Heboh Mantan Tentara Israel di Bali, Diduga Mata-mata: Ini Operasi Intelijen Negara Musuh

Chandra Iswinarno, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 08 Agustus 2025 | 22:01 WIB
Heboh Mantan Tentara Israel di Bali, Diduga Mata-mata: Ini Operasi Intelijen Negara Musuh
Mantan tentara Israel Defence Forces (IDF), Shachar Gonen (SG)

Suara.com - Keberadaan dua warga negara Israel di Bali, Shachar Gonen dan seorang rekan wanitanya, menjadi sorotan tajam setelah identitas mereka sebagai terduga mantan tentara Israel (IDF) terkuak.

Keduanya diketahui pernah mengunggah foto mengenakan seragam militer Israel di media sosial.

Fakta di lapangan menunjukkan Shachar Gonen masuk ke Indonesia dengan memanfaatkan paspor Jerman dan mengantongi visa investor (KITAS Investor) yang masih berlaku hingga Maret 2026.

Ia diketahui tinggal di sebuah villa di Desa Pererenan, Badung, dan dinaungi oleh sebuah perusahaan penjamin di Indonesia.

Namun, latar belakang keduanya sebagai eks-militer dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia memicu reaksi keras.

Ketua Dewan Pengurus Pusat Front Persaudaraan Islam, Aziz Yanuar, menduga kuat ada agenda tersembunyi di balik bisnis properti yang mereka jalankan.

"Patut diduga, mantan IDF tersebut sedang menjalankan tugas resmi intelijen dari Mossad, karena biasanya untuk operasi intelijen, Mossad merekrut dari anggota IDF atau mantan IDF, yang sudah memiliki basis keterampilan militer, termasuk keterampilan spionase dan sabotase bahkan penggalangan," kata Aziz kepada Suara.com, Jumat (8/8/2025).

Menurut Aziz, bisnis properti adalah modus operandi yang lazim digunakan oleh badan intelijen Israel untuk menyamarkan aktivitas mereka di berbagai negara.

"Salah satu bisnis yang digeluti atau dijalankan oleh Mossad di seluruh dunia adalah bisnis properti, agar memudahkan dijadikan sebagai safe house bagi kegiatan intelijen Mossad, tanpa menimbulkan kecurigaan dengan adanya lalu lintas orang keluar masuk di properti yang mereka kelola," ujar Aziz.

baca juga

Oleh karena itu, ia mendesak agar kasus ini tidak dianggap sebatas pelanggaran imigrasi.

Aziz meminta Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) untuk segera turun tangan melakukan pendalaman.

"Harus didapatkan motif dan seberapa banyak informasi yang sudah mereka dapatkan, dan kegiatan penggalangan terhadap siapa saja yang mereka lakukan," kata Aziz.

Ia menekankan bahwa status Israel yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia menempatkan aktivitas intelijen mereka dalam kategori yang sangat berbahaya bagi kedaulatan negara.

Aziz Yanuar, pengacara mantan staf anggota DPD Muhammad Fithrat Irfan saat membuat laporan ke KPK terkait dugaan gratifikasi pemilihan Ketua dan Wakil DPD RI. (Suara.com/Dea)
Ketua Dewan Pengurus Pusat Front Persaudaraan Islam (FPI) Aziz Yanuar mencurigai keberadaan dua warga negara Israel . (Suara.com/Dea)

"Dan bahkan negara sahabat saja, dilarang melakukan kegiatan operasi intelijen di dalam wilayah negara lain yang bersahabat," ujarnya.

"Jadi ini adalah bentuk operasi intelijen oleh negara musuh yang sudah pasti bertujuan untuk melemahkan keamanan nasional (national security) Indonesia."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Tentara Israel Jalankan Bisnis Vila di Bali? MER-C Desak Pemerintah Bertindak Tegas!

Eks Tentara Israel Jalankan Bisnis Vila di Bali? MER-C Desak Pemerintah Bertindak Tegas!

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 20:59 WIB

Dua Warga Israel Diduga Eks Tentara IDF Kelola Vila Mewah, Imigrasi Bergerak

Dua Warga Israel Diduga Eks Tentara IDF Kelola Vila Mewah, Imigrasi Bergerak

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 12:47 WIB

6 Fakta Heboh Eks Tentara Israel Diduga Kelola Vila Mewah di Bali, Ini Modusnya Masuk Indonesia

6 Fakta Heboh Eks Tentara Israel Diduga Kelola Vila Mewah di Bali, Ini Modusnya Masuk Indonesia

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 23:01 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×