Job Batal-Identitas Dipaksa Hilang, Arus Pelangi Kecam Kebijakan Waria Dilarang Tampil di HUT RI

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Rabu, 06 Agustus 2025 | 18:27 WIB
Job Batal-Identitas Dipaksa Hilang, Arus Pelangi Kecam Kebijakan Waria Dilarang Tampil di HUT RI
Waria dilarang terlibat dalam perayaan HUT Kemerdekaan ke-80 RI di Gorontalo menuai kecaman keras.[Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari]

Suara.com - Kebijakan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi melarang kelompok transpuan atau waria terlibat dalam perayaan HUT Kemerdekaan ke-80 RI menuai kecaman keras.

Arus Pelangi, organisasi yang fokus pada isu keberagaman gender dan seksualitas, menyebut larangan yang tertuang dalam surat edaran tersebut tidak hanya diskriminatif, tetapi juga menyebarkan ujaran kebencian dan merampas hak hidup warga negara.

Sekretaris Umum Arus Pelangi, Echa Waode, menilai langkah pejabat publik di lingkungan pemerintah Kabupaten Gorontalo ini telah menciptakan ruang gerak yang semakin sempit bagi kebebasan berekspresi, khususnya bagi komunitas transpuan.

“Jadi ini menurutku sangat diskriminatif sekali. Seharusnya pejabat publik itu tidak menyuarakan ujaran-ujaran kebencian terhadap siapapun, termasuk kawan-kawan kelompok LGBT dan khususnya kawan-kawan transpuan,” kata Echa kepada Suara.com, Rabu (6/8/2025).

Sorotan paling tajam diarahkan Echa pada isi surat edaran yang menyamakan keberadaan transpuan dengan aktivitas negatif seperti mabuk-mabukan, minuman keras (miras), dan narkoba.

Menurutnya, penyetaraan ini adalah sebuah kekeliruan fatal yang mengkriminalisasi identitas seseorang.

“Kenapa sih negara berpikir menjadi diri sendiri ataupun menjadi seorang transpuan adalah sebuah kejahatan? Jangan dimasukkan ke dalam diksi menjadi transpuan itu adalah kejahatan,” ujarnya dengan nada prihatin.

Echa menjelaskan bahwa bagi banyak transpuan termasuk di Gorontalo, tampil di berbagai acara adalah sebuah pekerjaan seni dan cara mereka mencari nafkah secara halal.

“Itu kan mereka mencari uang ya. Maksudku selama dia tidak merugikan siapapun, dia tidak melanggar undang-undang, ya biarkan saja mereka mengisi acara itu dengan penampilan senyamannya mereka,” tambahnya.

baca juga

Job Dibatalkan dan Identitas Dilenyapkan

Lebih jauh, Echa mengungkap bahwa kebijakan diskriminatif ini juga telah memicu dampak ekonomi yang langsung dirasakan oleh komunitas transpuan.

Di mana banyak pekerjaan yang sudah disepakati akhirnya dibatalkan sepihak oleh penyelenggara acara, karena takut melanggar edaran bupati.

Kontes waria di Kota Makassar dibubarkan petugas karena tidak memiliki izin, Sabtu 18 November 2023 [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Kontes waria di Kota Makassar dibubarkan petugas karena tidak memiliki izin. [SuaraSulsel.id/Istimewa]

“Ada teman-teman yang udah ngisi job untuk wedding itu dibatalkan. Menurutku ini menjadi satu lagi kekerasan ekonomi untuk teman-teman komunitas transpuan,” ungkap Echa.

Selain kerugian materi, larangan ini juga memaksa transpuan untuk melenyapkan identitas mereka jika ingin tetap tampil. Echa menceritakan ada anggota komunitas transpuan yang diberi pilihan menyakitkan oleh penyelenggara acara.

“Ada kawan yang sharing dari Gorontalo, dia dikasih pilihan, ‘lo boleh tampil tapi lo nggak boleh dandan, nggak boleh make up’. Jadi dia nggak bisa menjadi dirinya sendiri dan itu menghilangkan identitas seseorang,” jelasnya.

Echa menekankan bahwa menjadi transpuan bukanlah sebuah profesi atau kostum yang bisa dilepas-pasang, melainkan sebuah identitas yang melekat. Memaksa mereka tampil tanpa ekspresi gendernya sama saja dengan merampas jati diri mereka.

