200 Tahun Perang Jawa, Kisah Sang Pangeran yang Tak Terungkap!

Muhammad Yunus

Kamis, 24 Juli 2025 | 13:26 WIB
200 Tahun Perang Jawa, Kisah Sang Pangeran yang Tak Terungkap!
Ilustrasi: Pangeran Diponegoro berjuang memperbaiki nasib rakyat DI Yogyakarta yang kala itu hidup miskin akibat kebijakan kolonial Belanda [Suara.com]

Suara.com - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menggelar bedah buku Babad Diponegoro untuk menghidupkan kembali semangat perlawanan pahlawan bangsa tersebut sekaligus memperingati 200 tahun perang Jawa.

Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso di Jakarta, menyampaikan bahwa Babad Diponegoro tidak hanya sekadar catatan sejarah di masa lalu, tetapi sebuah karya yang mencerminkan pemikiran, pandangan dunia, dan perjuangan spiritual Pangeran Diponegoro.

"Babad Diponegoro mengisahkan asal-usul Sang Pangeran, latar belakang keluarga, serta peristiwa-peristiwa penting yang membentuk kehidupannya, termasuk ketidakpuasannya terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan keputusan untuk melancarkan perlawanan," kata Joko, Rabu 23 Juli 2025.

Ia menjelaskan, dalam rangka memperingati 200 tahun perang Jawa, Perpusnas tidak hanya menerbitkan buku Babad Diponegoro, tetapi juga menghadirkan bentuk visual dari buku sketsa perang Jawa yang memiliki judul asli Schetsen over den Oorlog van Java.

Buku tersebut memoar Kanjeng Raden Adipati Ario Joyodiningrat (1800-1864) yang ditulis dalam bahasa Melayu "pasar" dalam 114 halaman telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia modern agar lebih dapat dinikmati masyarakat.

"Sketsa perang Jawa yang kita hadirkan dalam bentuk visual hari ini bertujuan untuk membuka ruang interpretasi tentang bagaimana kita sebagai generasi penerus memahami dan menghidupkan kembali semangat perlawanan, kegigihan, dan nilai budaya yang diwariskan melalui konflik yang menjadi titik balik dalam sejarah Nusantara," ucap Joko.

Sementara itu, Sejarawan sekaligus Penulis Inggris, Peter Carey yang menyunting Babad Diponegoro dan sketsa perang Jawa mengatakan, Babad Diponegoro berisi pengetahuan yang ditulis khusus oleh Sang Pangeran untuk keturunannya yang lahir selama masa pengasingan di Manado dan Makassar.

"Semua pengetahuan yang dimiliki Diponegoro mengenai legenda, sejarah, warisan, dan spiritual dari Jawa diejawantahkan di dalam buku yang tebal ini. Dalam terbitan buku yang terdiri dari 1.400 halaman dan dalam tulisan 1.151 halaman folio, semua ditulis sendiri oleh Sang Pangeran selama sembilan bulan antara Mei 1831 sampai Februari 1832," tuturnya.

Terkait sketsa perang Jawa, ia menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan memoar memoar Kanjeng Raden Ario Joyodiningrat saat masih muda dan menjadi seorang panji.

baca juga

"Ia bergabung ikut berperang dengan Sinuwun Pangeran Diponegoro. Begitu dekat dengan Sinuwun, ia bisa melihat sorot mata Diponegoro yang sedang sakit keras akibat mesiu di medan perang. Oleh karena itu, buku ini mengandung banyak informasi personal," kata Peter.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 1993-1998 Wardiman Djojonegoro mengemukakan bahwa Perang Jawa bukan konflik perebutan tahta.

Melainkan upaya Pangeran Diponegoro untuk memperbaiki nasib rakyat DI Yogyakarta yang kala itu hidup miskin akibat kebijakan kolonial Belanda.

"Padahal dalam versi naskah asli Babad Diponegoro dan kajian akademik seperti karya Peter Carey yang berjumlah lebih dari 2.000 halaman, Pangeran Diponegoro memulai perlawanan bukan karena ambisi kekuasaan, melainkan untuk memperbaiki nasib rakyat Yogyakarta yang hidup dalam kemiskinan akibat kebijakan kolonial Belanda," ujar Wardiman.

Perpusnas bekerja sama dengan Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) menerbitkan buku berjudul "Babad Diponegoro: Sebuah Hidup yang Ditakdirkan" agar pemikiran dan perjuangan Pangeran Diponegoro dikenal luas oleh masyarakat.

Buku Babad Diponegoro disunting dan diterjemahkan oleh Peter Carey, tim Pusat Studi Kebudayaan UGM, dan tim Perpusnas.

Perpusnas juga bekerja sama dengan Penerbit Buku Kompas untuk menyunting dan menerjemahkan sketsa perang Jawa ke dalam bahasa Indonesia agar lebih bisa dinikmati oleh masyarakat.

Buku tersebut disunting oleh Peter Carey dan Filolog Aditia Gunawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ulasan Film Diponegoro 1830, Akhir Kisah Penangkapan Pangeran Diponegoro

Ulasan Film Diponegoro 1830, Akhir Kisah Penangkapan Pangeran Diponegoro

Your Say | Jum'at, 27 Desember 2024 | 19:15 WIB

Klaim Pangeran Diponegoro Berguru ke Leluhurnya, Gus Miftah Tuai Kritik Pedas

Klaim Pangeran Diponegoro Berguru ke Leluhurnya, Gus Miftah Tuai Kritik Pedas

Entertainment | Senin, 23 Desember 2024 | 11:52 WIB

Silsilah Asri Welas yang Kini Gugat Cerai Suami, Diam-Diam Masih Keturunan Pangeran Diponegoro

Silsilah Asri Welas yang Kini Gugat Cerai Suami, Diam-Diam Masih Keturunan Pangeran Diponegoro

Lifestyle | Rabu, 27 November 2024 | 14:44 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×