Profil Prof Koentjoro: Dulu Lantang di Petisi Bulaksumur, Kini Minta Sudahi Polemik Ijazah Jokowi

Wakos Reza Gautama

Selasa, 22 Juli 2025 | 15:17 WIB
Profil Prof Koentjoro: Dulu Lantang di Petisi Bulaksumur, Kini Minta Sudahi Polemik Ijazah Jokowi
Profil Guru Besar UGM Prof Koentjoro. [ugm]

Tak berhenti di situ, ia juga memperkaya ilmunya dengan mengikuti kursus singkat tentang Drug Surveillance di Victoria University.

Diangkat menjadi Guru Besar pada tahun 2005, Prof. Koentjoro menyampaikan pidato pengukuhan yang visioner tentang pentingnya perubahan paradigma dalam psikologi sosial di Indonesia.

Keahliannya tidak terbatas pada satu bidang. Minat risetnya sangat luas dan menyentuh sisi-sisi "gelap" namun krusial dalam masyarakat.

Mulai dari pengembangan komunitas, dampak pembangunan, kebencanaan, hingga anak jalanan, narkoba, dan prostitusi menjadi ladang penelitiannya.

Ia juga mendalami bidang yang jarang disentuh seperti psikologi forensik—yang menjembatani ilmu kejiwaan dengan hukum—serta psikologi seni dan kebudayaan.

Sebagai seorang pendidik, Prof. Koentjoro adalah sosok sentral di Fakultas Psikologi UGM. Ia mengampu mata kuliah-mata kuliah kunci yang membentuk cara berpikir mahasiswa dari jenjang Sarjana (S1) hingga Doktoral (S3).

Beberapa di antaranya adalah Metode Penelitian Kualitatif, Psikologi Pemberdayaan Masyarakat, Psikologi Kebencanaan, hingga mata kuliah spesialis di tingkat magister seperti Psikologi Perdamaian, Psikologi Hukum Forensik, dan Psikologi Seni.

Petisi Bulaksumur

Profesor Koentjoro memimpin sivitas akademika UGM melayangkan tamparan keras kepada alumnus terbaiknya, Presiden Joko Widodo.

baca juga

Melalui "Petisi Bulaksumur" yang dibacakan dengan nada bergetar, UGM secara terbuka menuding pemerintahan Jokowi telah melakukan serangkaian penyimpangan yang merusak demokrasi.

Ini bukan sekadar kritik biasa. Ini adalah sebuah gugatan moral dari almamater yang merasa nilai-nilai yang mereka ajarkan telah dikhianati.

Momen dramatis ini diawali dengan sebuah pengakuan getir dari sang profesor. Ia mengungkapkan sebuah kebanggaan yang kini berubah menjadi kekecewaan mendalam.

“Saya bangga UGM (Universitas Gadjah Mada) mampu menguasai negeri ini, karena hampir semua calonnya (capres dan cawapres) dari UGM. Hingga ada sebuah peristiwa yang membuat semuanya berbalik arah sehingga kami hari ini harus menyampaikan petisi ini sebagai peringatan,” pekik Koentjoro di depan massa pada Rabu, 31 Januari 2024.

Frasa "berbalik arah" menjadi kata kunci yang menyiratkan adanya pengkhianatan terhadap cita-cita luhur yang seharusnya diemban seorang alumni UGM yang menjadi pemimpin negara.

Petisi tersebut tanpa tedeng aling-aling merinci "dosa-dosa" pemerintahan yang dianggap sebagai biang keladi kemunduran demokrasi. Tiga poin utama yang menjadi sorotan adalah:

  • Pelanggaran Etik di Mahkamah Konstitusi: Merujuk pada skandal putusan yang meloloskan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.
  • Keterlibatan Aparat Penegak Hukum: Adanya indikasi mobilisasi aparat dalam proses demokrasi yang seharusnya netral.
  • Pernyataan Kontroversial Presiden: Ucapan Jokowi yang menyebut presiden dan menteri boleh berkampanye dan memihak dalam pemilu.

“Itu merupakan wujud penyimpangan dan ketidakpedulian demokrasi,” tegas Koentjoro, Profesor Psikologi UGM tersebut.

Lebih dari sekadar kritik, petisi ini adalah sebuah peringatan keras. Para guru besar, dosen, dan mahasiswa mengingatkan Jokowi sebagai alumni untuk kembali berpegang pada jati diri UGM yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan berjuang memperkuat demokrasi, bukan justru melemahkannya.

Tuntutan mereka pun jelas dan mengarah langsung ke jantung kekuasaan.

"Sivitas akademika UGM meminta dan menuntut Jokowi, aparat penegak hukum, semua pejabat negara, dan aktor politik yang berada di belakang presiden untuk segera kembali pada koridor demokrasi," demikian bunyi salah satu tuntutan dalam petisi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Roy Suryo Kantongi 10 Ijazah Pembanding, Kasus Ijazah Jokowi Makin Panas

Roy Suryo Kantongi 10 Ijazah Pembanding, Kasus Ijazah Jokowi Makin Panas

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 15:14 WIB

Roy Suryo vs Dian Sandi: Siapa Sebenarnya yang Patut Disalahkan?

Roy Suryo vs Dian Sandi: Siapa Sebenarnya yang Patut Disalahkan?

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 15:01 WIB

Farhat Abbas Semprot Roy Suryo Cs Soal Ijazah Palsu Jokowi: Kicauan Bebek-Bebek Desa!

Farhat Abbas Semprot Roy Suryo Cs Soal Ijazah Palsu Jokowi: Kicauan Bebek-Bebek Desa!

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 14:52 WIB

Tantang Balik Roy Suryo, Ade Armando: Anda Lihat dari Mana Ijazah Jokowi Palsu?

Tantang Balik Roy Suryo, Ade Armando: Anda Lihat dari Mana Ijazah Jokowi Palsu?

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 14:52 WIB

Disindir Pura-pura Sakit Tapi Bisa ke Kongres PSI, Pengacara Jokowi Tawarkan Polisi Datang ke Solo?

Disindir Pura-pura Sakit Tapi Bisa ke Kongres PSI, Pengacara Jokowi Tawarkan Polisi Datang ke Solo?

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 14:35 WIB

Terkini

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

News | Minggu, 01 November 2026 | 07:37 WIB

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:30 WIB

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 07:07 WIB

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

×