“Menjadi seorang transpuan itu bukan suatu pekerjaan, tetapi itu suatu identitas. Penerbitan surat edaran ini sangat merugikan kawan-kawan dan ini adalah bentuk ketimpangan keadilan bagi masyarakat,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Larangan Waria Tampil di HUT RI Gorontalo: dari Surat Edaran hingga Sanksi Rok untuk Camat

Kronologi Larangan Waria Tampil di HUT RI Gorontalo: dari Surat Edaran hingga Sanksi Rok untuk Camat

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 16:32 WIB

8 Ide Gapura 17 Agustus Unik dan Kreatif untuk Rayakan HUT ke-80 RI

8 Ide Gapura 17 Agustus Unik dan Kreatif untuk Rayakan HUT ke-80 RI

Lifestyle | Rabu, 06 Agustus 2025 | 16:08 WIB

Dear Pemerintah, Ini Tips Menyikapi Pengibaran Bendera One Piece

Dear Pemerintah, Ini Tips Menyikapi Pengibaran Bendera One Piece

Your Say | Rabu, 06 Agustus 2025 | 14:51 WIB

Prihatin Bendera 'Bajak Laut' One Piece Berkibar Jelang HUT RI, Politisi: Jangan Nodai Kemerdekaan!

Prihatin Bendera 'Bajak Laut' One Piece Berkibar Jelang HUT RI, Politisi: Jangan Nodai Kemerdekaan!

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 14:29 WIB

Merdeka untuk Siapa? Mami Yuli Kecam Keras Pemkab Gorontalo Soal Larangan Waria di Acara HUT RI

Merdeka untuk Siapa? Mami Yuli Kecam Keras Pemkab Gorontalo Soal Larangan Waria di Acara HUT RI

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 11:12 WIB

Terkini

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

News | Senin, 21 September 2026 | 15:32 WIB

Viral Video Pengurus NU Sulsel di Ruang Karaoke, Bantah Isu LC hingga Lapor Polisi

Viral Video Pengurus NU Sulsel di Ruang Karaoke, Bantah Isu LC hingga Lapor Polisi

Sulsel | Senin, 21 September 2026 | 15:31 WIB

Peluncuran Buku demi Pencitraan: Efektifkah di Tengah Krisis Kepercayaan?

Peluncuran Buku demi Pencitraan: Efektifkah di Tengah Krisis Kepercayaan?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 15:30 WIB

Awas Mobil Hangus! Ini Ciri Powerbank Mau Meledak yang Sering Dianggap Sepele

Awas Mobil Hangus! Ini Ciri Powerbank Mau Meledak yang Sering Dianggap Sepele

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 15:29 WIB

5 Cara Menghilangkan Noda Kuning Kunyit di Tangan, Mudah dan Langsung Bersih

5 Cara Menghilangkan Noda Kuning Kunyit di Tangan, Mudah dan Langsung Bersih

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 15:25 WIB

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy, Diduga Pemberian Pengusaha

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy, Diduga Pemberian Pengusaha

News | Senin, 21 September 2026 | 15:24 WIB

BRI Kasih Diskon Tiket Pertandingan Liga 1 Jadi 1 Rupiah Saja, Klaim Sekarang!

BRI Kasih Diskon Tiket Pertandingan Liga 1 Jadi 1 Rupiah Saja, Klaim Sekarang!

Bri | Senin, 21 September 2026 | 15:24 WIB

Kenapa Hujan Membuat Sedih? Ini Alasan Ilmiahnya

Kenapa Hujan Membuat Sedih? Ini Alasan Ilmiahnya

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 15:22 WIB

Setelah Lembaga Rating Global, Giliran OJK Kirim Peringatan ke Bank Himbara

Setelah Lembaga Rating Global, Giliran OJK Kirim Peringatan ke Bank Himbara

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:20 WIB

Jaksa Tuntut Sudewo 8,5 Tahun Penjara, Suap DJKA hingga Pemerasan Jabatan Desa

Jaksa Tuntut Sudewo 8,5 Tahun Penjara, Suap DJKA hingga Pemerasan Jabatan Desa

Jawa Tengah | Senin, 21 September 2026 | 15:20 WIB

×