Ironisnya, di era demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, ruang publik seolah menyempit. Rakyat seakan tidak lagi leluasa menyuarakan pikiran, baik dalam bentuk kritik serius, karya seni, maupun sekadar fantasi populer.
Ironisnya, di era demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, ruang publik seolah menyempit. Rakyat seakan tidak lagi leluasa menyuarakan pikiran, baik dalam bentuk kritik serius, karya seni, maupun sekadar fantasi populer.