Roy Suryo Blak-blakan Bongkar Alasan Hengkang dari Demokrat: Politik Kasar dan Mahal!

Budi Arista Romadhoni | Suara.com

Rabu, 30 Juli 2025 | 10:02 WIB
Roy Suryo Blak-blakan Bongkar Alasan Hengkang dari Demokrat: Politik Kasar dan Mahal!
Pakar telematika Roy Suryo di Podcas Forum Keadilan TV. [YouTube]

Suara.com - Teka-teki di balik mundurnya pakar telematika Roy Suryo dari Partai Demokrat akhirnya terungkap secara gamblang.

Bukan sekadar alasan "sekolah" yang selama ini menjadi jawaban normatifnya, Roy Suryo secara blak-blakan mengakui bahwa iklim politik yang kasar dan berbiaya tinggi menjadi pemicu utamanya untuk menepi dari partai yang membesarkan namanya.

Pengakuan mengejutkan ini disampaikannya dalam sebuah wawancara mendalam di kanal YouTube Podcast Forum Keadilan TV.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini menegaskan bahwa keputusannya untuk tidak lagi berada di dalam struktur partai didasari oleh kejenuhannya terhadap praktik politik praktis di Indonesia.

Merasa Muak dengan Politik 'No Money, No Dong'

Roy Suryo di Forum Keadilan TV. [YouTube]
Roy Suryo di Forum Keadilan TV. [YouTube]

Puncak kekecewaan Roy Suryo terhadap dunia politik terjadi pada Pemilu 2019. Saat itu, ia sudah tidak memiliki minat lagi untuk maju sebagai calon legislatif. Alasannya pun diungkap tanpa tedeng aling-aling: kondisi politik yang sudah tidak sehat.

"Politik sudah dianggap kasar dan memerlukan banyak biaya," ujar Roy Suryo, menggambarkan kerasnya realitas yang ia hadapi.

Ia bahkan melontarkan celetukan satir yang menohok tentang mahalnya ongkos politik di tanah air.

"No money no dong," ucapnya dengan nada realistis, sebuah frasa yang menyiratkan bahwa tanpa modal finansial yang kuat, perjuangan politik akan terasa mustahil. Pernyataan ini menjadi cerminan kegelisahan banyak pihak terhadap pragmatisme dan politik uang yang kian mengakar.

Keputusan final untuk mundur dari seluruh jabatan di Partai Demokrat diambilnya pada tahun 2020.

Momen ini bertepatan dengan pergantian kepemimpinan di internal partai, dari era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Meski demikian, ia menegaskan keputusannya bukan hal mendadak, melainkan akumulasi dari niat yang sudah lama terpendam.

Jejak Panjang Bersama SBY dan Janji Setia

Pakar telematika Roy Suryo. (Suara.com/Faqih)
Pakar telematika Roy Suryo. (Suara.com/Faqih)

Meski kini telah menjadi "orang luar", Roy Suryo memastikan tidak akan pernah mengkhianati partai berlambang bintang mercy tersebut. Ia mengenang jejak panjangnya bersama partai, jauh sebelum menjabat sebagai menteri.

Keterlibatannya dimulai sejak 2005, di mana ia dipercaya langsung oleh Presiden SBY untuk membantu dalam urusan teknologi, termasuk pembuatan website kepresidenan.

Perannya semakin vital saat mengawal perumusan undang-undang krusial seperti UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan UU Keterbukaan Informasi Publik. Rekam jejak ini menunjukkan kontribusi signifikannya sebagai seorang ahli, bukan sekadar politisi.

"Saya tidak akan pernah mengkhianati partai," tegasnya, menunjukkan adanya ikatan emosional yang kuat meski tak lagi terikat secara struktural.

Menemukan Objektivitas di Luar Ring Politik

Pakar telematika Roy Suryo saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (15/5/2025). ANTARA/Ilham Kausar
Pakar telematika Roy Suryo saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (15/5/2025). ANTARA/Ilham Kausar

Setelah melepaskan atribut kepartaian, Roy Suryo mengaku menemukan sebuah kemewahan baru: kebebasan dan objektivitas. Kini, ia merasa lebih leluasa dalam menganalisis berbagai fenomena politik dan hukum tanpa terbebani oleh garis komando atau kepentingan partai.

Posisi barunya sebagai pengamat independen ini ia buktikan dengan keberaniannya membahas isu-isu sensitif, salah satunya soal kontroversi ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga ia singgung dalam podcast tersebut.

Baginya, berada di luar sistem justru membuatnya bisa memberikan pandangan yang lebih jernih dan murni berdasarkan keahliannya sebagai pakar telematika.

Klarifikasi ini menepis berbagai spekulasi miring dan membuka perspektif baru bahwa mundur dari politik bisa menjadi pilihan sadar untuk sebuah idealisme yang berbeda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Roy Suryo Bongkar Sinyal 'Warna Biru' di Balik Isu Ijazah Jokowi, Sebut Ada Upaya Adu Domba

Roy Suryo Bongkar Sinyal 'Warna Biru' di Balik Isu Ijazah Jokowi, Sebut Ada Upaya Adu Domba

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 07:38 WIB

4 Jurus Damai Kaesang Sikapi Serangan ke Jokowi

4 Jurus Damai Kaesang Sikapi Serangan ke Jokowi

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 23:40 WIB

Gaya Jokowi di Reuni UGM Disorot Roy Suryo: Nggak Berani Pakai Kaos Biru, Masih Shock Jadi Pejabat

Gaya Jokowi di Reuni UGM Disorot Roy Suryo: Nggak Berani Pakai Kaos Biru, Masih Shock Jadi Pejabat

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 19:14 WIB

Terkini

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:52 WIB

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:21 WIB

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:45 WIB

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:26 WIB

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16 WIB

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:13 WIB

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB