Reuni Dadakan dan Pernyataan Berubah: Akademisi Sebut Jokowi Makin Panik Hadapi Polemik Ijazah

Eviera Paramita Sandi

Senin, 28 Juli 2025 | 19:43 WIB
Reuni Dadakan dan Pernyataan Berubah: Akademisi Sebut Jokowi Makin Panik Hadapi Polemik Ijazah
Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat pemeriksaan terkait dugaan ijazah palsu di Bareskrim Polri, Jakarta pada Selasa (20/5/2025). (Suara.com/Faqih)

Suara.com - Di tengah polemik ijazah yang tak kunjung usai, akademisi Rismon Hasiholan Sianipar melontarkan tudingan keras bahwa Presiden Joko Widodo kini tengah berada dalam kondisi panik.

Menurutnya, kepanikan ini termanifestasi dalam serangkaian manuver, termasuk acara reuni dadakan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 1980.

Bagi Rismon, acara kumpul-kumpul tersebut bukanlah sekadar temu kangen biasa, melainkan sebuah pertunjukan yang sarat akan kepanikan.

“Reuni? Haha itu menunjukkan kepanikan Pak Jokowi ya, karena sudah saya laporkan juga terkait penyebaran berita bohong Pak Kasmujo,” terang Rismon.

Kepanikan ini, lanjutnya, semakin terlihat dari pernyataan Jokowi yang berubah-ubah mengenai peran dosennya, Kasmujo. Rismon membeberkan bagaimana narasi Jokowi bergeser dari "dosen pembimbing skripsi" pada 2017, menjadi "dosen pembimbing akademis" pada 2025, dan terakhir berubah lagi setelah pemeriksaan di Polresta Solo.

“Sekarang berbeda lagi, bicara ke para alumni kalau Pak Kasmujo hanya dosen pembimbing saja. Sebelumnya 2017 pembimbing skripsi, 2025 dikatakan pembimbing akademis, kemarin setelah di Polresta Solo berubah lagi menjadi hanya dosen pembimbing karena pernah mengunjungi 4x pabriknya, terus dianggap dosen pembimbing saja,” urai Rismon.

Inkonsistensi inilah yang diyakini Rismon sebagai bukti bahwa kepercayaan publik terhadap sang presiden kian tergerus.

“Jadi dari situ aja dia tidak konsisten, dia butuh dukungan, kepercayaan publik kan semakin merosot kepada dia,” ujarnya.

Acara reuni itu sendiri dipandang Rismon sebagai puncak dari kegelisahan.

baca juga

Ia bahkan meragukan keaslian para peserta yang hadir berbaju biru, yang menurutnya hanya ditampilkan untuk memberi kesan bahwa angkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM berjumlah banyak.

“Kalau dia lulus, tidak mungkin dia butuh penegasan teman-temannya ramai-ramai, reuni dadakan. Kita juga nggak tahu yang berbaju biru itu apakah benar lulusan UGM,” kata Rismon.

Ia menyoroti tidak adanya sesi perkenalan resmi yang menyertakan nomor induk mahasiswa sebagai bukti keabsahan.

Bagi Rismon, semua ini bermuara pada satu hal: keengganan Jokowi untuk menunjukkan ijazah asli yang menjadi hak konstitusional rakyat untuk mengetahuinya.

Menurutnya, sang presiden lebih memilih untuk terus menghindar.

“Lagi-lagi Jokowi ini menghindar, menghindar menunjukkan ijazahnya yang pernah dipakai dia sebagai Capres 2014 dan 2019, yang harusnya itu hak konstitusional rakyat untuk mengetahui ijazahnya itu,” urainya.

Rismon menilai bahwa taktik menghindar dan membangun narasi pembelaan melalui acara seremonial adalah pola yang sudah biasa dilakukan.

“Dia (Jokowi) itu sudah terbiasa berbohong, menipu rakyat. Jadi dialog-dialog semacam itu (di acara alumni) udah terbiasa rakyat mendengarnya,” jelasnya.

Pada akhirnya, Rismon menawarkan solusi yang ia anggap lebih jantan untuk mengakhiri drama ini.

“Dari pada panik mending mengaku saja, misalnya DO atau hanya sarjana muda, gitu,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang Dekat Prabowo dan Eks Tim Mawar Ditunjuk jadi Presiden Komisaris Vale

Orang Dekat Prabowo dan Eks Tim Mawar Ditunjuk jadi Presiden Komisaris Vale

Bisnis | Senin, 28 Juli 2025 | 19:28 WIB

PKB Sodorkan Gubernur Dipilih Presiden, Demokrat: Kami Belum Pindah ke Lain Hati

PKB Sodorkan Gubernur Dipilih Presiden, Demokrat: Kami Belum Pindah ke Lain Hati

News | Senin, 28 Juli 2025 | 19:19 WIB

'Matematika Gagal' Reuni Jokowi, Dokter Tifa: Baru Masuk Kok Reuni 45 Tahun?

'Matematika Gagal' Reuni Jokowi, Dokter Tifa: Baru Masuk Kok Reuni 45 Tahun?

News | Senin, 28 Juli 2025 | 18:32 WIB

Terkini

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:58 WIB

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

News | Senin, 14 September 2026 | 20:47 WIB

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 20:46 WIB

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 20:45 WIB

Kronologi Konser Kotak Mendadak Dihentikan: Bau Menyengat di Lagu ke-10, Tantri Sampai Sesak Napas

Kronologi Konser Kotak Mendadak Dihentikan: Bau Menyengat di Lagu ke-10, Tantri Sampai Sesak Napas

News | Senin, 14 September 2026 | 20:36 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset Habiburokhman 'Ditodong' Pukat UGM: Buka Drafnya, Biar Kami Bedah!

Bahas RUU Perampasan Aset Habiburokhman 'Ditodong' Pukat UGM: Buka Drafnya, Biar Kami Bedah!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:36 WIB

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Banten | Senin, 14 September 2026 | 20:29 WIB

×