Bukan Cuma Satu, Ini Barisan 8 Organisasi Sekolah Swasta yang Serentak Lawan Dedi Mulyadi di PTUN

Andi Ahmad S

Kamis, 07 Agustus 2025 | 22:59 WIB
Bukan Cuma Satu, Ini Barisan 8 Organisasi Sekolah Swasta yang Serentak Lawan Dedi Mulyadi di PTUN
Gedung PTUN Bandung. (ANTARA/HO PTUN Bandung)

Suara.com - Sebuah perlawanan terkoordinasi dan masif dari kalangan pendidikan swasta kini bergulir di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung.

Ini bukan lagi soal keluhan individu, melainkan sebuah aliansi strategis yang terdiri dari delapan organisasi sekolah swasta besar di Jawa Barat.

Mereka bersatu dalam satu barisan, dengan satu tujuan menggugat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Gugatan ini adalah respons keras terhadap kebijakan pemerintah provinsi yang dianggap mengancam nadi kehidupan sekolah swasta. Dengan dimulainya sidang pemeriksaan perdana pada Kamis (7/8/2025), sorotan publik kini tertuju pada barisan penggugat ini.

Siapa saja mereka dan mengapa kekuatan dari berbagai daerah ini bisa bersatu?

Kekuatan gugatan ini terletak pada soliditas dan jangkauannya yang luas. Para penggugat bukan hanya berasal dari satu kota, melainkan representasi dari keresahan yang merata di seluruh Jawa Barat.

Ini menunjukkan bahwa dampak kebijakan yang dipermasalahkan dirasakan secara kolektif.

Berikut adalah daftar delapan organisasi yang menjadi garda terdepan dalam perlawanan hukum ini:

  1. Forum Kepala Sekolah SMA Swasta Provinsi Jawa Barat Bertindak sebagai payung organisasi tingkat provinsi, menunjukkan bahwa ini adalah isu bersama, bukan sektoral.
  2. Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bandung mewakili suara sekolah swasta dari wilayah sekitar ibu kota provinsi.
  3. BMPS Kabupaten Cianjur membawa aspirasi dari wilayah Priangan Barat.
  4. BMPS Kota Bogor suara dari "Kota Hujan" yang juga merasakan dampak signifikan.
  5. BMPS Kabupaten Garut mewakili keresahan dari wilayah Priangan Timur.
  6. BMPS Kota Cirebon menunjukkan bahwa masalah ini juga dirasakan kuat di wilayah Pantura Jabar.
  7. BMPS Kabupaten Kuningan, suara dari wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.
  8. BMPS Kota Sukabumi melengkapi barisan dari wilayah selatan Jawa Barat.

Aliansi lintas wilayah ini mengirimkan pesan kuat bahwa kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi telah menyatukan mereka dalam satu barisan perlawanan.

baca juga
Dedi Mulyadi (Suara.com)
Dedi Mulyadi (Suara.com)

Apa yang membuat delapan organisasi ini rela menempuh jalur hukum yang panjang dan melelahkan? Jawabannya terletak pada satu produk hukum: Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 463.1/Kep.323-Disdik/2025.

Kepgub inilah yang menjadi "musuh bersama". Isinya mengatur penambahan jumlah siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri. Bagi barisan penggugat, ini adalah kebijakan yang secara langsung "membunuh" potensi pendaftar ke sekolah mereka.

Logikanya sederhana semakin banyak kursi tersedia di sekolah negeri yang terjangkau, semakin sedikit calon siswa yang akan melirik sekolah swasta.

Di sisi lain, pemerintah berargumen bahwa kebijakan ini adalah wujud kehadiran negara. Mereka menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan setiap anak, terutama dari keluarga tidak mampu, mendapatkan haknya untuk bersekolah di jenjang SMA/SMK.

Perlawanan barisan penggugat ini telah memasuki babak awal di PTUN Bandung. Juru Bicara PTUN Bandung, Enrico Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa gugatan yang terdaftar dengan nomor 121/G/2025/PTUN.BDG itu sudah masuk tahap pemeriksaan.

"Gugatannya itu diajukan tertanggal 31 Juli 2025. Ketua pengadilan telah menetapkan majelis hakim yang akan memeriksa, dan hari ini dilakukan sidang pemeriksaan persiapan pertama," ujar Enrico, dilansir dari Antara.

Tahap ini bisa diibaratkan sebagai "pemanasan" sebelum pertarungan sesungguhnya. Selama 30 hari ke depan, majelis hakim akan memeriksa kelengkapan formal gugatan.

Setelah itu, barulah perang argumentasi dan pembuktian melalui surat, saksi, dan ahli akan dimulai. Barisan penggugat kini harus menyiapkan amunisi terbaik mereka untuk membuktikan bahwa kebijakan gubernur memang merugikan mereka secara nyata dan melawan hukum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Kebijakan Rombel Dedi Mulyadi: Merugikan Sekolah Swasta, Kini Berujung di PTUN

Dampak Kebijakan Rombel Dedi Mulyadi: Merugikan Sekolah Swasta, Kini Berujung di PTUN

News | Kamis, 07 Agustus 2025 | 22:48 WIB

Dedi Mulyadi Blak-blakan Ogah Turun Tangan Hadapi Kisruh Bandung Zoo

Dedi Mulyadi Blak-blakan Ogah Turun Tangan Hadapi Kisruh Bandung Zoo

News | Kamis, 07 Agustus 2025 | 17:02 WIB

Anak-anak di Pelosok Sukabumi Naik Perahu Rakit ke Sekolah, Teriak Minta Jembatan ke Dedi Mulyadi

Anak-anak di Pelosok Sukabumi Naik Perahu Rakit ke Sekolah, Teriak Minta Jembatan ke Dedi Mulyadi

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 13:36 WIB

Dedi Mulyadi: Politik Merusak Desa, Tak Semua Perlu Adakan Pilkades

Dedi Mulyadi: Politik Merusak Desa, Tak Semua Perlu Adakan Pilkades

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 11:44 WIB

Viral Perkara Vasektomi, Dedi Mulyadi Cerita Soal KB dan Keluarga Miskin Punya 24 Anak

Viral Perkara Vasektomi, Dedi Mulyadi Cerita Soal KB dan Keluarga Miskin Punya 24 Anak

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 11:34 WIB

Terkini

Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh

Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:46 WIB

Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi

Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:35 WIB

Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!

Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:26 WIB

Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi

Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:18 WIB

Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga

Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:12 WIB

Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya

Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:10 WIB

KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'

KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:05 WIB

Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!

Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:04 WIB

Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi

Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:59 WIB

Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik

Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:53 WIB