Rentetan Kebijakan Kontroversial, Pengamat: Ada Upaya Gembosi Pemerintahan Prabowo Sejak Awal

Budi Arista Romadhoni

Kamis, 21 Agustus 2025 | 08:54 WIB
Rentetan Kebijakan Kontroversial, Pengamat: Ada Upaya Gembosi Pemerintahan Prabowo Sejak Awal
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (kanan). [Suara.com]

Suara.com - Rentetan kebijakan kontroversial dan isu sensitif yang meledak di publik belakangan ini ditengarai bukan sekadar masalah biasa.

Mulai dari rencana kenaikan PPN, kelangkaan LPG 3 kg, pajak opsen kendaraan, hingga polemik tambang nikel di Raja Ampat, diduga kuat merupakan rangkaian serangan sistematis untuk menggembosi pemerintahan Presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Pengamat politik sekaligus Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, secara tajam menganalisis bahwa gelombang kegaduhan ini adalah bagian dari orkestrasi kekuatan di pusat kekuasaan.

Tujuannya jelas: mendelegitimasi dan merusak citra Prabowo bahkan sebelum ia benar-benar menjalankan roda pemerintahannya secara penuh.

"Berbagai isu sensitif sengaja diciptakan untuk memancing kemarahan rakyat. Ini adalah bagian dari strategi untuk membuat Prabowo tidak tenang dan terus diganggu," ujar Syahganda dalam sebuah podcast di Forum Keadilan TV dikutip dari YouTube pada Kamis (21/8/2025).

Menurutnya, ini adalah upaya terencana untuk mengikis kepercayaan publik terhadap presiden terpilih.

Deretan Isu Panas Pemicu Amarah Publik

Analis politik sekaligus Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan di Podcast Keadilan TV. [YouTube]
Analis politik sekaligus Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan di Podcast Keadilan TV. [YouTube]

Syahganda merinci beberapa isu yang sengaja dimainkan untuk menciptakan turbulensi politik dan sosial. Isu-isu ini dipilih karena dampaknya langsung terasa oleh masyarakat luas, sehingga mudah memicu kemarahan dan ketidakpuasan.

Beberapa di antaranya adalah kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen yang dinilai memberatkan daya beli.

baca juga

Kemudian, kelangkaan LPG 3 kg yang menyulitkan kebutuhan dapur rumah tangga kecil dan menengah, diperparah oleh kebijakan larangan penjualan di pengecer yang dianggap mendadak.

Selain itu, muncul pula pajak opsen kendaraan yang menambah beban pemilik kendaraan bermotor.

Isu lingkungan seperti tambang nikel di Raja Ampat juga sengaja diangkat untuk memantik kritik dari aktivis dan kelompok peduli lingkungan, mengeksploitasi citra Raja Ampat sebagai surga wisata yang terancam.

Tak ketinggalan, kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di sejumlah daerah turut memanaskan situasi dan memicu protes warga.

Syahganda juga menyoroti isu sensitif berdimensi kedaerahan, seperti wacana pemindahan empat pulau dari Aceh ke Sumatera Utara, yang berpotensi menyulut sentimen historis dan regional.

Perang Melawan Oligarki dan Kepentingan Lama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Analis Bongkar Skenario Gulingkan Presiden Prabowo, Gejolak di Pati dan Bone Cuma Pemicu?

Analis Bongkar Skenario Gulingkan Presiden Prabowo, Gejolak di Pati dan Bone Cuma Pemicu?

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 07:35 WIB

Sinyal Tegas dari Hambalang: Prabowo Gelar Rapat Maraton Dua Hari, Sikat Tambang dan Lahan Ilegal

Sinyal Tegas dari Hambalang: Prabowo Gelar Rapat Maraton Dua Hari, Sikat Tambang dan Lahan Ilegal

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 22:22 WIB

Danantara Tunjuk Ajudan Prabowo jadi Komisaris Waskita Karya

Danantara Tunjuk Ajudan Prabowo jadi Komisaris Waskita Karya

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2025 | 21:10 WIB

Terkini

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:00 WIB

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup

Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci

Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Terjebak FYP Sampai Jam 1 Pagi? Ini Alasan Otakmu Gagal Berhenti Scrolling

Terjebak FYP Sampai Jam 1 Pagi? Ini Alasan Otakmu Gagal Berhenti Scrolling

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Penjelasan KPU Soal Keabsahan Syarat Dokumen Gibran di Pemilu 2024

Penjelasan KPU Soal Keabsahan Syarat Dokumen Gibran di Pemilu 2024

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:38 WIB

Perang Harga Logistik Bikin Waswas, Menhub Kaji Tarif Minimum Angkutan Darat

Perang Harga Logistik Bikin Waswas, Menhub Kaji Tarif Minimum Angkutan Darat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Sustainability Tak Harus Rumit, Ini Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Keseharian

Sustainability Tak Harus Rumit, Ini Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Keseharian

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:11 WIB

×