Sampai Temannya Memohon, Jokowi Tak Pernah Mau Masuk Grup WA Alumni

Bernadette Sariyem

Jum'at, 25 Juli 2025 | 18:45 WIB
Sampai Temannya Memohon, Jokowi Tak Pernah Mau Masuk Grup WA Alumni
Ilustrasi - Teman sebangkunya saat SMA mengungkap Jokowi tak pernah mau masuk grup WA Alumni SMAN 6 Solo. [Suara.com]

Suara.com - Tatkala penyelidikan kasus dugaan ijazah palsu yang semakin memanas, sebuah fakta unik dan personal tentang mantan Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi, terungkap dari salah satu saksi kunci.

Ternyata, selama ini Jokowi 'alergi' dan menolak mentah-mentah untuk dimasukkan ke dalam grup WhatsApp alumni SMAN 6 Solo.

Fakta ini dibeberkan langsung oleh Bambang Surojo (64), teman sebangku Jokowi saat di kelas 2 dan 3.

Ironisnya, pengakuan ini datang hanya sehari setelah Bambang diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus ijazah Jokowi.

“Pak Jokowi tidak pernah mau (dimasukkan di grup alumni) baik di media sosial atau grup WA,” ungkap Bambang, dikutip hari Jumat (25/7/2025).

Penolakan dari orang nomor satu di Indonesia saat itu rupanya berdampak besar.

Menurut Bambang, karena sikap Jokowi tersebut, rekan-rekan satu angkatan lulusan tahun 1980 hingga kini tidak pernah memiliki grup media sosial bersama.

"Tidak ada grup," kata dia.

Bambang menjelaskan, Jokowi lebih menyukai jalur komunikasi yang lebih personal dan langsung jika ada keperluan mendesak.

baca juga

“Jadi kalau dia ada perlu, ya lewat telepon,” kata Bambang.

Bahkan, upaya untuk membuat grup di bawah paguyuban resmi "Alumni 80" pun selalu kandas oleh jawaban diplomatis Jokowi.

“Kami kan punya namanya Alumni 80. Itu tidak pernah ada grup medsosnya. Kami pernah memohon, salah satu admin memohon, tapi dijawab nanti saja. Selalu jawabannya kalau ketemu, nanti saja,” tuturnya.

Diperiksa Polisi, Jelaskan Sejarah Sekolah

Keterangan unik dari Bambang Surojo ini menjadi sorotan karena statusnya sebagai salah satu saksi penting dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.

Pada Rabu (23/7/2025), Bambang bersama sejumlah rekan seangkatannya diperiksa penyidik Polda Metro Jaya di Mapolresta Solo.

Dalam pemeriksaannya, Bambang memberikan kesaksian krusial untuk meluruskan polemik nama sekolah yang sering diperdebatkan, yakni antara SMAN 6 dan Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP).

“Jadi pada saat itu kami mendaftar sekolah itu di SMA Negeri 5 Surakarta, itu ada 11 kelas. Kemudian ada pengembangan sekolah, dari kelas 1 Satu sampai 1 Enam itu menjadi SMA 5. Kelas 1 Tujuh sampai kelas 1 Sebelas menjadi SMA 6,” jelas Bambang.

Ia memaparkan bahwa perubahan nama dari SMPP menjadi SMAN 6 bukanlah inisiatif sekolah, melainkan kebijakan resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di era Menteri Daud Yusuf.

“Mengenai nama SMPP dan SMA 6 yang menjadi polemik selama ini... itu adalah kebijakan dari pemerintah. Dalam hal ini menterinya Pak Daud Yusuf,” katanya.

Bambang juga menambahkan detail penting lainnya, yaitu masa sekolah mereka yang berlangsung selama 3,5 tahun atau 7 semester karena adanya transisi kurikulum.

“Kami menikmati 7 semester dan kami lulus pada tahun 1980. Lebih tepat lagi di ijazah tertera tanggal 30 April 1980,” tambahnya, yang turut dikuatkan oleh rekan sekelas lainnya, Sigit Hariyanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Sebut Ada Orang Besar Back-up Isu Ijazah Palsu hingga Pemakzulan: Semua Sudah Tahu

Jokowi Sebut Ada Orang Besar Back-up Isu Ijazah Palsu hingga Pemakzulan: Semua Sudah Tahu

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 18:31 WIB

Ijazah Jokowi Disita Polisi, Roy Suryo Siapkan 10 Ijazah Asli 1985 untuk Melawan

Ijazah Jokowi Disita Polisi, Roy Suryo Siapkan 10 Ijazah Asli 1985 untuk Melawan

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 18:16 WIB

'Kami Sangat Mengenal Beliau', Kesaksian Haru Teman SMA Jokowi Usai Ijazahnya Ikut Disita Polisi

'Kami Sangat Mengenal Beliau', Kesaksian Haru Teman SMA Jokowi Usai Ijazahnya Ikut Disita Polisi

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 13:59 WIB

Dokumen Penting Jokowi Disita Penyidik, Dokter Tifa Pertanyakan Versi Ijazah Asli

Dokumen Penting Jokowi Disita Penyidik, Dokter Tifa Pertanyakan Versi Ijazah Asli

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 13:43 WIB

5 Fakta Paling Panas Kasus Ijazah Jokowi: Dari Sumpah Relawan Sampai Protes Roy Suryo Cs

5 Fakta Paling Panas Kasus Ijazah Jokowi: Dari Sumpah Relawan Sampai Protes Roy Suryo Cs

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 12:39 WIB

Said Didu Salahkan Era Jokowi-Erick Thohir Jadi Penyebab BUMN Jebol Parah: Tidak Profesional!

Said Didu Salahkan Era Jokowi-Erick Thohir Jadi Penyebab BUMN Jebol Parah: Tidak Profesional!

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 10:13 WIB

Skakmat Jokowi? Said Didu Beberkan 9 Kasus yang Bikin Ayah Wapres Gibran Stres

Skakmat Jokowi? Said Didu Beberkan 9 Kasus yang Bikin Ayah Wapres Gibran Stres

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 07:37 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×