Atasi Kendala Pengerukan Kali, Pramono Bakal Perbanyak Jembatan Angkat di Kampung-Kampung

Erick Tanjung, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 20 Agustus 2025 | 15:52 WIB
Atasi Kendala Pengerukan Kali, Pramono Bakal Perbanyak Jembatan Angkat di Kampung-Kampung
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menaiki perahu saat kegiatan susur sungai di Jakarta, Kamis (31/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana memperbanyak pembangunan jembatan angkat di kawasan perkampungan ibu kota. 

Model jembatan ini dinilai efektif untuk mendukung program pengerukan sungai dan kali dalam rangka penanggulangan banjir.

"Untuk jembatan yang di Gandaria, kebetulan sebelum dimulai pembangunan memang berkonsultasi dengan kami dan memang di Jakarta kami akan membuat jembatan-jembatan seperti itu," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Salah satu yang sudah dibangun adalah Jembatan Antar Kampung (JAK) Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Jembatan yang dibangun Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan itu memiliki panjang 9 meter dengan lebar 1,5 meter.

Pramono menjelaskan, jembatan angkat dapat dilepas menjadi dua bagian sehingga memudahkan alat berat untuk masuk ke saluran air di kawasan permukiman padat penduduk. Dengan begitu, pengerukan lumpur yang kerap terkendala akses bisa lebih mudah dilakukan.

"Kenapa dibuat? Agar ekskavator yang kecil itu bisa masuk ke sungai-sungai yang padat penduduk. Sehingga pengerukan bisa dilakukan seperti di Tanah Abang, termasuk di Gandaria. Maka itu kita akan perbanyak," ujarnya.

Menurutnya, jembatan angkat adalah solusi atas kendala teknis yang selama ini dihadapi Pemprov DKI dalam melakukan pengerukan di kawasan padat penduduk. Akses yang sempit dan banyaknya jembatan beton permanen membuat alat berat sulit masuk ke aliran kali.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno juga menyinggung soal sulitnya pengerukan di wilayah padat seperti Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur. Daerah tersebut beberapa kali terendam banjir karena sedimentasi lumpur di saluran air tak bisa segera diatasi.

"Tentu tingkat kesulitan wilayah (dalam menangani banjir) berbeda-beda. Ada di wilayah-wilayah kecil, itu teknis alat angkut atau alat keruk kita masuk ke situ sulitnya luar biasa," kata Rano di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/8).

baca juga

Ia menjelaskan, sempitnya permukiman membuat alat berat sulit turun ke sungai. Kalaupun berhasil masuk, alat tidak bisa bergerak leluasa lantaran terhalang jembatan-jembatan kecil yang permanen.

"Di sini hampir rata-rata nggak bisa. Mau masuk turun ke sungai aja susah, dia harus keluar lagi, bergerak ke wilayah lain. Ini yang sangat susah," tuturnya.

Menurut Rano, jembatan yang dibangun di atas saluran air seharusnya didesain dengan sistem lepas-pasang. Model seperti itu sudah banyak diterapkan di negara lain, termasuk Belanda.

"Di Belanda ini, jembatan itu ada fungsi buka tutup. Untuk apa? Misalnya kita ngeruk di sini, mau pindah, ini jembatan dibuka. Jadi beko (alat berat) itu bisa pindah ke sana," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pramono Marah Usai Blusukan Senyap di TB Simatupang: Parah Bangat, Gak Boleh Lagi Ada Pak Ogah!

Pramono Marah Usai Blusukan Senyap di TB Simatupang: Parah Bangat, Gak Boleh Lagi Ada Pak Ogah!

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 14:21 WIB

Macet TB Simatupang karena Proyek PSN Bikin Geram, Pramono Akan Surati Pemerintah Pusat

Macet TB Simatupang karena Proyek PSN Bikin Geram, Pramono Akan Surati Pemerintah Pusat

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 12:29 WIB

Jadwal Super League Pekan ke-3: Persija Bidik Hat-trick Kemenangan, Dewa United Jamu Persik

Jadwal Super League Pekan ke-3: Persija Bidik Hat-trick Kemenangan, Dewa United Jamu Persik

Bola | Rabu, 20 Agustus 2025 | 11:52 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan

Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 09:40 WIB

Perselingkuhan Benjamin Netanyahu dengan Konsultan Politik Terbongkar Usai 33 Tahun Tertutup

Perselingkuhan Benjamin Netanyahu dengan Konsultan Politik Terbongkar Usai 33 Tahun Tertutup

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:26 WIB

7 Wallpaper Laptop Penarik Keberuntungan Karir dan Wirausaha menurut Feng Shui dan Psikologi

7 Wallpaper Laptop Penarik Keberuntungan Karir dan Wirausaha menurut Feng Shui dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 09:25 WIB

Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:17 WIB

4 Serum Bioaqua untuk Anti-Aging di Bawah Rp30 Ribu, Wajah Kencang Awet Muda

4 Serum Bioaqua untuk Anti-Aging di Bawah Rp30 Ribu, Wajah Kencang Awet Muda

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 09:15 WIB

Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang

Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 09:10 WIB

Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026

Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026

Jawa Tengah | Minggu, 13 September 2026 | 09:08 WIB

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:05 WIB

Jepang Kirim Bantuan Untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Jepang Kirim Bantuan Untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 09:00 WIB

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:55 WIB

×