Ijazah Jokowi Kembali Diserang: Relawan Sebut Ada 'Dalang' Kuat, Siapa?

Muhammad Ilham Baktora

Kamis, 07 Agustus 2025 | 20:27 WIB
Ijazah Jokowi Kembali Diserang: Relawan Sebut Ada 'Dalang' Kuat, Siapa?
Ketua Solidaritas Merah Putih Silfester Matutina (batik ungu) ditemui sebelum memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Kamis (24/7/2025). [ANTARA/Ilham Kausar]

Motif 'Barisan Sakit Hati': Serangan Politik yang Tak Kunjung Padam

Forum Purnawirawan Prajurit TNI usul Gibran diganti. (Ist)
Forum Purnawirawan Prajurit TNI usul Gibran diganti. (Ist)

Isu ijazah palsu ini sejatinya adalah lagu lama yang diputar ulang.

Sejak 2019, narasi ini sudah muncul dan telah melalui berbagai proses klarifikasi.

Pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai almamater Jokowi sudah berulang kali memberikan pernyataan resmi yang menegaskan keaslian ijazah Jokowi sebagai lulusan Fakultas Kehutanan tahun 1985.

Gugatan hukum yang dilayangkan Bambang Tri Mulyono, penulis buku 'Jokowi Undercover', pada Oktober 2022 lalu pun akhirnya kandas.

Gugatan tersebut dicabut sendiri oleh Bambang, yang kemudian justru divonis 6 tahun penjara bersama Sugi Nur Rahardja (Gus Nur) atas kasus penyebaran berita bohong.

Fakta-fakta ini membuat tudingan Silfester soal motif "barisan sakit hati" menjadi relevan.

Ketika jalur hukum dan klarifikasi institusional sudah membuktikan keabsahan ijazah, namun isunya terus dimainkan, sulit untuk tidak melihatnya sebagai serangan politik yang bertujuan untuk mendelegitimasi warisan dan pengaruh Jokowi.

Isu Ijazah di Meja Legislatif: Mengapa DPR dan MPR Bungkam?

baca juga
Ketua DPP PDIP, Puan Maharani saat ditemui di Sanur, Denpasar, Rabu (30/7/2025) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)
Ketua DPP PDIP, Puan Maharani saat ditemui di Sanur, Denpasar, Rabu (30/7/2025) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)

Salah satu aspek yang membuat isu ini terus berkembang adalah dugaan mandeknya proses di level lembaga tinggi negara.

Menurut pihak penggugat, surat terkait persoalan ini sudah dilayangkan ke DPR dan MPR sejak Mei 2025, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang signifikan.

Sikap diam dari parlemen ini menimbulkan berbagai spekulasi.

Apakah para wakil rakyat menganggap isu ini tidak cukup penting? Ataukah mereka enggan menyentuh isu yang sangat sensitif dan berpotensi menjadi "kentang panas" politik?

Ketiadaan respons yang tegas dari lembaga legislatif ini menciptakan ruang kosong yang dimanfaatkan oleh para penyebar isu untuk terus membangun narasi keraguan di tengah masyarakat.

Hal ini diperparah dengan beredarnya hoaks yang mengklaim DPR telah membahas isu ini, yang kemudian dibantah oleh penelusuran fakta.

Mengincar Pengaruh Jokowi Menuju 2029

Melihat polanya, serangan ini tampaknya bukan hanya soal masa lalu, tetapi investasi politik untuk masa depan. Jokowi, bahkan setelah tidak lagi menjabat, diproyeksikan akan tetap menjadi figur sentral dan kingmaker dalam konstelasi politik menuju 2029.

Melemahkan kredibilitas Jokowi secara terus-menerus melalui isu seperti ijazah palsu adalah strategi efektif untuk menggerus pengaruhnya.

Tudingan Silfester bahwa ada agenda untuk memisahkan Prabowo dan Gibran di tengah jalan juga mengindikasikan bahwa ini adalah bagian dari pertarungan kekuasaan jangka panjang.

Keterlibatan purnawirawan jenderal, jika terbukti, bukanlah hal aneh mengingat peran historis dan pengaruh mereka yang masih kuat di panggung politik Indonesia.

Kesimpulan: Waktunya Publik Cerdas

Tudingan adanya jenderal purnawirawan di balik isu ijazah Jokowi adalah babak baru dari sebuah saga politik yang tak berkesudahan.

Di satu sisi, ada klaim serius dari relawan yang perlu dibuktikan.

Di sisi lain, ada rekam jejak panjang yang menunjukkan bahwa isu ini telah berulang kali dimentahkan, baik secara kelembagaan oleh UGM maupun secara hukum.

Bagi kita, terutama generasi milenial dan anak muda, penting untuk melihat isu ini dengan kacamata kritis.

Membedakan antara kritik yang konstruktif, pencarian kebenaran yang tulus, dengan kampanye hitam yang didasari oleh motif politik jangka pendek dan panjang adalah kunci untuk menjadi pemilih yang cerdas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bocor Daftar 210 Nama Korban Politik Jokowi,Target Amnesti Massal Jelang 17 Agustus

Bocor Daftar 210 Nama Korban Politik Jokowi,Target Amnesti Massal Jelang 17 Agustus

News | Kamis, 07 Agustus 2025 | 20:08 WIB

Syahganda Bocorkan Amnesti Jilid 2: Prabowo Bakal Ampuni Ratusan Musuh Politik Jokowi

Syahganda Bocorkan Amnesti Jilid 2: Prabowo Bakal Ampuni Ratusan Musuh Politik Jokowi

News | Kamis, 07 Agustus 2025 | 19:31 WIB

Dalam Logika Organisasi, Fathian Sebut Jokowi Bos yang Buruk

Dalam Logika Organisasi, Fathian Sebut Jokowi Bos yang Buruk

News | Kamis, 07 Agustus 2025 | 18:28 WIB

Terkini

Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan

Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:50 WIB

BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa

BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:38 WIB

Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?

Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:35 WIB

2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya

2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:33 WIB

Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas

Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:32 WIB

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:04 WIB

Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief

Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:02 WIB

Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut

Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:55 WIB

Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang

Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:52 WIB

Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?

Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:27 WIB