Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 2026 Dikecam! Legislator PDIP Imbau Rakyat Tak Dibebani

Galih Prasetyo

Senin, 21 Juli 2025 | 21:30 WIB
Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 2026 Dikecam! Legislator PDIP Imbau Rakyat Tak Dibebani
Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 2026 Dikecam! Legislator PDIP Minta Rakyat Tak Dibebani [Dok Tim Kenneth]

Suara.com - Rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan pada tahun 2026 mulai menuai protes keras dari berbagai kalangan, termasuk dari Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth.

Politikus yang akrab disapa Bang Kent itu meminta pemerintah untuk mengaji ulang kebijakan tersebut agar tidak membebani masyarakat, khususnya warga dengan penghasilan rendah.

“Kami paham BPJS butuh dana untuk pembiayaan, tapi jangan sampai rakyat kecil jadi korban. Kalau iuran naik, maka kualitas layanan juga harus ditingkatkan. Jangan hanya menaikkan iuran tapi masyarakat tetap harus antre panjang dan mendapat pelayanan seadanya,” tegas Kenneth.

Ia menyoroti potensi penurunan peserta aktif jika kenaikan iuran tidak disertai skema subsidi atau kompensasi yang memadai.

Ilustrasi kartu BPJS Kesehatan. (Ist)
Ilustrasi kartu BPJS Kesehatan. (Ist)

“Kelas pekerja informal dan keluarga pas-pasan pasti terdampak langsung. Bisa saja mereka berhenti sebagai peserta karena tidak mampu bayar,” ujar Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

Kenneth mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk bersikap aktif dan menyuarakan kepentingan warga ibu kota dalam pembahasan kebijakan nasional ini.

Jakarta, kata dia, memiliki jumlah peserta JKN yang besar, termasuk yang ditanggung dalam skema Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Pemprov DKI harus berani mengusulkan skema yang adil. Jangan sampai warga yang sudah disiplin membayar malah makin terbebani. Kalau layanan tidak membaik, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan pada sistem JKN,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kent mendesak BPJS Kesehatan untuk lebih transparan soal kondisi keuangan dan penggunaan dana iuran peserta.

baca juga

Ia juga meminta agar DPRD DKI mengadakan forum dengar pendapat dengan BPJS Kesehatan, Kemenkes, dan pemangku kepentingan lainnya sebelum keputusan diambil.

“Jangan sampai publik mengira kenaikan iuran terjadi karena tata kelola buruk. Harus ada penjelasan terbuka. Kita ingin kebijakan ini berpihak pada rakyat kecil, bukan sekadar hitung-hitungan anggaran negara,” tambahnya.

Bang Kent juga mengingatkan agar pemerintah dan BPJS Kesehatan segera melakukan sosialisasi luas ke masyarakat, khususnya di wilayah padat penduduk dan kelompok berpenghasilan rendah.

Ia khawatir kurangnya informasi akan menimbulkan kebingungan dan potensi tunggakan iuran.

“Masyarakat harus tahu alasan kenaikan, manfaat yang diharapkan, dan apa dampaknya. Sosialisasi bisa lewat RT/RW, kelurahan, media sosial, hingga rumah ibadah,” jelasnya.

Selain sosialisasi soal kenaikan iuran, Kent juga menyoroti masih banyak masyarakat yang tidak paham layanan apa saja yang dijamin dan tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan.

“Banyak warga kecewa karena pengobatan atau prosedur tertentu tidak ditanggung, padahal mereka tidak tahu dari awal. Sosialisasi soal layanan dan hak peserta harus diperkuat, agar tidak terjadi salah paham,” ujarnya.

Ilustrasi BPJS Kesehatan. [ChatrGPT]
Ilustrasi BPJS Kesehatan. [ChatrGPT]

Kent menekankan bahwa kenaikan iuran BPJS tidak boleh hanya menjadi kebijakan fiskal semata, melainkan harus mencerminkan keberpihakan negara terhadap hak dasar warga.

“Masyarakat tidak menolak membayar lebih, asal dibarengi dengan layanan yang lebih baik, sistem yang adil, dan perlindungan nyata untuk rakyat kecil. Ini sejalan dengan amanat UUD 1945 Pasal 28H ayat 1 tentang hak atas pelayanan kesehatan yang layak,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fraksi Gerindra di DPRD DKI Minta Pramono Luncurkan Kartu Janda Jakarta, Apa Pentingnya?

