Penyerbuan Marinir AS ke Aceh, Cerita Kelam di Balik Logo Kota Saleem yang Kontroversial

Wakos Reza Gautama

Selasa, 29 Juli 2025 | 13:39 WIB
Penyerbuan Marinir AS ke Aceh, Cerita Kelam di Balik Logo Kota Saleem yang Kontroversial
Logo Kota Salem yang kini menjadi kontroversi. Tersimpan cerita kelam di balik logo yang ada orang Acehnya itu. [dok]

Logo tersebut diyakini sebagai representasi hubungan dagang dan persahabatan Aceh dengan Amerika Serikat sejak abad ke-18.

Dalam suratnya ke Gubernur Massachusetts dengan nomor 400.6.4/9190 pada Jumat (18/7/2025), Mualem mengatakan pentingnya simbol tersebut sebagai wujud persahabatan transoceanic antara Aceh dan Salem, Amerika Serikat, yang telah terjalin selama hampir dua abad.

Invasi Amerika ke Aceh

Pada 7 Februari 1831, kapal Friendship milik Silsbee, Pickman, dan Stone di bawah pimpinan nakhoda Charles Moore Endicot, tiba di Pelabuhan Kuala Batu.

Kapal Friendship lalu ditarik ke tengah laut dengan alasan jika dalam pelabuhan akan memerlukan biaya, karena harus membayar cukai, sedangkan kapal baru terisi barang dua pertiga (belum penuh).

Sementara waktu panen lada masih sekitar dua bulan lagi, sehingga kapal ditarik agak ke tengah laut. Masyarakat Kuala Batu menganggap bahwa ditariknya kapal keluar dari pelabuhan adalah untuk memudahkan melarikan barang-barang apabila ada angin.

Tak disangka, sejumlah orang penduduk Kuala Batu naik ke atas Kapal Friendship menyandera awak kapal. Aksi perompakan ini mengakibatkan empat anak buah kapal tewas dan yang lainnya melompat ke laut menyelamatkan diri.

Nakhoda Kapal Friendship, Moses Endicot, lalu meminta perlindungan sahabatnya, Po Adam. Mereka memang sudah bersahabat lama. Setiap mampir ke Aceh, Endicot selalu menemui Po Adam.

Di hari nahas itu, Endicot selamat karena tidak berada di kapal. Dia sedang di darat menemui Po Adam. Mendengar kabar perompakan, Endicot meminta pertolongan Po Adam.

baca juga

Po Adam lalu menyembunyikan Endicot dan beberapa anak buahnya di rumahnya di Pulau Kayu. Po Adam mengungsikan Endicot dan anak buahnya ke pelabuhan Meukek.

Kapal Frienship akhirnya ditarik ke Meukek oleh pedagang Amerika yang lain. Di pelabuhan Meukek, kapal Friendship diserahkan kembali pada nahkoda Mr. Endicot. Dari Meukek kapal Friendship berlayar menuju Amerika.

Setiba di Amerika, Mr. Endicot menceritakan kejadian yang dialaminya. Kejadian itu menjadi berita yang hangat di dunia pelayaran dan sampai ke telinga Presiden Amerika Serikat, Jenderal Andrew Jackson.

Marah mendengar warga negaranya dirompak, Andrew Jackson memutuskan mengirim kapal perang terbaik, Potomac, ke Aceh. Dipimpin komandan Expedisi, Jhon Dowes, kapal Potomac berangkat dari New York ke Aceh dengan membawa 260 orang marinir.

Pada waktu subuh 6 Februari 1832, sebanyak 260 orang marinir Amerika di bawah pimpinan Shubrick mendarat di Kuala Batu dan mengepung benteng-benteng yang ada di sana.

Marinir Amerika Serikat membunuh semua yang berada di dalam benteng-benteng, termasuk wanita dan anak-anak, serta merampas segala barang yang berharga. Diperkirakan 150-450 warga Aceh tewas dalam serangan brutal tersebut.

Setelah melakukan penyerangan ke Kuala Batu, marinir Amerika Serikat mengundurkan diri dengan dua orang di antara mereka tewas dan sembilan luka-luka.

Downes kemudian memerintahkan menembaki kota pelabuhan Kuala Batu dengan meriam-meriam dari kapal Potomac.

Operasi ini dikenal sebagai The First Sumatran Expedition, salah satu intervensi militer pertama Amerika Serikat di luar negeri.

Akibat serangan ini runtuhlah Kerajaan Kuala Batu. Sementara Po Adam dianggap pengkhianat oleh bangsanya sendiri.

Dia menulis surat kepada Joseph Peabody, salah satu saudagar terkaya di Salem, mengungkapkan kondisinya setelah serangan Amerika itu.

“Bantuan saya kepada kapten kapal Anda telah membuat saya dibenci oleh orang-orang saya sendiri. Rumah saya dibakar. Saya kehilangan seluruh harta benda. Kini saya hidup dalam cemooh karena telah menjadi teman Amerika,” tulis Po Adam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kota Salem di Amerika Pakai Logo Orang Aceh, Apa Hubungannya dan Di Mana Lokasinya?

Kota Salem di Amerika Pakai Logo Orang Aceh, Apa Hubungannya dan Di Mana Lokasinya?

Lifestyle | Selasa, 29 Juli 2025 | 09:49 WIB

Orang Aceh Ada di Logo Kota Salem, Gubernur Aceh Kirim Surat ke Amerika Serikat

Orang Aceh Ada di Logo Kota Salem, Gubernur Aceh Kirim Surat ke Amerika Serikat

News | Senin, 28 Juli 2025 | 16:05 WIB

CEK FAKTA: Video Warga Malaysia Dukung Aceh Merdeka, Benarkah?

CEK FAKTA: Video Warga Malaysia Dukung Aceh Merdeka, Benarkah?

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 18:50 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Abuya Darul Aman Orang Terkaya Nomor 5 Dunia?

CEK FAKTA: Benarkah Abuya Darul Aman Orang Terkaya Nomor 5 Dunia?

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 18:04 WIB

90.000 Hektar untuk Gajah Aceh: Langkah Heroik Prabowo atau Sekadar Pencitraan?

90.000 Hektar untuk Gajah Aceh: Langkah Heroik Prabowo atau Sekadar Pencitraan?

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 17:30 WIB

Terkini

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Sumbar | Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:27 WIB

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:33 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Riau | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:32 WIB

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:27 WIB

BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi

BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:23 WIB

×