Bupati Pati Tolak Mundur, Warga Tak Tinggal Diam: Ini 3 Jalan Melengserkan Sudewo

Muhammad Ilham Baktora

Kamis, 14 Agustus 2025 | 17:31 WIB
Bupati Pati Tolak Mundur, Warga Tak Tinggal Diam: Ini 3 Jalan Melengserkan Sudewo
Bupati Pati, Sudewo menaiki rantis Rimueng saat temui demonstran (X/Olikotor_)

Gerakan Menuju Pelengseran: 3 Opsi Ini jadi Pilihan

Melengserkan seorang kepala daerah yang menolak mundur bukanlah perkara mudah.

Prosesnya diatur ketat dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Berdasarkan aturan main tersebut dan dinamika politik yang ada, berikut adalah tiga upaya yang bisa dilakukan:

1. Tekanan Politik dan Sosial Berkelanjutan (The Power of People)

Ini adalah jalur yang sedang ditempuh warga.

Demo besar-besaran adalah bentuk paling nyata dari tekanan sosial.

Tujuannya bukan lagi sekadar membatalkan kebijakan, melainkan mendelegitimasi kepemimpinan Sudewo secara keseluruhan.

Tujuan: Menciptakan kondisi di mana bupati tidak bisa lagi memerintah secara efektif karena kehilangan kepercayaan publik dan dukungan politik.

baca juga
Massa membakar mobil polisi saat berunjuk rasa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025). [ANTARA FOTO/Aji Styawan/nym]
Massa membakar mobil polisi saat berunjuk rasa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025). [ANTARA FOTO/Aji Styawan/nym]

Bagaimana Caranya? Aksi damai yang konsisten, kampanye di media sosial, dan penggalangan petisi dapat terus menjaga isu ini tetap panas.

Tekanan ini berfungsi sebagai "bahan bakar" bagi DPRD untuk berani mengambil langkah politik yang lebih tegas.

Efektivitas: Meskipun tidak secara langsung melengserkan, tekanan ini bisa memaksa seorang pemimpin untuk akhirnya mempertimbangkan opsi mundur demi stabilitas daerah, atau setidaknya membuat para politisi di DPRD tidak punya pilihan selain bertindak.

2. Hak Angket DPRD: Pintu Gerbang Menuju Mahkamah Agung

Inilah langkah formal yang telah diambil. DPRD Pati telah sepakat menggunakan Hak Angket dan membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelidiki kebijakan Bupati Sudewo.

Namun, ini baru langkah awal dari sebuah maraton hukum.

Apa itu Hak Angket? Ini adalah hak penyelidikan yang dimiliki DPRD untuk menginvestigasi kebijakan strategis kepala daerah yang dianggap berdampak luas dan bertentangan dengan peraturan.

Proses di DPRD: Untuk mengusulkan pemberhentian, DPRD harus menggelar rapat paripurna yang dihadiri oleh minimal 3/4 anggota, dan usulan tersebut harus disetujui oleh minimal 2/3 anggota yang hadir.

Viral pendemo tuntut Bupati Sudewo mundur saat 'kuasai' sidang paripurna DPRD Pati. (Tangkapan layar/ist)
Viral pendemo tuntut Bupati Sudewo mundur saat 'kuasai' sidang paripurna DPRD Pati. (Tangkapan layar/ist)

Ini adalah syarat mayoritas yang sangat tinggi dan membutuhkan soliditas politik luar biasa di internal DPRD.

Ujungnya di mana? Jika usulan pemberhentian disetujui, DPRD tidak bisa langsung memakzulkan. Mereka harus mengajukan "pendapat DPRD" ini ke Mahkamah Agung (MA).

3. Ujian di Mahkamah Agung (The Final Legal Boss)

Ini adalah babak penentuan yang paling krusial dan paling sulit.

Amarah publik dan keputusan politik DPRD akan diuji di bawah mikroskop hukum oleh Mahkamah Agung.

MA memiliki waktu 30 hari untuk memeriksa, mengadili, dan memutuskan apakah bupati terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pelanggaran.

Pelanggaran yang dimaksud dalam UU Pemda antara lain: melanggar sumpah/janji jabatan, tidak melaksanakan kewajiban, atau melakukan perbuatan tercela.

Tantangan Terbesar: Pertanyaannya, apakah kebijakan kenaikan PBB yang (meskipun sudah dibatalkan) bisa dikategorikan sebagai "pelanggaran sumpah janji jabatan" yang berat?

Tim hukum bupati pasti akan berargumen bahwa itu adalah diskresi kebijakan biasa, bukan pelanggaran hukum pidana atau sumpah jabatan. Di sinilah letak perdebatan hukum yang sengit.

Putusan Final: Jika MA memutuskan bupati terbukti bersalah, barulah DPRD bisa mengusulkan pemberhentian secara final kepada Menteri Dalam Negeri untuk dieksekusi.

Jika MA menolak, maka proses pemakzulan berhenti di situ.

Akankah Harapan Rakyat Terkabul?

Melihat rumitnya jalur hukum, harapan rakyat Pati agar Sudewo mundur menghadapi tanjakan yang sangat curam.

Proses pemakzulan dirancang untuk tidak mudah, guna menjaga stabilitas pemerintahan dan mencegah kepala daerah dijatuhkan hanya karena sentimen politik sesaat.

Namun, bukan berarti mustahil. Kombinasi tekanan massa yang tak henti-hentinya dengan keseriusan politik DPRD melalui Hak Angket menciptakan momentum yang kuat.

Jika Pansus DPRD dapat menemukan bukti-bukti kuat bahwa kebijakan tersebut bukan hanya keliru, tetapi juga melanggar prosedur atau undang-undang yang lebih tinggi, maka argumen di Mahkamah Agung akan menjadi lebih solid.

Pada akhirnya, nasib kepemimpinan Sudewo kini berada di persimpangan antara kekuatan tekanan publik yang masif dan labirin prosedur hukum yang ketat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal PBB 1.000 Persen, Mendagri Tito Wanti-wanti Cirebon Tak Memanas Seperti Pati: Jangan Anarkis!

Soal PBB 1.000 Persen, Mendagri Tito Wanti-wanti Cirebon Tak Memanas Seperti Pati: Jangan Anarkis!

News | Kamis, 14 Agustus 2025 | 17:26 WIB

Alarm Api Pati: Pimpinan DPR Dasco Panggil Mendagri, Minta Kepala Daerah Lain Tak Ikut-ikutan Ngawur

Alarm Api Pati: Pimpinan DPR Dasco Panggil Mendagri, Minta Kepala Daerah Lain Tak Ikut-ikutan Ngawur

News | Kamis, 14 Agustus 2025 | 17:16 WIB

Polisi Kejar Pembakar Mobil Polri Saat Ricuh Demo Bupati Pati

Polisi Kejar Pembakar Mobil Polri Saat Ricuh Demo Bupati Pati

News | Kamis, 14 Agustus 2025 | 16:33 WIB

Terkini

Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur

Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:10 WIB

Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang

Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:25 WIB

Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti

Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:40 WIB

183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar

183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:30 WIB

Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran

Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:21 WIB

Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun

Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:18 WIB

Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran

Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:08 WIB

Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini

Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:00 WIB

Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh

Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:50 WIB

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:47 WIB

×