Mengapa Keluarga Arya Daru Menyebut Nama Panglima TNI dalam Kasus Kematian Sang Diplomat?

Wakos Reza Gautama | Suara.com

Sabtu, 23 Agustus 2025 | 19:07 WIB
Mengapa Keluarga Arya Daru Menyebut Nama Panglima TNI dalam Kasus Kematian Sang Diplomat?
Subaryono (tengah), ayah Arya Daru Pangayunan dan kuasa hukum istri Arya Daru, menggelar konferensi pers, Sabtu (23/8/2025). [Youtube tvOneNews]

Suara.com - Misteri yang menyelimuti kematian diplomat muda Indonesia, Arya Daru Pangayunan, memasuki babak baru. Merasa tak berdaya dan dihadapkan pada situasi yang sulit, pihak keluarga secara resmi meminta perlindungan dan intervensi dari pucuk pimpinan negara.

Namun anehnya mengapa pihak keluarga Arya Daru Pangayunan menyebut-nyebut nama Panglima TNI dalam kasus kematian diplomat muda tersebut.

Dalam pernyataan di depan media, pihak keluarga Arya Daru tidak hanya menyebut nama Presiden, Kapolri,  Menteri Luar Negeri, tapi juga menyebut Panglima TNI.

Lalu apa hubungannya Panglima TNI dengan kasus ini? Mengapa pihak keluarga Arya Daru meminta perlindungan juga ke Panglima TNI?

Melalui kuasa hukum dan pernyataan langsung dari sang ayah, keluarga menyuarakan kebingungan dan kegelisahan mereka atas informasi simpang siur yang beredar. Mereka meyakini ada kejanggalan yang harus diusut tuntas oleh aparat negara secara serius dan transparan.

Dalam keterangan resminya, kuasa hukum dari istri almarhum, Meta Ayu Puspitantri, Dwi Librianto menggarisbawahi langkah hukum yang akan ditempuh.

Laporan polisi telah dibuat, dan kini keluarga akan melangkah lebih jauh dengan meminta perlindungan hukum secara formal kepada para pemimpin tertinggi di negeri ini, termasuk Panglima TNI.

"Saya akan mencoba mengemukakan beberapa hal terkait dengan kronologi yang keluarga dapatkan, tapi ini hanya sementara nanti kami akan sampaikan secara mendetail untuk minta perlindungan hukum kepada negara dalam hal ini Presiden lalu Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri luar negeri," ujar Dwi.

Penyebutan nama Panglima TNI dalam permohonan ini menjadi sorotan, mengindikasikan bahwa keluarga mungkin merasa kasus ini memerlukan penanganan lintas institusi dan tidak bisa dipandang sebagai kasus biasa.

Suara keputusasaan yang lebih dalam datang dari ayah kandung Arya Daru, Subaryono. Sebagai seorang mantan Aparatur Sipil Negara (ASN), sama seperti putranya, ia merasa berada dalam posisi yang sangat lemah dan kesulitan menghadapi tembok misteri yang begitu tebal.

Dengan kerendahan hati, ia memohon langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan atensi khusus pada kasus yang menimpa putranya.

"Maka kami mohon kepada pimpinan negara ini, kami mohon kepada yang terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia yang terhormat Bapak Prabowo Subianto. Kami mohon dengan rendah hati dan kami mohon setulus-tulusnya. Kami mohon Bapak bisa menginstruksikan, bisa menyampaikan kepada Kapolri, kepada Panglima TNI, kepada Menteri Luar Negeri agar supaya segera bisa menjelaskan kepada kami tentang misteri yang terjadi pada anak kami," ujar Subaryono.

Subaryono menegaskan bahwa kondisi keluarga saat ini benar-benar tidak berdaya. Informasi yang beredar sangat bervariasi dan membingungkan, membuat mereka tidak tahu lagi mana yang harus dipercaya.

Ia pun memberikan kesaksian mengenai karakter putranya, yang diyakininya tidak mungkin terlibat dalam hal-hal yang berujung pada kematian tragis tanpa sebab yang jelas.

"Sementara ini kami betul-betul tidak berdaya karena informasi beredar sangat bervariasi sehingga kami tidak tahu apa. Yang tahu saya adalah bahwa Daru di mata kami, di sepengetahuan kami adalah yang saya sampaikan tadi, dia pribadi yang mandiri, yang tanggung jawab dengan keluarga, dengan orang tuanya, dengan masyarakat dan tentu saja dengan tempat dia bekerja," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Audit Bukti Kasus Kematian Diplomat Muda Didorong Libatkan Tim Ahli Independen dan Akuntabel

Audit Bukti Kasus Kematian Diplomat Muda Didorong Libatkan Tim Ahli Independen dan Akuntabel

DPR | Rabu, 06 Agustus 2025 | 12:00 WIB

Kasus Kematian Diplomat Arya Daru Masih Janggal? DPR Desak Audit Forensik Independen

Kasus Kematian Diplomat Arya Daru Masih Janggal? DPR Desak Audit Forensik Independen

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 22:34 WIB

Penjaga Kos Ungkap Percakapan dengan Istri Arya Daru: Dia  Khawatir Banget

Penjaga Kos Ungkap Percakapan dengan Istri Arya Daru: Dia Khawatir Banget

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 11:44 WIB

Polisi Bungkam Soal Berita Arya Daru Jalan dengan Vara Sebelum Tewas

Polisi Bungkam Soal Berita Arya Daru Jalan dengan Vara Sebelum Tewas

Video | Selasa, 05 Agustus 2025 | 06:00 WIB

Kematian Arya Daru : Praktisi Hukum Ungkap Bukti Pembunuhan Senyap, Bantah Bunuh Diri!

Kematian Arya Daru : Praktisi Hukum Ungkap Bukti Pembunuhan Senyap, Bantah Bunuh Diri!

News | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 13:16 WIB

Terkini

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

News | Senin, 13 April 2026 | 23:00 WIB

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

News | Senin, 13 April 2026 | 22:48 WIB

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

News | Senin, 13 April 2026 | 22:30 WIB

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

News | Senin, 13 April 2026 | 22:11 WIB

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

News | Senin, 13 April 2026 | 22:05 WIB

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

News | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

News | Senin, 13 April 2026 | 21:06 WIB

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

News | Senin, 13 April 2026 | 20:54 WIB

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

News | Senin, 13 April 2026 | 20:47 WIB

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

News | Senin, 13 April 2026 | 20:39 WIB