Kelola Sendiri Sampah MBG, SPPG Mutiara Keraton Solo di Bogor Klaim Untung hingga 1.000 Persen

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Selasa, 16 Desember 2025 | 19:18 WIB
Kelola Sendiri Sampah MBG, SPPG Mutiara Keraton Solo di Bogor Klaim Untung hingga 1.000 Persen
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mutiara Keraton Solo di Bogor menerapkan konsep pengelolaan sampah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri berbasis pemanfaatan ulang bahan organik. (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • SPPG Mutiara Keraton Solo di Bogor mengelola sisa Program Makan Bergizi Gratis secara mandiri menuju *zero waste*.
  • Sisa makanan diolah menjadi pakan ternak dan pupuk, bahkan limbah peti kayu dimanfaatkan untuk pabrik tahu.
  • Pengelolaan limbah ini memberikan keuntungan ekonomi sirkular bagi SPPG karena mengurangi biaya pakan ternak.

Suara.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mutiara Keraton Solo di Bogor menerapkan konsep pengelolaan sampah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri berbasis pemanfaatan ulang bahan organik.

Sisa makanan MBG diolah menjadi pakan ternak hingga pupuk dengan tujuan mencapai zero waste.

Pengelola SPPG Mutiara Keraton Solo, Sujimin atau yang akrab disapa Jimmy Hantu, menyampaikan bahwa seluruh sisa MBG itu dikelola secara berulang di peternakan dan perkebunan miliknya agar tidak berakhir sebagai sampah.

“Sisa bahan dari MBG mulai dari lost-nya sampai waste-nya. Contoh misalkan kadang-kadang saya juga beli buah, buahnya kan pakai peti. Petinya kan saya punya pabrik tahu. Kayunya bisa untuk bikin tahu,” kata Jimmy ditemui di SPPG Mutiara Keraton Solo, Bogor, Selasa (16/12/2025).

Sisa potongan sayur dan limbah makanan juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang dikelola di sekitar SPPG. Apabila masih ada sisa limbah makanan yang tak habis dimakan hewan ternaknya, maka akan dikubur dan dibiarkan terurai oleh tanah.

“Satu bulan mendatang saya buka (timbunan sisa limbah makanan) banyak cacing. Cacingnya yang makan entok lagi. Bebek, entoknya banyak telurnya, saya jadikan roti, saya jadikan telur ceplok, saya kasihkan ke anak-anak. Prosesnya mutar semacam tadi. Termasuk kalkun, gitu loh,” kata dia.

Tidak hanya baik untuk pelestarian lingkungan, Jimmy mengaku kalau konsep pengelolaan limbah makanan itu telah menambah kekuatan ekonomi sirkukar bagi SPPG yang dia kelola.

Setidaknya, praktik tersebut telah membuatnya hemat secara pengeluaran.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mutiara Keraton Solo di Bogor menerapkan konsep pengelolaan sampah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri berbasis pemanfaatan ulang bahan organik. (Suara.com/Lilis)
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mutiara Keraton Solo di Bogor menerapkan konsep pengelolaan sampah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri berbasis pemanfaatan ulang bahan organik. (Suara.com/Lilis)

“Kalau keuntungannya ya kalau saya mengatakan 1000 petsen untunglah. Saya punya ikan banyak, saya nggak beli pakan kok. Saya punya kalkun banyak, saya nggak beli pakan. Saya punya entok banyak, bahkan telurnya banyak sekali, nggak beli pakan lagi, ya sangat untung,” tuturnya.

baca juga

Terkait mekanisme pemilahan limbah itu biasa dilakukan secara fleksibel, dari sekolah penerima MBG maupun di SPPG.

“Kadang-kadang sekolahan itu yang mana memilahkan. Tapi kalau toh nggak dipisahkan, bagi kami enggak masalah. Karena kami punya tim memisahkan lagi,” tuturnya.

Baginya, tak ada yang sulit dalam menerapkan praktik zero waste tersebut.

Ia sendiri telah berpengalaman jadi peternak dan berkebun di Bogor selama hampir 20 tahun.

