Mengelola Lahan Gambut Tanpa Membakar: Cara Baru Petani Malikian Cegah Kebakaran

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 30 Juli 2025 | 09:47 WIB
Mengelola Lahan Gambut Tanpa Membakar: Cara Baru Petani Malikian Cegah Kebakaran
Petani Desa Malikian Menerapkan Pertanian Berkelanjutan di Lahan Gambut. (Dok. Meita A/YKAN)

Suara.com - Kebakaran lahan gambut masih menjadi ancaman tahunan di Kalimantan Barat, terutama saat musim kemarau.

Di balik kabut asap yang sering menyelimuti wilayah itu, ada perubahan sunyi yang sedang berlangsung, para petani di Desa Malikian, Mempawah, mulai beralih ke praktik pertanian berkelanjutan, tanpa membakar lahan.

Perubahan ini tak terjadi begitu saja. Dengan pendampingan dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), kelompok tani di desa tersebut mulai menerapkan pembukaan lahan tanpa api, memproduksi pupuk dan pestisida secara mandiri dari bahan lokal, dan membudidayakan tanaman seperti jahe, jagung, dan semangka.

Masyarakat Peduli Api Desa Malikan Berlatih Memadamkan Kebakaran Lahan. (Dok. Meita A/YKAN)
Masyarakat Peduli Api Desa Malikan Berlatih Memadamkan Kebakaran Lahan. (Dok. Meita A/YKAN)

Menurut Syahrin, salah satu petani setempat, praktik membakar lahan sudah berlangsung turun-temurun. Namun tanpa pendampingan, larangan saja tak cukup menghentikan tradisi itu.

Kini, setelah mengikuti sekolah lapangan dan pelatihan dari YKAN, para petani mulai melihat hasil nyata dari metode yang lebih ramah lingkungan.

Mereka berharap kebun-kebun yang dikelola saat ini bisa segera panen tahun depan.

Inisiatif ini juga berdampak lebih luas. Dengan tidak berpindah-pindah lahan, para petani turut mencegah perluasan kerusakan gambut yang selama ini kerap terjadi akibat praktik buka lahan baru.

Program ini selaras dengan upaya pemerintah lewat skema Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), yang ditujukan untuk menekan kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah rawan seperti Mempawah, di mana sekitar 44 persen wilayahnya adalah lahan gambut dengan kedalaman 4 hingga 10 meter.

YKAN juga membangun kanal sekat untuk membasahi kembali lahan gambut yang kering dan rentan terbakar, sekaligus membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dilatih untuk menangani kebakaran sejak dini.

baca juga

Bagi Manajer Senior Karbon Kehutanan dan Perubahan Iklim YKAN, Dr. Nisa Novita, pendekatan berbasis masyarakat adalah kunci. Restorasi dilakukan tidak hanya lewat teknologi seperti kanal blocking atau reforestasi, tapi juga lewat edukasi dan pelibatan warga.

Apalagi, kebakaran gambut bukan sekadar soal asap: ia mempercepat emisi karbon, merusak habitat satwa, dan membawa dampak kesehatan serta ekonomi yang serius.

Krisis ini bukan tanpa data. Selama Januari hingga Agustus 2024 saja, BPBD mencatat lebih dari 13 ribu hektare hutan dan lahan terbakar di Kalimantan Barat, dengan lebih dari seribu hektare di antaranya adalah lahan gambut.

Untuk menjawab tantangan tersebut secara sistematis, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama YKAN mengembangkan program Peat-CORE (Peat Conservation for Resilience).

Program ini dirancang untuk memperbaiki tata kelola, membangun kapasitas masyarakat, serta mengintegrasikan inovasi riset terkait emisi gas rumah kaca.

Kepala Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN, Asep Hidayat, menyebut bahwa data-data yang dikumpulkan di lapangan tak hanya menjadi dasar laporan ilmiah, tapi juga mendukung penguatan kebijakan dari tingkat desa hingga provinsi.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil adalah kunci untuk menyelamatkan ekosistem gambut Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikepung 20 Ribu Titik Api, WALHI Tunjuk Hidung Ratusan Korporasi: Negara Tunduk Pada Pembakar Hutan

Dikepung 20 Ribu Titik Api, WALHI Tunjuk Hidung Ratusan Korporasi: Negara Tunduk Pada Pembakar Hutan

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 17:17 WIB

Kebakaran Pasar Taman Puring: Pedagang Kena Musibah, Komplotan Maling Nyaris Menjarah

Kebakaran Pasar Taman Puring: Pedagang Kena Musibah, Komplotan Maling Nyaris Menjarah

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 16:06 WIB

Taman Puring Ludes, 5 Fakta Kebakaran yang Bikin 500 Kios Hangus

Taman Puring Ludes, 5 Fakta Kebakaran yang Bikin 500 Kios Hangus

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 15:07 WIB

Terkini

Mantan Ketua KPU Bantah Dalil Cacat Administratif dalam Pencalonan Gibran

Mantan Ketua KPU Bantah Dalil Cacat Administratif dalam Pencalonan Gibran

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Perbandingan Aries vs Leo, Siapa yang Paling Dominan Saat Menjadi Pemimpin?

Perbandingan Aries vs Leo, Siapa yang Paling Dominan Saat Menjadi Pemimpin?

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Harga HP Xiaomi Terbaru Oktober 2026 yang Dijual di Indonesia

Harga HP Xiaomi Terbaru Oktober 2026 yang Dijual di Indonesia

Tekno | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:03 WIB

Short Selling Makin Diburu, 50 Investor Sudah Buka Rekening

Short Selling Makin Diburu, 50 Investor Sudah Buka Rekening

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:03 WIB

Kepala Dispora Tangsel Mukroni Mundur, Fokus Kesehatan dan Pendidikan S3

Kepala Dispora Tangsel Mukroni Mundur, Fokus Kesehatan dan Pendidikan S3

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:00 WIB

210 Manuskrip Kuno Keraton Solo Mulai Didigitalisasi

210 Manuskrip Kuno Keraton Solo Mulai Didigitalisasi

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:47 WIB

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:33 WIB

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:31 WIB

×