Pramono Marah Usai Blusukan Senyap di TB Simatupang: Parah Bangat, Gak Boleh Lagi Ada Pak Ogah!

Erick Tanjung, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 20 Agustus 2025 | 14:21 WIB
Pramono Marah Usai Blusukan Senyap di TB Simatupang: Parah Bangat, Gak Boleh Lagi Ada Pak Ogah!
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Antara/Lia Wanadriani Santosa)

Suara.com - Kemacetan parah di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, akhirnya membuat Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun gunung. Usai melakukan blusukan senyap tanpa pengawalan, Pramono mengaku syok dan marah melihat kondisi yang menurutnya sudah terlalu parah.

Tak butuh waktu lama, ia langsung mengeluarkan tiga instruksi, termasuk ultimatum untuk menyikat para pengatur lalu lintas ilegal alias 'Pak Ogah' yang selama ini beroperasi di kawasan tersebut.

Pramono Anung mengaku tidak mau hanya menerima laporan di atas kertas. Akhir pekan lalu, ia sengaja turun langsung untuk merasakan sendiri penderitaan warga, tanpa pengawalan dan hanya berdua dengan sopirnya.

"Saya hari Sabtu kemarin sengaja tidak dikawal dengan sopir berdua pengen ngecek sendiri dan memang parah bangat,” ujar Pramono kepada wartawan, Rabu (20/8/2025).

Pengalaman inilah yang menurutnya menjadi dasar untuk mengambil tindakan tegas dan cepat.

Akibat kemacetan parah yang disebabkan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, Pramono langsung memerintahkan jajarannya untuk tidak tinggal diam. Tiga instruksi keras pun dilayangkan:

  1. Kecilkan Ukuran Bedeng Proyek: "Saya sudah perintahkan kepada jajaran... yang pertama saya minta untuk bedeng-bedengnya dikecilin. Enggak seperti sekarang ada yang gede banget."
  2. Tertibkan Alat Berat: Pramono melarang alat-alat berat seperti ekskavator diparkir sembarangan hingga memakan badan jalan.
  3. Ultimatum Sikat Habis Pak Ogah: "Dan saya juga sudah menginstruksikan untuk enggak boleh lagi ada 'Pak Ogah' di tengah jalan yang mengatur lalu lintas."

Di sisi lain, Pramono juga secara realistis meminta kerja sama dari masyarakat. Ia mengimbau agar para pengendara, terutama roda empat, untuk sementara waktu mencari jalur alternatif.

"Kami juga akan menghimbau masyarakat yang melewati TB Simatupang yang bisa ada alternatif jalan lain... untuk bisa mengurangi (beban jalan)," ujarnya.

Ia menyebut, jika semua pengendara tetap memaksa lewat, maka kemacetan parah tidak akan pernah terurai.

baca juga

“Sebab kalau semuanya lewat TB Simatupang seperti saat ini pasti kemacetannya luar biasa," kata Pramono.

Tak hanya menyalahkan anak buahnya, Pramono juga akan mengambil langkah ke tingkat yang lebih tinggi. Ia berencana akan melayangkan surat resmi kepada pemerintah pusat yang menjadi koordinator PSN di kawasan tersebut.

“Dan saya akan secara khusus menulis surat kepada pemerintah pusat yang mengkoordinasikan PSN tersebut untuk membantu Jakarta supaya bisa mengurangi kemacetan di TB Simatupang,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Macet TB Simatupang karena Proyek PSN Bikin Geram, Pramono Akan Surati Pemerintah Pusat

Macet TB Simatupang karena Proyek PSN Bikin Geram, Pramono Akan Surati Pemerintah Pusat

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 12:29 WIB

Tak Sudi Pramono Bandingkan Ragunan dengan Singapore Zoo, PSI: Di Sana Banyak Hewan Nokturnal

Tak Sudi Pramono Bandingkan Ragunan dengan Singapore Zoo, PSI: Di Sana Banyak Hewan Nokturnal

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 11:51 WIB

Wacana Buka Ragunan Malam Hari Bisa Ganggu Satwa, PSI Sindir Pramono: Target Pasarnya Siapa?

Wacana Buka Ragunan Malam Hari Bisa Ganggu Satwa, PSI Sindir Pramono: Target Pasarnya Siapa?

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 11:40 WIB

Terkini

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

×