Fraksi Gerindra di DPRD DKI Minta Pramono Luncurkan Kartu Janda Jakarta, Apa Pentingnya?

News | Senin, 21 Juli 2025 | 19:17 WIB

NasDem Minta Wapres Gibran Segera Pindah ke IKN, PDIP Ingatkan soal Anggaran dan Aturan Main

NasDem Minta Wapres Gibran Segera Pindah ke IKN, PDIP Ingatkan soal Anggaran dan Aturan Main

News | Senin, 21 Juli 2025 | 17:20 WIB

Tak Ada saat Jokowi Ramal PSI Akan Jadi Partai Besar di Kongres, Ini Jawaban Kompak Elite PDIP

Tak Ada saat Jokowi Ramal PSI Akan Jadi Partai Besar di Kongres, Ini Jawaban Kompak Elite PDIP

News | Senin, 21 Juli 2025 | 16:06 WIB

Prabowo: PDIP-Gerindra Adik Kakak! Kalau Saya Dipotong, Keluar Marhaen Juga

Prabowo: PDIP-Gerindra Adik Kakak! Kalau Saya Dipotong, Keluar Marhaen Juga

News | Senin, 21 Juli 2025 | 15:48 WIB

PSI Klaim Super Terbuka, PDIP Nyeletuk: Kalau Jokowi Masuk Jadi 'Partai Domestik' Dong?

PSI Klaim Super Terbuka, PDIP Nyeletuk: Kalau Jokowi Masuk Jadi 'Partai Domestik' Dong?

News | Senin, 21 Juli 2025 | 15:23 WIB

Terkini

Perhatian Lebih untuk Kesehatan Nasabah, BRI Private Hadirkan Medical Check Up Premium

Perhatian Lebih untuk Kesehatan Nasabah, BRI Private Hadirkan Medical Check Up Premium

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 16:43 WIB

Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026

Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026

Kalbar | Rabu, 23 September 2026 | 16:43 WIB

BRI Gelar InFrame 2026, Ajak Masyarakat Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan

BRI Gelar InFrame 2026, Ajak Masyarakat Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan

Batam | Rabu, 23 September 2026 | 16:41 WIB

BRI InFrame 2026 Resmi Dimulai, Angkat Potret Ekonomi Kerakyatan Indonesia

BRI InFrame 2026 Resmi Dimulai, Angkat Potret Ekonomi Kerakyatan Indonesia

Bali | Rabu, 23 September 2026 | 16:39 WIB

BRI Private Berikan Akses Premium Medical Check Up untuk Nasabah

BRI Private Berikan Akses Premium Medical Check Up untuk Nasabah

Jogja | Rabu, 23 September 2026 | 16:39 WIB

Perkuat Nilai Merek Global, Dunlop Resmi Gandeng Ajang Motor Sport Goodwood Revival

Perkuat Nilai Merek Global, Dunlop Resmi Gandeng Ajang Motor Sport Goodwood Revival

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 16:35 WIB

3 Day Cream SymWhite 377 untuk Pudarkan Flek Hitam dan Cerahkan Kulit Kusam

3 Day Cream SymWhite 377 untuk Pudarkan Flek Hitam dan Cerahkan Kulit Kusam

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 16:35 WIB

Kompolnas Dalami Kematian Eks Istri Polisi dengan Luka Tembak di Medan, Apa Hasilnya?

Kompolnas Dalami Kematian Eks Istri Polisi dengan Luka Tembak di Medan, Apa Hasilnya?

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 16:32 WIB

Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Sediakan Layanan Premium Medical Check Up

Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Sediakan Layanan Premium Medical Check Up

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 16:30 WIB

TECNO Megapad SE 2 Resmi di Indonesia: Layar 9,7 Inci, AI Tutor, dan Harga Rp3 Jutaan

TECNO Megapad SE 2 Resmi di Indonesia: Layar 9,7 Inci, AI Tutor, dan Harga Rp3 Jutaan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 16:30 WIB

×