"Karena saya dari tahun 2006 masuk Bogor itu sudah begitu. Jadi nggak ada problem gitu loh. Karena bicara organik ini kan jadi pupuk sama pakan kan pasti. Kok orang masih membuang pupuk sama pakan, ini kan berarti ada sesuatu masalah di dalam rumah tangga kita,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 50,3 Juta Penerima di Seluruh Indonesia

Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 50,3 Juta Penerima di Seluruh Indonesia

Foto | Selasa, 16 Desember 2025 | 13:06 WIB

BGN Dorong SPPG Turun Langsung ke Sekolah Beri Edukasi Gizi Program MBG

BGN Dorong SPPG Turun Langsung ke Sekolah Beri Edukasi Gizi Program MBG

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 12:04 WIB

7 Siswa Korban Insiden Mobil MBG di SDN 01 Kalibaru Kembali Sekolah, Polisi Beri Trauma Healing

7 Siswa Korban Insiden Mobil MBG di SDN 01 Kalibaru Kembali Sekolah, Polisi Beri Trauma Healing

News | Senin, 15 Desember 2025 | 15:45 WIB

Prabowo Panggil Menteri ke Hambalang, Ada Target Soal Pembangunan Hunian Korban Bencana

Prabowo Panggil Menteri ke Hambalang, Ada Target Soal Pembangunan Hunian Korban Bencana

News | Minggu, 14 Desember 2025 | 22:01 WIB

Era Baru Pengiriman MBG: Mobil Wajib di Luar Pagar, Sopir Tak Boleh Sembarangan

Era Baru Pengiriman MBG: Mobil Wajib di Luar Pagar, Sopir Tak Boleh Sembarangan

News | Minggu, 14 Desember 2025 | 10:59 WIB

Terkini

Tukin TNI Naik, Jangan Sampai Masih Ada Prajurit Langgar Hukum

Tukin TNI Naik, Jangan Sampai Masih Ada Prajurit Langgar Hukum

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Rp14,15 Triliun Uang Mengalir ke Sulsel, Daerah Mana Paling Banyak Terima?

Rp14,15 Triliun Uang Mengalir ke Sulsel, Daerah Mana Paling Banyak Terima?

Sulsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Cara Mengatasi Masalah Baterai Cepat Habis di HP Android, Mudah Dilakukan

Cara Mengatasi Masalah Baterai Cepat Habis di HP Android, Mudah Dilakukan

Tekno | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Viva Milk Cleanser Ada Berapa Macam? Cek Varian dan Fungsi Masing-Masing

Viva Milk Cleanser Ada Berapa Macam? Cek Varian dan Fungsi Masing-Masing

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Pre-Order Samsung Galaxy Fold8 Pakai Kartu Debit BRI, Dapatkan Potongan Hingga Rp4 Juta!

Pre-Order Samsung Galaxy Fold8 Pakai Kartu Debit BRI, Dapatkan Potongan Hingga Rp4 Juta!

Bri | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:32 WIB

Muktamar NU Jadi Momentum Gus Ipul dan Gus Kikin Gaungkan Gerakan "Kembali ke Muasis"

Muktamar NU Jadi Momentum Gus Ipul dan Gus Kikin Gaungkan Gerakan "Kembali ke Muasis"

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:29 WIB

Sante' Kaffe FUGO Hotel Banjarmasin Beri Diskon Spesial, Pengguna Brimo Wajib Tahu!

Sante' Kaffe FUGO Hotel Banjarmasin Beri Diskon Spesial, Pengguna Brimo Wajib Tahu!

Bri | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:29 WIB

Anwar Sadad Mangkir dari Pemeriksaan KPK Terkait Kasus Hibah Pokmas Jatim

Anwar Sadad Mangkir dari Pemeriksaan KPK Terkait Kasus Hibah Pokmas Jatim

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:29 WIB

Pemerintah Pusat Tolak Wacana Pajak Mobil Listrik DKI, Kemenperin Minta Industri Jangan Dibebani

Pemerintah Pusat Tolak Wacana Pajak Mobil Listrik DKI, Kemenperin Minta Industri Jangan Dibebani

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat, Gugat Pencekalan di Kasus Dugaan Ijazah Jokowi

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat, Gugat Pencekalan di Kasus Dugaan Ijazah Jokowi

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:27 WIB

×