Salah satu syarat lain yang perlu para pendaki tahu adalah soal pemesanan atau booking pendakian.
Sekarang, pemesanan atau booking pendakian Gunung Rinjani dapat dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi eRinjani di Playstore.
Layanan pemesanan pendakian online tersebut mulai dibuka pada 9 Agustus 2025 pukul 16.00 WITA.
Diharapkan sistem pemesanan online ini akan memudahkan para pendaki yang ingin mendaki Rinjani.
Selain itu, sistem ini juga akan mempermudah dalam mengatur dan memantau jumlah kunjungan sehingga jauh lebih tertib.
4. Evaluasi Berkala

Selanjutnya pihak BTNGR menegaskan pembukaan kembali pendakian ini akan terus dievaluasi secara berkala.
Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pendaki, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem Gunung Rinjani.
Mengingat Gunung Rinjani adalah salah satu destinasi favorit para pendaki tak hanya Indonesia tapi juga mancanegara
5. Langsung Diserbu Pendaki

Dilansir dari akun Instagram @btn_gn_rinjani pada hari pertama dibukanya kembali jalur pendakian, Resor Sembalun ramai diserbu pendaki.
Para pendaki berbondong-bondong dengan ransel yang dipanggul memadati gerbang menuju puncak Rinjani.
“Ransel dipanggul, semangat membuncah. Para pendaki tampak berbaris melewati proses briefing dan pengecekan SOP terbaru, yang kini makin diperketat demi keamanan dan kenyamanan bersama,” tulis akun @btn_gn_rinjani.
6. Disambut Antusias

Pembukaan jalur pendakian Rinjani memang disambut antusias oleh para pendaki dari berbagai wilayah.
Tak sedikit yang meninggalkan komentar dan saling berbagi tanggal pendakian yang sudah mereka pesan.
Mendaki gunung sendiri memang tengah menjadi salah satu kegiatan yang banyak digemari dari semua kalangan.
Dibukanya kembali jalur pendakian Gunung Rinjani telah lama dinanti pendaki yang ingin menikmati pesona Rinjani.
Meski demikian, para pendaki perlu memperhatikan peraturan dan syarat-syarat yang telah dicantumkan dalam SOP terbaru.
Pendaki juga perlu ingat bahwa pendakian membutuhkan banyak persiapan tak cuma fisik tapi juga mental.
Mengingat alam gunung tak cuma menawarkan keindahan tetapi juga bahaya yang bisa mengancam kapan saja.
Kontributor : Safitri Yulikhah