Prabowo Klaim Pengangguran di Indonesia Terendah, Faktanya Tertinggi di ASEAN

Bernadette Sariyem

Sabtu, 16 Agustus 2025 | 14:32 WIB
Prabowo Klaim Pengangguran di Indonesia Terendah, Faktanya Tertinggi di ASEAN
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Prabowo antara lain mengklaim angka pengangguran turun. [Antara/Rivan Awal Lingga]

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengklaim tingkat pengangguran nasional telah mencapai titik terendah sejak era krisis moneter alias krismon 1998. Benarkah demikian atau hoaks?

Dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR bersama DPR dan DPD, Jumat (15/8/2025), Prabowo menyebut pemerintahannya berhasil menekan angka pengangguran.

"Alhamdulillah, hari ini tingkat pengangguran nasional berhasil turun ke level terendah sejak krisis 1998," ujar Prabowo.

Ia merinci bahwa angka pengangguran terbuka per Februari 2025 berada di level 4,76 persen.

Artinya, persentase itu mengalami penurunan dari posisi 4,82 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Tingkat pengangguran turun menjadi 4,76 persen pada Februari 2025, dari 4,82 persen tahun lalu, dengan 3,6 juta lapangan kerja baru yang berhasil diciptakan," klaimnya.

Verifikasi Data: Angka Sesuai, Konteks Berbeda

Secara angka, klaim yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto memang akurat dan terverifikasi oleh data resmi.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilisnya per Februari 2025 mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia berada di angka 4,76 persen.

baca juga

Angka ini setara dengan 7,28 juta orang yang tidak memiliki pekerjaan dari total angkatan kerja.

Data ini menunjukkan penurunan sebesar 0,06 poin persen jika dibandingkan dengan Februari 2024 yang saat itu masih di level 4,82 persen.

Platform data ekonomi global, Trading Economics, juga mengonfirmasi tren serupa, mencatat angka 4,76 persen per Maret 2025 sebagai yang terendah sejak krisis keuangan melanda Asia pada 1997-1998.

Namun, di balik data positif tersebut, terdapat konteks yang lebih luas.

Jika kacamata diperlebar ke tingkat regional, posisi Indonesia justru memprihatinkan.

Dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN), angka pengangguran Indonesia masih menjadi yang tertinggi.

Berikut adalah perbandingan tingkat pengangguran di negara ASEAN berdasarkan data Trading Economics:

RankingNegaraPersentase Pengangguran

Keterangan

1Indonesia4,76 persenMaret 2025
2Brunei4,7 persenDesember 2024
3Filipina3,7 persenJuni 2025
4Malaysia3 persenJuni 2025
5Myanmar3 persenDesember 2024
6Vietnam2,24 persenJuni 2025
7Singapura2,1 persenDesember 2024
8Timor Leste1,6 persenDesember 2024
9Laos1,2 persenDesember 2024
10Thailand0,89 persenMaret 2025
11Kamboja0,27 persenDesember 2024

Siapa yang Paling Banyak Menganggur?

Data BPS juga memberikan potret yang lebih rinci mengenai siapa saja yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Ternyata, pengangguran tertinggi justru dialami oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan angka mencapai 8 persen.

Pada posisi kedua adalah lulusan SMA (6,35 persen) dan Sarjana (6,23 persen).

Ironisnya, mereka yang berpendidikan SD ke bawah justru memiliki tingkat pengangguran paling rendah (2,32 persen).

Selain itu, pengangguran di kalangan anak muda usia 15-24 tahun sangat mengkhawatirkan, mencapai 16,16 persen.

Fenomena ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian (mismatch) antara keahlian yang dihasilkan sistem pendidikan dengan kebutuhan industri.

Tingkat pengangguran di perkotaan (5,73 persen) juga jauh lebih tinggi dibandingkan perdesaan (3,33 persen).

Kritik dari Parlemen: Data Tak Sesuai Realitas Job Fair

Merespons klaim Presiden, anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Zainul Munasichin, menilai ada kesenjangan antara data statistik dengan realitas di masyarakat.

Menurutnya, pemandangan para pencari kerja yang membludak di setiap acara bursa kerja atau job fair menjadi bukti nyata bahwa tantangan pengangguran masih besar.

"Terkait fakta di lapangan, job fair kita sesak, dipenuhi pelamar kerja. Itu jadi bahan refleksi sekaligus evaluasi untuk mengonfirmasi data BPS tersebut dengan kondisi realitas di lapangan," jelas Zainul, Sabtu (16/8/2025).

Zainul mendorong pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi, memaksimalkan program hilirisasi padat karya, serta memperkuat pendidikan vokasi dan Balai Latihan Kerja (BLK).

Ia juga menyoroti pentingnya sertifikasi kompetensi.

"Anggaran untuk sertifikasi kompetensi melalui BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) harus diperbanyak, jangan hanya 150 ribu/tahun," kata dia.

Menurutnya, anggaran tersebut sangat kecil untuk bisa melahirkan tenaga kerja yang certified.

