Dikritik Dosen soal Aturan Sekolah, Dedi Mulyadi Beri Jawaban Menohok: Tapi Ibu Bukan Guru

Lintang Siltya Utami

Rabu, 30 Juli 2025 | 12:00 WIB
Dikritik Dosen soal Aturan Sekolah, Dedi Mulyadi Beri Jawaban Menohok: Tapi Ibu Bukan Guru
Potret Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. [Dok Pemkot Bogor]

Suara.com - Sejumlah kebijakan yang diberlakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk anak-anak sekolah hingga kini masih menjadi perdebatan banyak pihak.

Salah satu aturan tersebut adalah mengharuskan para murid untuk masuk sekolah pada pukul 6.30 WIB, di mana kebijakan tersebut sudah diberlakukan sejak Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS).

Tak hanya murid-murid yang duduk di jenjang SMP dan SMA, namun anak-anak yang berada di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pun juga akan memulai sekolah pada pukul 6.30 WIB.

Di sisi lain, Dedi Mulyadi juga memperbolehkan agar satuan pendidikan mengisi ruang kelas maksimal 50 siswa. Hal itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Barat Nomor 463.1/Kep.323-Disdik/2025 tentang Petunjuk Teknis Pencegahan Anak Putus Sekolah Jenjang Pendidikan Menengah di Provinsi Jawa Barat.

Namun untuk kebijakan tersebut hanya berlaku untuk jenjang SMA dan SMK. Bukan tanpa alasan, Dedi Mulyadi menilai bahwa aturan itu diterapkan untuk mengatasi keterbatasan jumlah sekolah negeri. Sedangkan, para orang tua siswa pun mayoritas tak mampu menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.

Tetapi, dua kebijakan tersebut mendapat kritik keras dari seorang dosen yang diketahui bernama Popon Sumarni. Dalam video yang beredar, ia mengeluhkan tentang jumlah siswa yang ditampung dalam satu kelas.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung aturan jam masuk sekolah yang kini menjadi lebih pagi. Ia khawatir jika para guru lebih fokus dalam mendidik para murid lebih giat, ditakutkan anak sendiri tak terurus.

"Riweh pokoknya mah, berbagai macam persoalan tuh numpuk. Ini harus ditambah 50 anak, ya gimana ngajarnya? Guru juga ada keterbatasan, apalagi tuntutan masuk jauh lebih pagi. Sekarang guru harus mendidik anak lebih giat, lebih pagi, eh anak sendiri nggak keurus," ucap Popon Sumarni.

Video tersebut lantas mendapat atensi dari Dedi Mulyadi. Mantan Bupati Purwakarta itu memberikan tanggapan lewat video singkat yang diunggah di akun TikTok miliknya @dedimulyadiofficial.

baca juga

"Buat ibu Popon Sumarni, saya mengucapkan terima kasih atas curhatnya dan saya sangat kagum terhadap ibu begitu mencintai pendidikan," kata Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menyinggung bahwa Popon Sumarni bukanlah tenaga pengajar di tingkat SMA, melainkan seorang dosen.

"Dan setelah saya menganalisis wajah ibu, ternyata seingat saya dan sepengetahuan saya, ibu adalah seorang dosen bukan seorang guru SMA," tambah Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi turut meminta agar pendapat Popon Sumarni untuk disampaikan di forum yang tepat. Saat ditelusuri, Popon Sumarni kala itu berbicara di reses Ummi Siti, anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PKS.

Lelaki yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM itu juga mengkritik agar sebaiknya Popon Sumarni berbicara sebagai pengamat atau praktisi pendidikan.

"Untuk itu, semoga ibu nanti menyampaikan forumnya, karena ibu dosen, bukan dalam forum curhat di depan anggota DPRD tetapi sebaiknya ibu menyampaikan sebagai pengamat atau praktisi pendidikan yang bisa menyampaikan dalam bentuk narasi-narasi ilmiah yang disampaikan dalam forum ilmiah, tidak dalam forum curhat, seolah-olah ibu menggambarkan diri sebagai seorang guru SMA, padahal ibu adalah seorang dosen," beber Dedi Mulyadi.

Meski begitu, Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada Popon Sumarni dan menganggap kritik tersebut sebagai pengingat.

"Terima kasih ya bu, sudah mengingatkan saya. Mudah-mudahan pendidikan Jawa Barat ke depan jauh lebih baik," imbuhnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rocky Gerung bukan Oposan Sejati, Kritik Jokowi hanya Tendensi Personal

Rocky Gerung bukan Oposan Sejati, Kritik Jokowi hanya Tendensi Personal

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 07:54 WIB

Terungkap! Jarak dari Rumah Jadi Alasan Utama 140 Guru Sekolah Rakyat Angkat Tangan

Terungkap! Jarak dari Rumah Jadi Alasan Utama 140 Guru Sekolah Rakyat Angkat Tangan

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 23:12 WIB

Penyebab Rachel Amanda Gagal S2 di Belanda, Bukan Karena Tes Jelek

Penyebab Rachel Amanda Gagal S2 di Belanda, Bukan Karena Tes Jelek

Entertainment | Rabu, 30 Juli 2025 | 07:00 WIB

Terkini

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:18 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:10 WIB

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:02 WIB

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:57 WIB

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:43 WIB

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:38 WIB

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:24 WIB

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:17 WIB

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:01 WIB

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:50 WIB