Surya Paloh Bela Prabowo Mati-Matian: Sinyal NasDem Masuk Kabinet?

Muhammad Yunus

Jum'at, 08 Agustus 2025 | 18:21 WIB
Surya Paloh Bela Prabowo Mati-Matian: Sinyal NasDem Masuk Kabinet?
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh di Kota Makassar, Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]

Suara.com - Partai NasDem pasang badan untuk pemerintah di tengah berbagai polemik nasional belakangan ini.

Sikap itu ditegaskan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh saat menanggapi berbagai bentuk aksi protes masyarakat terhadap pemerintahan saat ini.

Mulai dari gerakan Indonesia Gelap, slogan "Kabur Aja Dulu", hingga aksi simbolik pengibaran bendera One Piece yang sedang jadi sorotan publik.

"Upaya yang bermuara pada gangguan stabilitas nasional adalah kesedihan bagi kita semua. NasDem akan berhadapan dengan siapa pun yang mengganggu stabilitas," tegasnya saat Rapat Kerja Nasional I Partai NasDem di kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 8 Agustus 2025.

Paloh menilai, di tengah situasi politik yang dipenuhi beragam polemik, pemerintah justru membutuhkan dukungan nyata untuk menjaga stabilitas negara. Bukan malah memperkeruh keadaan.

"Kita tidak ikut dalam barisan pengganggu. Dukungan NasDem kepada pemerintahan ini diberikan secara sungguh-sungguh, totalitas, dengan kejujuran dan ketulusan hati," ujarnya.

Ia menekankan, meski memberi dukungan penuh kepada pemerintah, NasDem tetap memegang prinsip independensi dalam memberikan saran, pandangan, dan kritik konstruktif.

Namun, seluruh komponen bangsa wajib bersinergi demi suksesnya agenda pemerintahan yang berjalan sekarang ini.

Paloh menegaskan, NasDem tetap mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sikap resmi NasDem sudah disampaikan sejak Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan Prabowo sebagai Presiden terpilih. Hingga kini, dukungan itu tidak berubah.

baca juga

"NasDem telah memberikan sikapnya secara resmi, memberikan dukungan sepenuhnya atas pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo," tegasnya.

Menurutnya, setelah sepuluh bulan pemerintahan berjalan, NasDem justru ingin mendorong agar capaian kemajuan dapat berlanjut dan tidak stagnan.

Ia memuji sejumlah kebijakan strategis pemerintahan Prabowo sekarang ini. Khususnya terkait program kemandirian energi dan pangan.

Menurutnya, langkah pemerintah menargetkan kemandirian energi sangat tepat, mengingat Indonesia merupakan salah satu importir terbesar BBM di dunia.

Begitupun dengan program kemandirian pangan. Ia menyebut, Indonesia merupakan negeri agraris, tapi mimpi tersebut belum tercapai dari waktu ke waktu.

"Kontur tanah, struktur tanah, dan iklim kita sangat memungkinkan untuk kemandirian pangan. Tapi belum tercapai dari waktu ke waktu. Dua hal ini menjadi concern utama NasDem," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinyal Lepas dari Cengkeraman Jokowi? Refly Harun: 'Permainan Catur' Prabowo

Sinyal Lepas dari Cengkeraman Jokowi? Refly Harun: 'Permainan Catur' Prabowo

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 18:02 WIB

Jumlah Harta Kekayaan Amalia Adininggar Widyasanti Bertambah Banyak saat Jadi Pejabat BPS

Jumlah Harta Kekayaan Amalia Adininggar Widyasanti Bertambah Banyak saat Jadi Pejabat BPS

Bisnis | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 16:56 WIB

Surya Paloh Bongkar Dosa Partai Politik: KPK Lahir dari Hak Istimewa, Tapi...?

Surya Paloh Bongkar Dosa Partai Politik: KPK Lahir dari Hak Istimewa, Tapi...?

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 16:02 WIB

Terkini

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:08 WIB

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo

Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare

Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Ekonom Bongkar Kesalahan Fatal Pemerintah, Bikin Ekonomi RI Sulit 'Saingi' Vietnam

Ekonom Bongkar Kesalahan Fatal Pemerintah, Bikin Ekonomi RI Sulit 'Saingi' Vietnam

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Ulasan Salat in Secret: Kisah Keberanian Anak Muslim yang Menginspirasi

Ulasan Salat in Secret: Kisah Keberanian Anak Muslim yang Menginspirasi

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Jejak Kemerdekaan Indonesia Dibedah di Belanda, Sejarawan Kupas Luka 1945-1949

Jejak Kemerdekaan Indonesia Dibedah di Belanda, Sejarawan Kupas Luka 1945-1949

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:39 WIB

×