Grand Design Politik Jokowi 'Ambyar', Ray Rangkuti: Salah Hitung Terbesar Sang Presiden

Budi Arista Romadhoni

Kamis, 24 Juli 2025 | 08:31 WIB
Grand Design Politik Jokowi 'Ambyar', Ray Rangkuti: Salah Hitung Terbesar Sang Presiden
Joko Widodo, Presiden Indonesia ke-7, mengatakan PSI akan menjadi besar karena bukan partai keluarga. PSI kini dipimpin anak Jokowi, Kaesang Pangarep. [Antara/Maulana Surya]

Suara.com - Panggung politik nasional mulai menata babak baru seiring mendekatnya akhir era kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Namun, alih-alih sebuah transisi mulus, yang terlihat justru kepingan-kepingan strategi yang berantakan. 

Pengamat politik kawakan, Ray Rangkuti, dalam analisisnya di Podcast Forum Keadilan TV, melontarkan pandangan tajam: ‘grand design’ politik keluarga Jokowi kini telah "ambyar" atau hancur berkeping-keping.

Menurutnya, kesalahan kalkulasi terbesar Jokowi adalah menganggap semua variabel politik bisa tetap dalam genggamannya setelah tak lagi berkuasa. 

Skenario yang dibayangkan kini berhadapan dengan realitas pahit, mulai dari relawan yang berbelok arah, partai politik yang menjadi sekadar "pelabuhan sementara", hingga sinyal Prabowo Subianto yang akan menempuh jalannya sendiri.

Pelabuhan Sementara Bernama PSI: Perahu Politik yang Goyah?

Pengamat politik Ray Rangkuti di Podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]
Pengamat politik Ray Rangkuti di Podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]

Upaya Jokowi untuk tetap relevan dalam percaturan politik harian dinilai tak terhindarkan. Kepentingan anak dan menantunya yang telah terjun ke gelanggang kekuasaan menjadi pendorong utama. 

"Jokowi diperkirakan akan tetap terlibat dalam politik harian pasca tidak menjabat presiden karena adanya kepentingan keluarga (anak dan menantu) dalam politik," jelas Ray Rangkuti.

Di tengah situasi ini, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep, muncul sebagai episentrum perhatian. Namun, Ray melihatnya bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebuah solusi pragmatis. 

"Jokowi terlihat sedang mencari partai yang tepat, yang bisa memberinya posisi strategis. PSI menjadi fokus sementara karena belum ada partai besar yang mau mengakomodasi dengan mekanisme instan," katanya.

baca juga

Kondisi ini diperparah oleh sinyal ambigu dari Jokowi sendiri. "Pernyataan Jokowi akan all out membantu PSI namun PSI harus mencari pendanaan sendiri dianggap membingungkan," imbuh Ray. 

Hal ini seolah menempatkan PSI dalam posisi dilematis: menjadi kendaraan politik keluarga istana, namun harus berjuang dengan sumber daya yang terbatas. Keraguan pun mencuat tajam. 

"Meragukan kemampuan PSI untuk lolos ambang batas parlemen, mengingat jumlah anggota yang terdaftar (berdasarkan klaim pemilih saat pemilihan ketua umum) relatif kecil dibandingkan target suara yang dibutuhkan," ujarnya.

Kalkulasi 'Untung-Rugi' dan Pamor yang Memudar

Presiden ke-7 Jokowi saat selesai dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya di Mapolresta Solo, Rabu (23/7/2025). [Suara.com/Ari Welianto]
Presiden ke-7 Jokowi saat selesai dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya di Mapolresta Solo, Rabu (23/7/2025). [Suara.com/Ari Welianto]

Salah satu analisis paling menusuk dari Ray Rangkuti adalah tentang model relasi politik yang dibangun Jokowi. Menurutnya, Jokowi tidak membangun "persaudaraan" politik yang kokoh, melainkan "pertemanan" yang berbasis untung-rugi. Akibatnya, ketika tuas kekuasaan tak lagi di tangan, para "teman" ini akan mulai berhitung ulang.

Fenomena ini sudah terlihat dari basis relawan. "Relawan Jokowi banyak yang sudah beralih dukungan ke Prabowo, dan bahkan ada yang meminta Jokowi tidak terlibat politik praktis lagi," ungkapnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gedung Putih Umumkan Data Pribadi Warga Indonesia 'Diobral' ke AS, Kenapa Pemerintah Gagap Menjawab?

Gedung Putih Umumkan Data Pribadi Warga Indonesia 'Diobral' ke AS, Kenapa Pemerintah Gagap Menjawab?

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 08:28 WIB

Dokter Tifa Sentil Jokowi Soal Ijazah: Dokumen Pejabat Negara Itu Publik, Bukan Rahasia

Dokter Tifa Sentil Jokowi Soal Ijazah: Dokumen Pejabat Negara Itu Publik, Bukan Rahasia

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 07:45 WIB

Roy Suryo Ungkap DPR Punya Kekuatan Panggil Jokowi, Kasus Ijazah Palsu Makin Memanas?

Roy Suryo Ungkap DPR Punya Kekuatan Panggil Jokowi, Kasus Ijazah Palsu Makin Memanas?

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 07:37 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×