BPOM: 70 Persen Pangan Ilegal Impor di RI Berasal dari Malaysia, Banyak Masuk Jalur Tikus

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 11 Maret 2026 | 14:58 WIB
BPOM: 70 Persen Pangan Ilegal Impor di RI Berasal dari Malaysia, Banyak Masuk Jalur Tikus
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar di tengah acara workshop BPOM dengan Pharmaceutical Security Institute (PSI), Jakarta, Senin (22/9/2025). [Suara.com/Nur Saylil Inayah]
baca 10 detik
  • BPOM menemukan produk pangan ilegal impor didominasi dari Malaysia (70,4 persen) masuk melalui jalur tidak resmi jelang Ramadan dan Idul Fitri.
  • Kegiatan intensifikasi pengawasan BPOM menemukan produk ilegal terbesar di wilayah perbatasan seperti Batam dan Palembang.
  • Jenis produk tanpa izin edar terbanyak meliputi bumbu, kondimen, makanan ringan, olahan daging, serta olahan sereal.

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap sebagian besar produk pangan ilegal impor yang ditemukan dalam pengawasan jelang Ramadan dan Idul Fitri berasal dari Malaysia. Produk-produk tersebut diduga masuk ke Indonesia melalui jalur tidak resmi atau yang kerap disebut “jalur tikus”, terutama di wilayah perbatasan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan temuan tersebut berasal dari kegiatan intensifikasi pengawasan pangan yang dilakukan di berbagai wilayah Indonesia.

Ia menjelaskan, dari produk impor tanpa izin edar yang ditemukan, Malaysia menjadi negara asal terbesar dengan porsi mencapai lebih dari 70 persen.

“Ada empat negara asal produk TIE import paling besar, ialah Malaysia yaitu 70,4 persen. Kemudian yang kedua dari Singapura 11,3 persen. Kalau Singapura ada 820, sementara dari Malaysia ada 5.127 produk,” kata Taruna dalam konferensi pers virtual, Rabu (11/3/2026).

Selain itu, BPOM juga menemukan produk impor tanpa izin edar yang berasal dari negara lain seperti Tiongkok dan Thailand.

“Kemudian yang berikutnya dari Tiongkok atau dari China jumlahnya 757 atau 10,4 persen. Kemudian dari Thailand 163, jumlahnya 2,2 persen. Dan lainnya yaitu 414 yang tersebar di beberapa tempat,” ujarnya.

Taruna menyebut produk pangan tanpa izin edar tersebut banyak ditemukan di wilayah perbatasan Indonesia. Hal ini diduga berkaitan dengan jalur distribusi ilegal yang memanfaatkan akses masuk tidak resmi dari negara tetangga.

“Produk pangan tidak memiliki izin edar disebabkan oleh tingginya permintaan konsumen turut mendorong suplai produk dari jalur masuk ilegal atau jalur tikus. Kita harus sadari di negara kita, negeri kepulauan, jalur tikus sangat banyak dari luar negeri di perbatasan yang sulit diawasi sepenuhnya oleh otoritas,” kata dia.

Dalam pengawasan tersebut, BPOM juga memetakan sejumlah daerah dengan temuan produk tanpa izin edar terbesar. Di antaranya Batam, Palembang, Sanggau, Tarakan, hingga Palopo.

baca juga

“Dari lima wilayah kerja UPTD BPOM dengan temuan produk tanpa izin edar terbesar, kita temukan kalau di daerah Batam 2.653 pieces atau 9,7 persen. Kemudian daerah Palembang kita temukan 10.848 pieces atau 39 persen,” ujarnya.

Selain itu, BPOM menemukan 1.654 pieces produk tanpa izin edar di Sanggau, 1.305 pieces di Tarakan, serta 2.756 pieces di Palopo.

Taruna menegaskan temuan ini menunjukkan bahwa wilayah perbatasan menjadi salah satu titik rawan masuknya produk pangan ilegal ke Indonesia.

