Asal Usul Sound Horeg dan Sosok Pria Berjuluk 'Thomas Alva Edisound' di Baliknya

Eko Faizin

Sabtu, 26 Juli 2025 | 12:30 WIB
Asal Usul Sound Horeg dan Sosok Pria Berjuluk 'Thomas Alva Edisound' di Baliknya
Asal Usul Sound Horeg dan Sosok Pria Berjuluk 'Thomas Alva Edisound' di Baliknya. [Instagram]

Suara.com - Dunia hiburan, khususnya di panggung musik dangdut dan hajatan di Jawa Timur, beberapa tahun terakhir ini digemparkan oleh fenomena audio yang dikenal sebagai sound horeg.

Istilah yang secara harfiah berarti "suara yang membuat bergoyang kencang hingga tak karuan" ini merujuk pada sistem audio dengan dentuman bass super rendah yang mampu menggetarkan dada, bahkan hingga membuat bangunan di sekitarnya bergetar hebat.

Asal Usul Istilah Sound Horeg

ilustrasi sound horeg (Google AI Studio)
Ilustrasi sound horeg [Google AI Studio]

Istilah "horeg" sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti bergerak tidak beraturan, bergoyang hebat, atau bergetar kencang.

Istilah ini kemudian diadopsi oleh para penikmat musik dan sound system untuk mendeskripsikan efek yang ditimbulkan oleh dentuman bass dari sound system rakitan Edi dan rekan-rekannya.

Awalnya, sound horeg populer di acara-acara karnaval dan parade sound system di berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Jember, Malang, dan Blitar.

Dalam acara ini, para pemilik rental sound system "bertarung" adu kencang dan adu kualitas suara.

Siapakah Edi Sound?

Di balik guncangan fenomenal ini, muncul satu nama yang disebut-sebut sebagai sang penemu atau pelopornya, Edi Sound.

baca juga

Kini, nama Edi Sound kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta audio dan netizen. Bahkan dia mendapat julukan Thomas Alva Edisound Horeg.

Edi Sound, yang disebut memiliki nama asli Edi Purnomo, adalah seorang teknisi dan pengusaha sound system asal Jember, Jawa Timur.

Ia dikenal sebagai pemilik dari "Brewog Audio", salah satu rental sound system paling disegani di Jawa Timur, bahkan mungkin di Indonesia.

Julukan "penemu" sound horeg yang disematkan padanya bukanlah tanpa alasan.

Edi, melalui Brewog Audio, menjadi salah satu yang pertama kali mempopulerkan konfigurasi sound system dengan subwoofer berdaya masif yang menghasilkan frekuensi sangat rendah (sub-bass) yang menggelegar.

Tujuannya sederhana yakni menciptakan sensasi audio yang belum pernah dirasakan sebelumnya, di mana penonton tidak hanya mendengar, tetapi juga "merasakan" musik.

"kJS (Komunitas Jember Sounsystem) memang tempatnya para suhu-suhu sound horese... salah satunya ya ini... Brewog Audio," tulis pengguna YouTube.

Komentar ini mengindikasikan pengakuan komunitas terhadap peran Brewog Audio dan Edi Sound dalam memajukan kultur sound system di Jember.

Brewog Audio milik Edi Sound seringkali menjadi pusat perhatian karena mampu menghasilkan getaran bass yang paling ekstrem, membuat tenda, panggung, bahkan rambut penonton ikut bergetar.

Fenomena ini terekam dalam banyak video di YouTube dan TikTok, memperlihatkan bagaimana penonton menikmati sensasi "pijat" dari gelombang bass, sementara di sisi lain, beberapa video viral menunjukkan efek getaran yang sampai meretakkan kaca jendela rumah warga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Sound Horeg dan Pertanyaan yang Belum Usai: Pantaskah Ia Disebut Budaya?

Sound Horeg dan Pertanyaan yang Belum Usai: Pantaskah Ia Disebut Budaya?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 13:35 WIB

Buntut 3 Warga Jatim Tewas, DPR Desak Kemendagri Larang Total Sound Horeg Secara Nasional

Buntut 3 Warga Jatim Tewas, DPR Desak Kemendagri Larang Total Sound Horeg Secara Nasional

News | Jum'at, 04 September 2026 | 11:08 WIB

Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?

Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar

Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Detik-Detik Rumah Warga Jepara Rusak Usai Dilintasi Sound Horeg Saat Takbiran

Detik-Detik Rumah Warga Jepara Rusak Usai Dilintasi Sound Horeg Saat Takbiran

Entertainment | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:09 WIB

Getaran Sound Horeg dan Lautan Buruh Membelah Jantung Jakarta di May Day 2026

Getaran Sound Horeg dan Lautan Buruh Membelah Jantung Jakarta di May Day 2026

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:51 WIB

Sound Horeg: Antara Kebisingan dan Hiburan

Sound Horeg: Antara Kebisingan dan Hiburan

Your Say | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:10 WIB

HNW Kecam Keras Sahur On The Road di Jombang, Pakai Sound Horeg dan Penari Seksi?

HNW Kecam Keras Sahur On The Road di Jombang, Pakai Sound Horeg dan Penari Seksi?

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 16:23 WIB

Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?

Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 19:11 WIB

Terkini

OJK Hapus Batas Pinjaman Pindar, Masyarakat Tak Lagi Dibatasi di 3 Platform

OJK Hapus Batas Pinjaman Pindar, Masyarakat Tak Lagi Dibatasi di 3 Platform

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:46 WIB

Sektor Ekonomi Kreatif Sumbang Rp 1.500 T ke PDB, Talenta RI Digenjot Naik Kelas lewat AI

Sektor Ekonomi Kreatif Sumbang Rp 1.500 T ke PDB, Talenta RI Digenjot Naik Kelas lewat AI

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:45 WIB

Studi Ungkap Mobil Listrik Bikin Mabuk Perjalanan

Studi Ungkap Mobil Listrik Bikin Mabuk Perjalanan

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 08:45 WIB

John Herdman Sebut Lawan Terberat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Bukan Vietnam atau Malaysia

John Herdman Sebut Lawan Terberat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Bukan Vietnam atau Malaysia

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 08:41 WIB

Tolak Setor Uang, Pak Ogah di Bandar Lampung Dibacok Brutal hingga Jari Putus: 1 Pelaku Diciduk

Tolak Setor Uang, Pak Ogah di Bandar Lampung Dibacok Brutal hingga Jari Putus: 1 Pelaku Diciduk

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 08:37 WIB

Emil Audero Debut di Markas Real Madrid, John Herdman Sebut Ujiannya Sangat Berat

Emil Audero Debut di Markas Real Madrid, John Herdman Sebut Ujiannya Sangat Berat

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 08:36 WIB

Masjid Lawang Songo, Jejak Arsitektur Jawa yang Tetap Terjaga di Lirboyo

Masjid Lawang Songo, Jejak Arsitektur Jawa yang Tetap Terjaga di Lirboyo

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 08:30 WIB

Hilirisasi Nikel RI Belum Beri Dampak Besar ke Warga, UMKM dan Pekerja Lokal Masih Terpinggirkan

Hilirisasi Nikel RI Belum Beri Dampak Besar ke Warga, UMKM dan Pekerja Lokal Masih Terpinggirkan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:27 WIB

5 Warna Keramik Lantai yang Membuat Rumah Tampak Lebih Luas dan Besar

5 Warna Keramik Lantai yang Membuat Rumah Tampak Lebih Luas dan Besar

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 08:26 WIB

Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar

Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 08:26 WIB

×