Ngeri! Said Didu Sebut BUMN Jadi Kuburan Massal Profesionalisme, Sindir Penjilat Kini Dapat Jabatan

Budi Arista Romadhoni

Jum'at, 25 Juli 2025 | 08:26 WIB
Ngeri! Said Didu Sebut BUMN Jadi Kuburan Massal Profesionalisme, Sindir Penjilat Kini Dapat Jabatan
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu di podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]

Suara.com - Kritikan pedas kembali dilayangkan terkait carut-marut penempatan pejabat di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, secara blak-blakan membongkar praktik yang dinilainya merusak, menyebut BUMN kini telah berubah menjadi 'kuburan massal' bagi kaum profesional.

Dalam diskusi panas di Podcast Forum Keadilan TV, Said Didu menyoroti fenomena penunjukan pejabat yang didasarkan pada loyalitas buta dan kepentingan politik, bukan lagi kompetensi.

Ia melontarkan sindiran tajam yang diduga menyasar kondisi terkini di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Poin paling menusuk dari analisis Said Didu adalah ketika ia mengungkap adanya praktik "penjilatan dan pembohongan" demi sebuah jabatan. Ia bahkan memberi contoh nyata yang membuat publik terhenyak.

Menurutnya, praktik ini akan "mengubur bangsa dan membuat prestasi serta keahlian menjadi tidak penting".

Said Didu tak ragu mencontohkan bagaimana individu yang pada masa lalu dikenal sebagai "pemaki-maki Prabowo" kini justru berbalik arah dan berhasil mendapatkan posisi strategis setelah melakukan "penjilatan".

Fenomena ini, baginya, adalah gambaran suram betapa integritas dan rekam jejak profesional telah dikesampingkan demi imbalan politik sesaat.

Prinsip Utama Dilanggar: 'Orang Sukses vs Tim Sukses'

Ilustrasi BUMN (Shutterstock)
Ilustrasi BUMN (Shutterstock)

Said Didu, yang pernah memimpin tim evaluasi pemilihan direksi dan komisaris BUMN, menegaskan prinsip fundamental yang seharusnya dipegang teguh. Baginya, yang pantas menduduki kursi strategis perusahaan pelat merah adalah "orang sukses, bukan tim sukses".

baca juga

"Relawan dianggap sebagai orang yang tidak punya pekerjaan," ungkapnya dengan lugas, sembari menegaskan bahwa politisi yang gagal dalam kontestasi politik pun seharusnya tidak diberi 'hadiah hiburan' berupa jabatan di BUMN.

Menurutnya, praktik semacam ini hanya akan melahirkan lingkaran pejabat yang tidak kompeten dan merugikan negara.

Dampak dari penempatan pejabat yang asal-asalan ini, menurut Said Didu, sangat fatal dan sudah terlihat.

Ia menyebutkan bahwa hal ini telah menyebabkan "BUMN bangkrut, orang-orang profesional pergi, dan BUMN menjadi 'kuburan massal profesionalisme'". Peringatan ini menjadi alarm keras tentang potensi erosi kualitas sumber daya manusia dan kerugian finansial masif yang mengancam aset-aset vital negara.

Meskipun sempat ada harapan bahwa era kepemimpinan Prabowo akan membawa angin segar, Said Didu mengaku belum melihat perubahan signifikan ke arah profesionalisme, khususnya untuk pos-pos komisaris.

Ia lantas membuat perbandingan yang menampar dengan kondisi di era Orde Baru di bawah Presiden Soeharto, di mana profesionalisme diklaim menjadi prioritas utama.

"Tidak mudah bagi seseorang untuk masuk ke BPPT dengan IPK di bawah 3.0 atau menjadi eselon 1 tanpa perjuangan berat," kenangnya, menyiratkan betapa rendahnya standar yang berlaku saat ini dibandingkan masa lalu.

Kritik keras dari Said Didu ini menjadi pengingat bagi pemerintah tentang urgensi mengembalikan marwah BUMN sebagai wadah para profesional, bukan panggung bagi para pencari rente politik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skakmat Jokowi? Said Didu Beberkan 9 Kasus yang Bikin Ayah Wapres Gibran Stres

Skakmat Jokowi? Said Didu Beberkan 9 Kasus yang Bikin Ayah Wapres Gibran Stres

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 07:37 WIB

Said Didu Peringatkan Jokowi: Jangan Jumawa, Tak Ada yang Kuat Melawan Suara Rakyat

Said Didu Peringatkan Jokowi: Jangan Jumawa, Tak Ada yang Kuat Melawan Suara Rakyat

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 21:03 WIB

Daftar 9 Kasus yang Disebut Said Didu Mengarah ke Jokowi: dari Ijazah Palsu hingga Korupsi Pertamina

Daftar 9 Kasus yang Disebut Said Didu Mengarah ke Jokowi: dari Ijazah Palsu hingga Korupsi Pertamina

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 19:55 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:56 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Sumsel | Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 21:29 WIB

×