Pemerintah Kebut Persiapan Haji 2026, Terungkap Fakta Mengejutkan: 80 Persen Jemaah Sakit-sakitan

Jum'at, 25 Juli 2025 | 11:59 WIB
Pemerintah Kebut Persiapan Haji 2026, Terungkap Fakta Mengejutkan: 80 Persen Jemaah Sakit-sakitan
Ilustrasi--Penyelenggaraan ibadah haji. [Antara/Iggoy el Fitra/nym]

Suara.com - Pemerintah mulai tancap gas mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji untuk tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, dua tahun lebih awal. Namun, dalam rapat koordinasi perdana, terungkap sejumlah fakta mengejutkan dari evaluasi haji tahun sebelumnya, salah satunya adalah kondisi kesehatan jemaah yang sangat rentan.

Rapat yang dipimpin Kemenko PMK ini menjadi sinyal bahwa pemerintah berupaya keras memperbaiki layanan haji, di tengah berbagai tantangan kompleks di lapangan.

Catatan paling krusial datang dari Kementerian Kesehatan. Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo, membeberkan fakta yang mengkhawatirkan.

"Sekitar 80 persen jemaah (memiliki penyakit penyerta) komorbid," ungkap Liliek dalam rapat tersebut, Jumat (25/7/2025).

Kondisi ini diperparah dengan tantangan di lapangan, seperti keterbatasan izin operasional Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), adanya sweeping oleh otoritas Arab Saudi, hingga keterlambatan pelatihan petugas kesehatan akibat penambahan kuota mendadak.

Gerak Cepat Pemerintah: Tenda di Arafah Sudah Dipesan Sekarang!
Menjawab berbagai tantangan, pemerintah menunjukkan keseriusan dengan memulai persiapan jauh-jauh hari. Deputi Bidang Koordinasi Pelayanan Haji Dalam Negeri BP Haji, Puji Raharjo, menyebut persiapan bahkan sudah dimulai sejak awal Juni 2025.

"Salah satu prioritas yang disiapkan ialah percepatan pemesanan tenda di Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang ditargetkan selesai pada akhir Juli 2025," papar Puji.

Langkah-langkah krusial lain seperti penyediaan akomodasi, transportasi udara, hingga skema pelunasan biaya haji juga sudah mulai disiapkan sejak Agustus hingga September mendatang.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, menyoroti posisi Indonesia yang unik. Di satu sisi, ia mengklaim Indonesia masih menjadi negara dengan biaya haji terendah di dunia, bahkan di bawah Bangladesh.

Baca Juga: KPK Bidik Korupsi Haji Era Yaqut, Sinyal Kasus Naik ke Penyidikan Menguat

Namun di sisi lain, ada ancaman serius dari praktik monopoli layanan oleh para syarikah (penyedia jasa di Arab Saudi). Untuk itu, ia mendorong adanya kebijakan multiyears dan penguatan regulasi untuk melindungi jemaah.

Direktur Timur Tengah Kemenlu, Ahrul Tsani Fathurrahman, menegaskan bahwa isu-isu utama seperti kuota haji, layanan kesehatan, hingga Smartpass akan menjadi agenda prioritas yang diperjuangkan di level tertinggi.

"Hal-hal tersebut akan diperjuangkan melalui Dewan Kerja Sama Tingkat Tinggi (DKT) yang dipimpin langsung Presiden RI dan Raja Arab Saudi," tegasnya.

Kemenlu juga terus mengawal perlindungan jemaah, termasuk dalam urusan penyembelihan DAM yang masih sering menghadapi kendala administratif di lapangan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI