

Dalam pernyataan tertulis dari Ketua BEM KM UGM, Tiyo Ardianto, pihaknya menegaskan prinsip 'BEM KM UGM NOT FOR SALE', menekankan bahwa institusi mereka tidak dapat 'dibeli' atau 'diperjualbelikan' oleh pihak manapun.

Independensi Gerakan Tercoreng oleh Simbol Kekuasaan dan Kericuhan 

Dari sembilan poin yang dirilis, BEM KM UGM secara spesifik mempersoalkan kehadiran figur-figur yang merupakan simbol kekuasaan di Munas. "Kehadiran orang-orang yang merupakan simbol kekuasaan, seperti Ketua Umum Partai Perindo, Menteri Pemuda dan Olahraga, Wakil Gubernur Sumatra Barat dan Kapolda, serta Kepala BIN Daerah Sumatra Barat—bagi kami menciderai independensi gerakan," tegas Tiyo.

Ia juga menambahkan kekecewaannya melihat para pejabat tersebut pamer kebersamaan dengan mahasiswa di media sosial. BEM KM UGM mempertanyakan apakah kehadiran mereka murni undangan atau ada "tiket masuk" yang didapatkan.

Lebih lanjut, BEM KM UGM juga mengakui adanya kericuhan yang terjadi pada fajar hari Jumat, 18 Juli 2025, yang menyebabkan beberapa mahasiswa terluka. Tiyo menyebutkan bahwa dua mahasiswa mengalami cedera fisik, dengan satu orang patah tulang serta satu lainnya mengalami lebam di wajah dan bibir berdarah. "Yang lain, trauma secara psikis karena ketegangan dan ancaman yang ada. Kami prihatin dan menyesalkan kejadian itu. Bagi kami, tidak ada jabatan yang berharga untuk direbut sampai harus ribut. Kesatuan kita adalah aset berharga bagi gerakan rakyat sipil," jelasnya, menyayangkan kekerasan yang terjadi di dalam forum mahasiswa.

Sembilan Poin Pernyataan Resmi BEM KM UGM 

Berikut adalah pernyataan lengkap yang dirilis oleh BEM KM UGM:

  1. Sejak awal, BEM KM UGM tidak memiliki ambisi atas segala kontestasi untuk menjadi sesuatu apapun dalam struktur Kepengurusan BEM SI. Cukuplah bagi BEM KM UGM berperan menjadi bagian yang meletakkan pondasi pada masa awal kelahiran BEM SI tahun 2027 dan selanjutnya membersamai.
  2. BEM KM UGM hadir, melalui Tiyo Ardianto selaku Ketua, Sheron Adam Funay selaku Wakil Ketua Bindang Analisis Bidang, dan Fedora Rifqi Ramadhan selaku Koordinator Bidang Pergerakan untuk membersamai forum yang kami memandangnya sebagai ruang strategis untuk merumuskan arah gerak perjuangan mahasiswa untuk rakyat.
  3. Yang terjadi justru paradoks: forum tersebut menjadi ruang konfliktual nir-substantif sekaligus tempat penguasa memoles muka. Sesama mahasiswa bisa baku hantam dan saling mengumpat, bukan karena keperpihakan atau ideologi yang berbeda. Tapi karena ada sesuatu yang diperebutkan: entah apa.
  4. Kehadiran orang-orang yang merupakan simbol kekuasaan, seperti Ketua Umum Partai Perindo, Menteri Pemuda dan Olahraga, Wakil Gubernur Sumatra Barat dan Kapolda, serta Kepala BIN Daerah Sumatra Barat—bagi kami menciderai independensi gerakan. Apalagi dengan merdeka mereka pamerkan kebersamaannya bersama mahasiswa pada media sosialnya. Mungkinkah mereka masuk ke forum murni diundang, atau karena ada tiket masuk yang telah mereka dapatkan?
  5. BEM sebagai lembaga pergerakan, bagi kami, mesti memberi batas yang tegas dan harus berjarak dengan penguasa. Tapi, BEM SI tidak memberikan teladan yang membanggakan.
  6. Kami melihat dengan jelas: sebuah karangan bunga yang datang pagi hari, disembunyikan, lalu dimunculkan kembali ketika momen pembukaan (saat para elit politik dan aparat itu datang). Sebuah karangan bunga dari Kepala BIN Daerah Sumatra Barat. Sebenarnya, kemesraan apa yang terjadi antara BEM SI dan BNI sehingga hadir karangan bunga?
  7. Ya, ada kekacauan yang berlangsung fajar hari pada Jumat, 18 Juli 2025. Dua mahasiswa terluka, satu patah tulangnya, satu lebam muka dan berdarah bibirnya. Yang lain, trauma secara psikis karena ketegangan dan ancaman yang ada. Kami prihatin dan menyesalkan kejadian itu. Bagi kami, tidak ada jabatan yang berharga untuk direbut sampai harus ribut. Kesatuan kita adalah aset berharga bagi gerakan rakyat sipil.
  8. Keterangan yang bisa kami sampaikan sangat terbatas. Seperti fenomena gunung es, apabila kami buka semua, bukan mustahil BEM kampus lain akan menarik diri semua. Tapi, cukuplah keterangan ini menjadi penjelasan atas sikap yang kami ambil untuk menjadi penjelasan atas sikap yang kami ambil untuk menjaga kemurnian gerakan.
  9. BEM KM UGM memegang teguh nilai dan marwah gerakan. Kami memilih jalan sunyi tapi bercahaya: setia bersama Rakyat Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curiga Eks Rektor UGM Cabut Ucapan soal Jokowi karena Diintimidasi, Roy Suryo dkk Ditantang Ini

Curiga Eks Rektor UGM Cabut Ucapan soal Jokowi karena Diintimidasi, Roy Suryo dkk Ditantang Ini

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 14:14 WIB

Sebut Jokowi Tak Pernah Lulus Sarjana, Mantan Rektor UGM: Tidak Pernah Diuji

Sebut Jokowi Tak Pernah Lulus Sarjana, Mantan Rektor UGM: Tidak Pernah Diuji

Video | Sabtu, 19 Juli 2025 | 14:00 WIB

Prof Leonard Henuk Bongkar Kejanggalan Ijazah Jokowi, Seret UGM: Rektor Takut Temui Penggugat?

Prof Leonard Henuk Bongkar Kejanggalan Ijazah Jokowi, Seret UGM: Rektor Takut Temui Penggugat?

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 09:40 WIB

Profesor Yusuf Henuk: Pencabutan Pernyataan Sofyan Effendi Justru Perkuat Keraguan Ijazah Jokowi

Profesor Yusuf Henuk: Pencabutan Pernyataan Sofyan Effendi Justru Perkuat Keraguan Ijazah Jokowi

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 08:39 WIB

Soal Ijazah Joko Widodo, KAGAMA Dukung Penuh Sikap Rektorat UGM

Soal Ijazah Joko Widodo, KAGAMA Dukung Penuh Sikap Rektorat UGM

News | Jum'at, 18 Juli 2025 | 19:04 WIB

Mantan Rektor UGM Tarik Pernyataan soal Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Harus Kita Lindungi

Mantan Rektor UGM Tarik Pernyataan soal Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Harus Kita Lindungi

News | Jum'at, 18 Juli 2025 | 15:34 WIB

Terkini

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 25 April 2026 | 12:03 WIB

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:53 WIB

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:43 WIB

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:33 WIB

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:18 WIB

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:04 WIB

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:00 WIB

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:45 WIB

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:39 WIB

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:37 WIB