“Jadi penyebaran ini kita lihat produk dengan tidak memenuhi izin atau tidak ada izin edar banyak ditemukan di wilayah perbatasan seperti Batam, Sanggau, dan Tarakan,” kata Taruna.

Adapun jenis pangan tanpa izin edar yang paling banyak ditemukan antara lain bumbu dan kondimen, bahan tambahan pangan, makanan ringan, olahan daging, serta olahan sereal.

BPOM mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membeli produk pangan, terutama yang berasal dari luar negeri, dengan memastikan adanya izin edar resmi agar keamanan produk tetap terjamin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPOM Temukan 56 Ribu Produk Pangan Bermasalah Jelang Ramadan dan Idul Fitri

BPOM Temukan 56 Ribu Produk Pangan Bermasalah Jelang Ramadan dan Idul Fitri

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 13:10 WIB

BPOM Temukan Mi Kuning Berformalin di Takjil, Pedagang Jangan Gunakan Pengawet dan Pewarna Berbahaya

BPOM Temukan Mi Kuning Berformalin di Takjil, Pedagang Jangan Gunakan Pengawet dan Pewarna Berbahaya

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 16:20 WIB

Diduga Jadi Tempat Prostitusi Malam Hari, 'Jalur Tikus' Taman Kota Cawang Akhirnya Dilas Permanen!

Diduga Jadi Tempat Prostitusi Malam Hari, 'Jalur Tikus' Taman Kota Cawang Akhirnya Dilas Permanen!

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:17 WIB

Terkini

Angkat Kisah Heroik Aw Tjoei Lan, Teater Njonja Atie Soetji Sukses Curi Perhatian di Jakarta

Angkat Kisah Heroik Aw Tjoei Lan, Teater Njonja Atie Soetji Sukses Curi Perhatian di Jakarta

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 12:19 WIB

Kasus Dugaan Pemerasan dan TPPU, Jaksa Siapkan 103 Saksi Lawan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kasus Dugaan Pemerasan dan TPPU, Jaksa Siapkan 103 Saksi Lawan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Senin, 02 November 2026 | 12:17 WIB

5 Cara Teknik Baking Bedak Tabur di Bawah Mata agar Tidak Creasing, Bikin Riasan Flawless

5 Cara Teknik Baking Bedak Tabur di Bawah Mata agar Tidak Creasing, Bikin Riasan Flawless

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:17 WIB

Viral Rans Carnival Punya Raffi Ahmad Diduga Datangkan Penonton Bayaran dengan Bus

Viral Rans Carnival Punya Raffi Ahmad Diduga Datangkan Penonton Bayaran dengan Bus

News | Senin, 02 November 2026 | 12:16 WIB

Nyamuk Ternyata Punya Warna Favorit, Ini 5 Warna yang Cenderung Dihindarinya

Nyamuk Ternyata Punya Warna Favorit, Ini 5 Warna yang Cenderung Dihindarinya

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 12:16 WIB

Sariayu Tinted Moisturizer untuk Hasil Makeup Natural Glowing, Ini Review Pembeli

Sariayu Tinted Moisturizer untuk Hasil Makeup Natural Glowing, Ini Review Pembeli

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:12 WIB

Sinopsis Putri Jangan Gentayangan Lagi, Film Horor dari Kisah Nyata yang Viral di YouTube

Sinopsis Putri Jangan Gentayangan Lagi, Film Horor dari Kisah Nyata yang Viral di YouTube

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 12:05 WIB

8 Rekomendasi Bedak Padat dengan Harga Terjangkau Mulai Rp17 Ribuan

8 Rekomendasi Bedak Padat dengan Harga Terjangkau Mulai Rp17 Ribuan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:05 WIB

Pesta Pernikahan di Padang Berujung Petaka, 20 Warga Diduga Keracunan

Pesta Pernikahan di Padang Berujung Petaka, 20 Warga Diduga Keracunan

Sumbar | Senin, 02 November 2026 | 12:04 WIB

Review Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Teror Mistis di Balik Konten Viral

Review Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Teror Mistis di Balik Konten Viral

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 12:00 WIB

×