Indonesia Waspada Beras Oplosan! Ini yang Perlu Masyarakat Tahu

Muhammad Yunus

Rabu, 23 Juli 2025 | 14:22 WIB
Indonesia Waspada Beras Oplosan! Ini yang Perlu Masyarakat Tahu
Timbunan beras yang disimpan di gudang milik PT Indo Beras Unggul, di kawasan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat digerebek polisi pada Kamis (20/7) malam. Beras-beras ini diduga sebagai beras oplosan. [Suara.com/Antara]

Sebagai lumbung padi nasional, Jawa Barat menjadi sorotan. Pemkab Garut proaktif melakukan pengecekan di pasar tradisional hingga supermarket.

Sementara itu, langkah lebih konkret diambil di Bandung Raya, di mana Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melakukan penarikan 13 merek beras yang diduga oplosan untuk diuji lebih lanjut di laboratorium.

Ini adalah bukti nyata bahwa pengawasan tidak hanya berhenti di level wacana.

Bali & Sumatera Selatan:

Tim Satgas Pangan di Bali dan Sumatera Selatan juga gencar melakukan sidak ke penggilingan padi dan pasar. Di kedua provinsi ini, sejauh ini belum ditemukan praktik pengoplosan beras.

Meskipun hasilnya nihil, Direktur Reserse Kriminal Polda Bali Kombes Pol. Teguh Widodo menegaskan bahwa ini adalah awal dari pengawasan rutin dan berkelanjutan.

Para pelaku usaha yang nekat bermain curang diancam dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

DI Yogyakarta

Sempat muncul dugaan beras oplosan di Gunungkidul, namun setelah ditelusuri oleh Disperindag DIY, isu tersebut ternyata bukan praktik oplosan, melainkan selisih berat timbangan yang masih dalam batas wajar.

baca juga

Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati, menjelaskan, "Yang disebut oplosan itu kan beras premium dicampur beras SPHP, dan secara kasat mata kalau kemasan dibuka pasti kelihatan. Kalau beras premium, butiran-butiran berasnya kan utuh."

Kenali Modusnya: Oplosan Hingga Pengurangan Timbangan

Dari berbagai temuan dan pernyataan pejabat, kita bisa mengidentifikasi beberapa modus kecurangan yang perlu diwaspadai.

1.Pengoplosan Kualitas

Ini adalah modus utama, di mana beras kualitas premium yang harganya lebih mahal dicampur dengan beras kualitas medium atau bahkan beras bantuan pemerintah (SPHP) yang butirannya cenderung lebih banyak yang patah.

Campuran ini kemudian dikemas dengan label premium dan dijual dengan harga tinggi.

2.Pengurangan Timbangan

Seperti kasus di Garut dan DIY, beberapa oknum mengurangi berat bersih beras dari yang tertera di kemasan. Misalnya, kemasan 5 kg ternyata isinya hanya 4,8 kg.

Meski terlihat sepele, jika terjadi secara masif, kerugian konsumen menjadi sangat besar.

3.Pemalsuan Merek

Praktik ini melibatkan penggunaan karung atau kemasan merek terkenal untuk mengemas beras berkualitas rendah.

Jadilah Konsumen Cerdas

Perang melawan mafia pangan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat. Peran kita sebagai konsumen, terutama generasi muda yang melek informasi, sangatlah vital.

Dengan menjadi konsumen yang cerdas dan kritis, kita bisa mempersempit ruang gerak para pelaku curang.

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:

-Beli di Tempat Terpercaya: Pilihlah toko, warung, atau supermarket yang sudah memiliki reputasi baik.

-Periksa Fisik Beras: Jika memungkinkan, perhatikan tampilan fisik beras. Beras premium umumnya memiliki butiran yang lebih utuh (tingkat butir patah rendah), warna lebih bening, dan bersih.

-Jangan Tergiur Harga Murah yang Tak Wajar: Jika ada beras berlabel premium dijual dengan harga jauh di bawah pasaran, patut dicurigai.

-Laporkan Jika Menemukan Kejanggalan: Manfaatkan kekuatan media sosial secara positif atau laporkan langsung ke dinas terkait dan pihak berwajib.

Upaya pemerintah memberantas peredaran beras oplosan adalah langkah penting untuk menjamin hak konsumen dan menjaga stabilitas pangan.

Namun, kewaspadaan dan partisipasi aktif dari masyarakat adalah kunci keberhasilan utamanya.

Bagaimana pendapatmu tentang langkah tegas pemerintah ini? Apakah kamu pernah punya pengalaman dengan produk pangan yang tidak sesuai?

Bagikan pandangan dan ceritamu di kolom komentar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari 8 Beras Premium, Cuma 1 yang Layak Sesuai Standar, Ini Kata Disdagperin

Dari 8 Beras Premium, Cuma 1 yang Layak Sesuai Standar, Ini Kata Disdagperin

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 13:34 WIB

Dapat Instruksi Langsung dari Prabowo, Kapolri Kerahkan Tim Buru Mafia Beras Oplosan

Dapat Instruksi Langsung dari Prabowo, Kapolri Kerahkan Tim Buru Mafia Beras Oplosan

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 13:25 WIB

Kulit Kusam Auto Cerah, 5 Produk Skincare Finally Found You Berbahan Beras

Kulit Kusam Auto Cerah, 5 Produk Skincare Finally Found You Berbahan Beras

Your Say | Rabu, 23 Juli 2025 | 11:22 WIB

Terkini

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

×