Pati Memanas: Bupati Terancam Lengser, Mungkinkah Koalisi Gemuk Selamatkan Sudewo?

Muhammad Ilham Baktora | Suara.com

Jum'at, 15 Agustus 2025 | 13:44 WIB
Pati Memanas: Bupati Terancam Lengser, Mungkinkah Koalisi Gemuk Selamatkan Sudewo?
Bupati Pati Sudewo saat berinteraksi dengan warga Pati. [Instagram]

Suara.com - Panggung politik Kabupaten Pati memanas. Kurang dari setahun setelah dilantik pada awal 2025, kursi Bupati Sudewo kini berada di ujung tanduk.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati secara resmi telah menyetujui penggunaan hak angket dan membentuk Panitia Khusus (Pansus), sebuah langkah krusial yang dapat berujung pada pemakzulan.

DPRD Pati membentuk Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati Sudewo, menandai babak baru konflik politik usai gelombang protes warga.

Langkah ini bukan sekadar manuver politik biasa.

Ini adalah puncak dari eskalasi ketegangan antara eksekutif dan legislatif, yang kini memasuki babak pertarungan terbuka.

Peta Kekuatan: PDIP Sebagai Motor Oposisi vs Koalisi Gemuk Sudewo

Untuk memahami potensi keberhasilan hak angket ini, kita perlu membedah peta kekuatan politik di DPRD Pati.

Kubu Oposisi dimotori oleh PDI Perjuangan (PDIP) yang merupakan partai dengan perolehan kursi terbanyak di parlemen lokal.

Sebagai kekuatan oposisi utama, PDIP memiliki daya gedor politik yang signifikan untuk menginisiasi dan mengawal proses hak angket hingga tuntas.

Kubu Pemerintah, Bupati Sudewo, seorang kader Partai Gerindra, tidak berdiri sendiri.

Ia didukung oleh koalisi 7 partai politik. Tiga di antaranya Nasdem, Golkar, dan PKB memiliki jumlah kursi yang cukup berpengaruh di DPRD.

Secara matematis, kekuatan ini terlihat cukup berimbang.

Namun, hak angket bukan sekadar permainan angka, melainkan juga pertarungan narasi, lobi politik, dan soliditas koalisi.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025). Mereka menuntut Bupati Pati Sudewo agar mundur dari jabatannya karena dinilai arogan dan sejumlah kebijakannya tidak pro ke masyarakat. [ANTARA FOTO/Aji Styawan].
Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025). Mereka menuntut Bupati Pati Sudewo agar mundur dari jabatannya karena dinilai arogan dan sejumlah kebijakannya tidak pro ke masyarakat. [ANTARA FOTO/Aji Styawan].

Analisis & Prediksi: Jalan Terjal Menuju Pemakzulan

Meskipun PDIP berhasil menggolkan hak angket, jalan untuk benar-benar memakzulkan Bupati Sudewo masih sangat terjal dan penuh liku. Berikut prediksinya:

Dominasi Awal Oposisi: Dengan kursi terbanyak, PDIP jelas akan mendominasi komposisi dan arah kerja Pansus Hak Angket.

Mereka akan leluasa memanggil saksi, mengumpulkan bukti, dan membangun narasi pelanggaran yang dilakukan oleh bupati.

Ujian Soliditas Koalisi Sudewo: Ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi koalisi pendukung pemerintah.

Lobi-lobi politik akan berjalan intensif.

Jika PDIP berhasil 'menggoyang' satu atau dua partai dari koalisi Sudewo, maka posisi bupati akan semakin lemah.

Sebaliknya, jika koalisi tetap solid, mereka bisa menjadi tembok pertahanan yang sulit ditembus di rapat paripurna selanjutnya.

Bukan Sekadar Voting: Perlu diingat, pemakzulan kepala daerah tidak berhenti di DPRD.

Jika paripurna DPRD menyetujui usulan pemberhentian, prosesnya akan berlanjut ke Mahkamah Agung (MA) untuk diuji secara yuridis.

MA akan memutuskan apakah bupati terbukti melanggar hukum, seperti sumpah/janji jabatan atau peraturan perundang-undangan.

Kesimpulan Prediksi: Sulit, tapi Bukan Mustahil.

Peluang pemakzulan tetap terbuka jika Pansus berhasil menemukan bukti pelanggaran yang tak terbantahkan dan soliditas koalisi pendukung Sudewo retak di tengah jalan.

Namun, jika ini hanya manuver politik tanpa dasar hukum yang kuat, langkah ini akan berhenti di level DPRD atau dimentahkan oleh MA.

Suara Publik Terbelah: Antara Harapan Perbaikan dan Kekhawatiran Stabilitas

Gelombang pelengseran ini mendapat reaksi beragam dari masyarakat dan aktivis di Pati.

Menurut Ahmad Fauzi, seorang aktivis dari Gerakan Masyarakat Pati Peduli, langkah DPRD sudah tepat.

"Ini bukan tentang suka atau tidak suka, tapi tentang akuntabilitas. Hak angket adalah mekanisme konstitusional untuk mengawasi kekuasaan. Jika ada dugaan pelanggaran serius yang memicu protes warga, maka sudah sewajarnya DPRD bertindak," ujarnya.

Namun, pandangan berbeda datang dari warga biasa. Siti Rohmah, seorang pelaku UMKM di Pati, menyayangkan kegaduhan politik ini.

"Bupati kan baru saja menjabat, seharusnya diberi waktu dulu untuk bekerja dan merealisasikan programnya. Kalau terus-terusan ribut politik, yang jadi korban ya kami, rakyat kecil. Pembangunan jadi terhambat, stabilitas terganggu," keluhnya.

Pati kini berada di persimpangan jalan. Pertarungan politik elite di gedung dewan akan menentukan arah kepemimpinan dan stabilitas daerah untuk beberapa tahun ke depan.

Publik hanya bisa berharap bahwa apa pun hasilnya, kepentingan masyarakat Pati tetap menjadi prioritas utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Posisi Bupati Pati di Ujung Tanduk, Harus jadi Warning Bagi Kepala Daerah : Hati-Hati Buat Kebijakan

Posisi Bupati Pati di Ujung Tanduk, Harus jadi Warning Bagi Kepala Daerah : Hati-Hati Buat Kebijakan

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 11:58 WIB

Selain Pati, Sederet Daerah Ini Juga Jadi Korban Kenaikan PBB

Selain Pati, Sederet Daerah Ini Juga Jadi Korban Kenaikan PBB

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 10:31 WIB

Andreas Pareira Ungkap Alasan Hasto Bertahan sebagai Sekjen PDIP: "Don't Change the Winning Team"

Andreas Pareira Ungkap Alasan Hasto Bertahan sebagai Sekjen PDIP: "Don't Change the Winning Team"

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 10:17 WIB

Terkini

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:47 WIB

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB

Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:24 WIB

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:15 WIB

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:04 WIB