Indonesia Darurat Sampah, KLH: Budaya Buang Sampah Sembarangan Biang Kerok

Muhammad Yunus | Suara.com

Selasa, 26 Agustus 2025 | 16:50 WIB
Indonesia Darurat Sampah, KLH: Budaya Buang Sampah Sembarangan Biang Kerok
Tumpukan sampah mencemari pantai Junti, Juntinyuat, Indramayu, Jawa Barat, Senin (4/8/2025) [Suara.com/ANTARA]

Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menargetkan mendaur ulang 33 ribu ton sampah plastik menjadi energi terbarukan.

Untuk mengurangi beban sampah di Indonesia yang saat ini dapat mencapai hampir 140 ribu ton setiap hari.

"Jadi, jumlah sampah saat ini dihasilkan oleh Indonesia satu harinya itu sekitar 140 ribu ton sampah yang dihasilkan, dan ditargetkan akan diolah melalui sistem waste to energy (limbah menjadi energi) itu sekitar 33 ribu ton sampah," kata Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun KLH/BPLH Ade Palguna Ruteka dalam gelar wicara, Selasa 26 Agustus 2025.

Ia menjelaskan untuk mendorong pengelolaan sampah plastik menjadi energi terbarukan, perusahaan juga diminta memanfaatkan sisa-sisa kemasannya menjadi reuse dry fuel (RDF) atau bahan bakar kering yang dapat digunakan kembali.

"Kami juga mendorong industri-industri yang menghasilkan plastik untuk mengambil kembali sisa kemasannya dan bisa dimanfaatkan untuk RDF jadi bahan bakar untuk digunakan dalam pengolahan semen dan sebagainya," ujar dia.

Ia mengemukakan Indonesia memiliki sekitar 16 pabrik semen di seluruh Indonesia dan rata-rata mereka menyerap RDF atau sisa plastik yang harus diolah dengan ukuran tertentu agar bisa digunakan sebagai bahan bakar di dalam industri semen tersebut.

Menurutnya, selama ini pengelolaan sampah plastik menjadi energi terbarukan masih belum optimal di Indonesia karena budaya membuang sampah pada tempatnya tidak dikenalkan sejak kecil di Indonesia.

"Sebenarnya lebih banyak karena kebiasaan kita dari kecil. Kita memang selama ini sudah diajarkan untuk membuang plastik atau sampah pada tempatnya, dan sebagainya, hanya belum menjadi budaya yang diikuti oleh semua orang bahwa kita harus bertanggung jawab terhadap sampah kita semua, sampah kita masing-masing," ucapnya.

Pengelolaan sampah di rumah tangga, ucap dia, seperti memisahkan antara bahan organik dan anorganik juga belum menjadi budaya di keluarga Indonesia, padahal bermanfaat besar apabila hal tersebut menjadi kebiasaan.

"Nah, kalau misalnya semua masyarakat itu sadar bahwa organik dan anorganik harus dipisah, berarti semua organik bisa dimanfaatkan untuk pupuk, pupuk cair, dan sebagainya, bisa digunakan untuk biogas dan sebagainya. Nah, yang anorganik bisa dimanfaatkan misalnya untuk membuat panel-panel, kemudian bisa juga untuk bahan bakar dan sebagainya," katanya.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Ade, angka pengelolaan sampah di Indonesia saat ini masih sekitar 39,1 persen, sedangkan 60 persen sampah lainnya belum terkelola, oleh karena itu, Indonesia harus mendorong pengelolaan sampah itu hingga 51,2 persen sampai akhir tahun 2025.

"Kemudian sampai 100 persen pada tahun 2029, sehingga masih banyak pekerjaan rumah buat kita untuk bisa mengurangi sampah di lingkungan, sehingga harus kita kelola sampai 100 persen sampah itu," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa yang Tertinggal Usai Demo Berujung Ricuh di Gedung DPR? Tumpukan Sampah Seberat 18,72 Ton

Apa yang Tertinggal Usai Demo Berujung Ricuh di Gedung DPR? Tumpukan Sampah Seberat 18,72 Ton

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 16:33 WIB

Merdeka dari Energi Fosil: Menyelamatkan Bumi dengan Energi Terbarukan

Merdeka dari Energi Fosil: Menyelamatkan Bumi dengan Energi Terbarukan

Your Say | Senin, 25 Agustus 2025 | 10:48 WIB

Hijau dari Rumah: Satu Pohon Tanaman Melawan Gunungan Sampah

Hijau dari Rumah: Satu Pohon Tanaman Melawan Gunungan Sampah

Your Say | Senin, 25 Agustus 2025 | 09:50 WIB

Terkini

Misteri Jasad Luka Leher di Sungai Jombang: Tertelungkup Tanpa Identitas, Diduga Bukan Warga Sekitar

Misteri Jasad Luka Leher di Sungai Jombang: Tertelungkup Tanpa Identitas, Diduga Bukan Warga Sekitar

News | Senin, 13 April 2026 | 13:43 WIB

Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?

Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:37 WIB

Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

News | Senin, 13 April 2026 | 13:36 WIB

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB

Ketergantungan Batu Bara Jadi Bom Waktu, IESR Desak Percepatan Transisi Ekonomi

Ketergantungan Batu Bara Jadi Bom Waktu, IESR Desak Percepatan Transisi Ekonomi

News | Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB

Tiba di Moskow, Ini Agenda Prabowo Selama Kunker di Rusia

Tiba di Moskow, Ini Agenda Prabowo Selama Kunker di Rusia

News | Senin, 13 April 2026 | 13:23 WIB

JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

News | Senin, 13 April 2026 | 13:10 WIB

Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf: Nikmati Harga Bensin Saat Ini

Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf: Nikmati Harga Bensin Saat Ini

News | Senin, 13 April 2026 | 13:08 WIB

Tito Karnavian Ungkap Fakta: Angka Kemiskinan di Papua Masih di Atas Rata-Rata Nasional

Tito Karnavian Ungkap Fakta: Angka Kemiskinan di Papua Masih di Atas Rata-Rata Nasional

News | Senin, 13 April 2026 | 13:07 WIB

Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?

Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?

News | Senin, 13 April 2026 | 12:54 WIB