"Pasar saat ini menyukai tenaga kerja bersertifikasi kompetensi,bukan cuma pegang ijazah saja."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahas Ngantuk, Pujian Mulan Jameela atas Pidato Prabowo Dinilai Blunder

Bahas Ngantuk, Pujian Mulan Jameela atas Pidato Prabowo Dinilai Blunder

Entertainment | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 14:10 WIB

Danantara Ditugasi Pangkas Jumlah Komisaris BUMN, Prabowo: Perusahaan Rugi Komisaris Banyak Banget

Danantara Ditugasi Pangkas Jumlah Komisaris BUMN, Prabowo: Perusahaan Rugi Komisaris Banyak Banget

Bisnis | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 13:19 WIB

Terungkap! 8 Program Prioritas Prabowo di APBN 2026: Anggaran Jumbo Disiapkan

Terungkap! 8 Program Prioritas Prabowo di APBN 2026: Anggaran Jumbo Disiapkan

Video | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 11:05 WIB

Dasco Bongkar Gebrakan Prabowo: Bonus Komisaris BUMN Disetop, Duit Rp 18 Triliun Diselamatkan!

Dasco Bongkar Gebrakan Prabowo: Bonus Komisaris BUMN Disetop, Duit Rp 18 Triliun Diselamatkan!

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 21:35 WIB

Prabowo Tak Berpakaian Adat di Sidang MPR: Alasan di Baliknya Terungkap

Prabowo Tak Berpakaian Adat di Sidang MPR: Alasan di Baliknya Terungkap

Video | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 18:45 WIB

Istri Munir Tuding Proyek Sejarah Prabowo 'Cuci Dosa' dan Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Istri Munir Tuding Proyek Sejarah Prabowo 'Cuci Dosa' dan Gelar Pahlawan untuk Soeharto

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 19:17 WIB

Prabowo Sebut Ada Pihak Ingin Adu Domba RI-Malaysia soal Perbatasan, Siapa Dalangnya?

Prabowo Sebut Ada Pihak Ingin Adu Domba RI-Malaysia soal Perbatasan, Siapa Dalangnya?

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 18:49 WIB

Puji Pidato Prabowo di Sidang Tahunan, Mulan Jameela: Biasanya Bikin Ngantuk, Tapi Ini Semangat

Puji Pidato Prabowo di Sidang Tahunan, Mulan Jameela: Biasanya Bikin Ngantuk, Tapi Ini Semangat

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 18:44 WIB

Dolar AS Ngamuk Lagi, Rupiah Tembus Rp16.169: Ternyata Ini Biang Keroknya

Dolar AS Ngamuk Lagi, Rupiah Tembus Rp16.169: Ternyata Ini Biang Keroknya

Bisnis | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 18:35 WIB

Terkini

Pakar Hukum UMY: Putusan MA Tak Otomatis Kosongkan Jabatan Wapres, DPR Harus Gelar Impeachment

Pakar Hukum UMY: Putusan MA Tak Otomatis Kosongkan Jabatan Wapres, DPR Harus Gelar Impeachment

News | Senin, 02 November 2026 | 18:09 WIB

Bagaimana Cerita Rakyat Tengger Mengajarkan Perempuan Menjaga Alam?

Bagaimana Cerita Rakyat Tengger Mengajarkan Perempuan Menjaga Alam?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:08 WIB

Kadin Mau Garap Industri Sagu hingga Kelapa

Kadin Mau Garap Industri Sagu hingga Kelapa

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:05 WIB

Volkswagen Tunda Pengembangan Mobil Listrik ID.Golf Akibat Tekanan Finansial

Volkswagen Tunda Pengembangan Mobil Listrik ID.Golf Akibat Tekanan Finansial

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:05 WIB

88 Persen Aset Danantara di Simpan Dalam Deposito

88 Persen Aset Danantara di Simpan Dalam Deposito

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:03 WIB

Gugatan Dikabulkan MA, Subhan Palal Ancam Geruduk Istana Minta Gibran Pulang ke Solo!

Gugatan Dikabulkan MA, Subhan Palal Ancam Geruduk Istana Minta Gibran Pulang ke Solo!

News | Senin, 02 November 2026 | 18:01 WIB

WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari

WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari

Bali | Senin, 02 November 2026 | 18:01 WIB

Rahasia Pilih Air Purifier untuk Penyuka Anabul: Rumah Bebas Bau dan Bulu Melayang!

Rahasia Pilih Air Purifier untuk Penyuka Anabul: Rumah Bebas Bau dan Bulu Melayang!

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 18:00 WIB

BPJS Gratis Mendadak Dinonaktifkan, Validkah Data Kemiskinan Kita?

BPJS Gratis Mendadak Dinonaktifkan, Validkah Data Kemiskinan Kita?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:00 WIB

Ahmad Doli Sebut Kekerasan Anak Sudah Darurat: Wake-Up Call buat Kita Semua

Ahmad Doli Sebut Kekerasan Anak Sudah Darurat: Wake-Up Call buat Kita Semua

News | Senin, 02 November 2026 | 17:57 WIB

×