Salah Baca Zaman? Pakar Sebut Pemerintah Gagal Paham Bahasa Gen Z di Balik Bendera One Piece

Chandra Iswinarno, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 05 Agustus 2025 | 20:37 WIB
Salah Baca Zaman? Pakar Sebut Pemerintah Gagal Paham Bahasa Gen Z di Balik Bendera One Piece
Pengibaran Bendera One Piece dinilai disalahartikan oleh pemerintah. (x.com/An**__Ogi)

Suara.com - Pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai yang mengategorikan pengibaran bendera One Piece sebagai potensi tindakan makar dinilai berlebihan.

Lantaran itu, pemerintah disarankan untuk mulai memahami adanya pergeseran cara publik dalam mengekspresikan hak-hak demokrasinya di era digital.

"Pengembaraan bendera ini kan kalau kita lihat itu sebagai dinamika, sebagai cara penyampaian protes yang lucu. Karena ini seperti budaya pop sebetulnya, kan. Nah ini soal referensi," kata Pakar Komunikasi Massa dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Edi Santoso, saat dihubungi Suara.com, Selasa (5/8/2025).

Dia memandang bahwa pengibaran bendera One Piece adalah bagian integral dari ekspresi budaya pop, sebuah kultur yang seringkali muncul dari hal-hal yang bersifat jenaka.

Oleh karena itu, fenomena ini seharusnya dipandang sebagai peristiwa budaya, bukan semata-mata peristiwa politik yang mengancam.

"Nah politik dan budaya ketika menyatu itu kadang cara-caranya justru cara-cara yang kreatif," ujarnya.

"Jadi orang protes bukan dengan cara membakar mobil, menjarah toko, atau jelek-jelekin orang. Tapi dengan cara-cara yang menggunakan ikon-ikon populer budaya. Dan itu sebetulnya oke-oke saja," sambungnya.

Atas dasar itu, pemerintah seharusnya mulai memahami bahwa telah terjadi sebuah pergeseran fundamental dalam cara masyarakat menggunakan hak demokrasinya.

Dalam negara demokrasi seperti Indonesia, menempatkan warga negara sebagai subjek yang memiliki hak bersuara adalah sebuah keniscayaan.

baca juga

"Dan saya kira terlalu jauh untuk menafsirkan ini sebagai sebuah gerakan makar," tegas Edi.

Dia pun menyiratkan kekhawatiran, jika isu pengibaran bendera One Piece ini terus dieksploitasi secara berlebihan, justru akan memancing rasa penasaran publik yang lebih luas.

"Orang-orang penasaran malah ikut-ikutan memasang bendera One Piece. Bukan dengan semangat perlawanan, mungkin semangat lucu-lucuan. Atau semangat solidaritas," ujarnya.

Masih menurut Edi, apabila hal tersebut yang terjadi maka larangan mengibarkan bendera One Piece akan menjadi kebijakan yang memalukan.

"Dan itu akan malah pemerintah bisa dipermalukan. Ini dilarang malah orang jadi pada masang bendera One Piece. Malah jadi kontraproduktif," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Prabowo Respons Fenomena Bendera One Piece: It's Okay, Asal....

Presiden Prabowo Respons Fenomena Bendera One Piece: It's Okay, Asal....

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 20:21 WIB

Mendunia! Media-media Asing Soroti Fenomena Pengibaran Bendera One Piece di Indonesia

Mendunia! Media-media Asing Soroti Fenomena Pengibaran Bendera One Piece di Indonesia

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 19:22 WIB

Mahasiswa UNM Makassar Demo, Kibarkan Bendera One Piece

Mahasiswa UNM Makassar Demo, Kibarkan Bendera One Piece

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 18:58 WIB

Terkini

Ferry Boboho Lapor soal Kasus Harvey Moeis, Febrie Adriansyah: Nggak Usah Ikut Campur

Ferry Boboho Lapor soal Kasus Harvey Moeis, Febrie Adriansyah: Nggak Usah Ikut Campur

News | Senin, 02 November 2026 | 19:37 WIB

Bima Sena Bongkar Momen Paling Effort di Prekuel Film 5cm: Revolusi Hati

Bima Sena Bongkar Momen Paling Effort di Prekuel Film 5cm: Revolusi Hati

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 19:36 WIB

Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran

Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Link Pengecekan NIK Penerima BSU 2026, Cek Status Penerima Rp900 Ribu di Sini

Link Pengecekan NIK Penerima BSU 2026, Cek Status Penerima Rp900 Ribu di Sini

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Konsumen Eropa Beralih Beli Mobil Listrik Bekas Asal China Akibat Aturan Impor

Konsumen Eropa Beralih Beli Mobil Listrik Bekas Asal China Akibat Aturan Impor

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Dimulai Besok di Kembangan, Pramono Anung Geber Rapat Maraton 44 Kecamatan

Dimulai Besok di Kembangan, Pramono Anung Geber Rapat Maraton 44 Kecamatan

News | Senin, 02 November 2026 | 19:33 WIB

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

News | Senin, 02 November 2026 | 19:29 WIB

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:25 WIB

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

News | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

×