Syahganda Sebut Pemerintahan Prabowo Terancam 'Kotoran Jokowi' dan Benalu: Butuh Evolusi Dipercepat!

Budi Arista Romadhoni

Sabtu, 02 Agustus 2025 | 09:18 WIB
Syahganda Sebut Pemerintahan Prabowo Terancam 'Kotoran Jokowi' dan Benalu: Butuh Evolusi Dipercepat!
Hubungan Prabowo Subianto dan Jokowi. (Instagram/prabowo)

Suara.com - Arah pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto mulai dihadapkan pada tantangan tajam bahkan sebelum resmi dilantik.

Analis politik dan aktivis Syahganda Nainggolan secara blak-blakan memperingatkan bahwa fondasi kekuasaan Prabowo terancam oleh warisan masalah yang ia sebut sebagai "kotoran Jokowi" dan "benalu" yang berpotensi menggerogoti efektivitas pemerintahannya.

Peringatan keras ini disampaikan Syahganda dalam sebuah diskusi di Podcast Forum Keadilan TV. Menurutnya, Prabowo mewarisi sebuah struktur yang tidak sepenuhnya bersih dan solid, sehingga membutuhkan langkah pembenahan yang radikal namun terukur.

"Saat ini [pemerintahan Prabowo] seperti tercampur 'kotoran Jokowi' dan benalu-benalu yang perlu dibersihkan," ujar Syahganda.

Istilah "kotoran" dan "benalu" ini merujuk pada elemen-elemen dari pemerintahan sebelumnya yang dianggap tidak produktif, termasuk individu-individu di pos-pos strategis yang dinilai tidak berkualitas dan hanya menjadi beban bagi agenda besar Prabowo untuk Indonesia.

Basis Ideologis Keropos, Konsolidasi Jadi Kunci

Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, dalam perbincangannya di podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]
Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, dalam perbincangannya di podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]

Salah satu analisis paling tajam dari Syahganda adalah kondisi internal Prabowo yang ia sebut "agak keropos di dalam negeri". Kerapuhan ini, menurutnya, bersumber dari absennya dukungan solid dari dua kutub ideologis terbesar di Indonesia.

Pertama, kekuatan nasionalis yang hingga kini masih kuat direpresentasikan oleh PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri. Kedua, kekuatan politik Islam yang pada Pilpres 2024 lalu cenderung berkumpul di gerbong Anies Baswedan.

Tanpa merangkul kedua kekuatan ini, posisi Prabowo dinilai rentan, baik di dalam negeri maupun di panggung internasional.

baca juga

"Prabowo perlu mengkonsolidasikan kekuatan nasional dan ideologis untuk memperkuat posisinya, terutama di kancah internasional," tegas Syahganda.

Upaya konsolidasi ini, menurutnya, sudah mulai dijalankan. Manuver politik yang dilakukan oleh orang-orang kepercayaan Prabowo seperti Sufmi Dasco Ahmad untuk mendekati berbagai pihak, termasuk Megawati dan kelompok Islam, dilihat sebagai langkah krusial untuk memperkokoh fondasi pemerintahan mendatang.

'Evolusi Dipercepat' Bukan Revolusi: Solusi Membersihkan Internal

Presiden Prabowo Subianto. [Dok. Antara]
Presiden Prabowo Subianto. [Dok. Antara]

Untuk membersihkan "benalu" dan sisa "kotoran" tersebut, Syahganda tidak menyarankan sebuah revolusi yang berisiko menciptakan instabilitas. Sebaliknya, ia mendorong sebuah konsep yang disebut "evolusi dipercepat".

Artinya, Prabowo harus berani melakukan pembenahan internal secara cepat dan progresif. Ini mencakup evaluasi total terhadap kinerja kementerian dan lembaga, serta mengganti pejabat yang tidak kompeten dengan figur-figur yang lebih berkualitas dan sejalan dengan visi-misi Prabowo.

Langkah ini juga sejalan dengan gagasan "radical break" atau putus hubungan radikal yang pernah dilontarkan oleh pengamat politik Rocky Gerung.

Prabowo didorong untuk menunjukkan independensinya dan tidak tersandera oleh komitmen atau bayang-bayang rezim Joko Widodo. Meskipun loyalitas politik penting, Syahganda meyakini loyalitas utama Prabowo adalah pada cita-cita bangsa.

Di tengah upaya Prabowo melakukan konsolidasi kekuasaan, Syahganda juga memberikan catatan penting mengenai peran masyarakat sipil.

Ia menegaskan bahwa fungsi pengawasan atau check and balances dari publik dan kelompok kritis tidak boleh dilemahkan. Justru, peran ini harus semakin diperkuat untuk memastikan pemerintahan berjalan akuntabel dan tidak menyalahgunakan kekuasaan yang besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terbongkar! Sosok Dasco Disebut Otak di Balik Skenario Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong

Terbongkar! Sosok Dasco Disebut Otak di Balik Skenario Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong

News | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 08:37 WIB

Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Perintahkan Antisipasi Total Karhutla di Puncak Kemarau

Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Perintahkan Antisipasi Total Karhutla di Puncak Kemarau

News | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 07:42 WIB

Tom Lembong dan Hasto Bakal Hirup Udara Bebas Lewat Hadiah Keppres dari Prabowo

Tom Lembong dan Hasto Bakal Hirup Udara Bebas Lewat Hadiah Keppres dari Prabowo

Video | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 08:00 WIB

Terkini

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB

×