PKS Kecam Kematian Driver Ojol Terlindas Rantis Brimob: Jangan Cukup Maaf, Tegakkan Hukum Adil!

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 11:43 WIB
PKS Kecam Kematian Driver Ojol Terlindas Rantis Brimob: Jangan Cukup Maaf, Tegakkan Hukum Adil!
Sekretaris Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid. [pks.id]

Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyampaikan duka cita mendalam dan sikap tegas menyusul wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol), yang menjadi korban terlindas kendaraan taktis Brimob saat demo di Pejompongan, Jakarta Pusat.

PKS menyerukan agar insiden tragis ini diusut tuntas dengan penegakan hukum yang adil, transparan, dan tanpa celah impunitas.

Sekretaris Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, menyebut peristiwa ini sebagai tragedi yang sangat melukai rasa keadilan masyarakat.

"Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum Affan Kurniawan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah beliau, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," kata Kholid kepada wartawan, Jumat (29/8/2025).

Lebih lanjut, Kholid menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh hanya berakhir dengan permintaan maaf dari Kapolri.

PKS mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera bertindak tegas, mengusut tuntas, menindak, dan menghukum anggotanya yang terlibat sesuai hukum yang berlaku.

"Kehilangan nyawa seorang warga negara bukanlah perkara sepele. Aparat Penegak Hukum harus menunjukkan keberpihakan dengan menegakkan keadilan seadil-adilnya. Tidak boleh ada impunitas bagi siapapun yang lalai atau bersalah," tegas Kholid.

PKS juga menuntut adanya perubahan signifikan dalam pendekatan pengamanan unjuk rasa di masa mendatang.

Kholid mendesak agar aparat penegak hukum selalu mengedepankan pendekatan yang persuasif, dialogis, dan humanis.

Baca Juga: Kisah Pilu Affan Kurniawan, Tulang Punggung 7 Anggota Keluarga

Viral rekaman suara polisi dalam mobil rantis pasca tewasnya driver ojol di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. (tangkapan layar/ist)
Viral rekaman suara polisi dalam mobil rantis pasca tewasnya driver ojol di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. (tangkapan layar/ist)

"Aparat bukan hanya penjaga ketertiban dan keamanan, mereka adalah pelindung rakyat. Jangan sampai cara-cara represif yang berlebihan justru merusak kepercayaan publik," kata dia.

"Polisi harus hadir melindungi warga negara, bukan melukai apalagi sampai menghilangkan nyawa warga," Kholid menambahkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Affan Kurniawan meninggal dunia usai ditabrak kendaraan taktis atau rantis milik Brimob saat demo berujung ricuh di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Affan sempat dibawa ke Rumah Sakit Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Sedangkan satu lagi mengalami patah kaki dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Pelni Jakarta Barat Bernama Moh Umar Amarudin.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?