Seorang warganet mengungkapkan bahwa Sahroni sebenarnya sudah mendapat informasi mengenai potensi penjarahan sehari sebelumnya melalui grup RT, sehingga dia bisa melakukan langkah antisipatif.
Menurut informasi tersebut, Sahroni sudah memindahkan koleksi moge dan barang mewahnya ke dalam container di kawasan Priok agar tetap aman dari amukan massa.
Langkah ini memastikan bahwa sebagian besar aset bernilai tinggi tetap terjaga dan tidak ikut hilang dalam penjarahan.
Meski rumahnya dijarah, Sahroni sejatinya masih memiliki harta kekayaan dalam jumlah yang sangat besar, jauh di atas rata-rata pejabat pada umumnya.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per Februari 2025, total harta bersih yang dilaporkan mencapai Rp328.914.784.272.
Jumlah tersebut terdiri dari berbagai jenis aset mulai dari properti, kendaraan, logam mulia, barang seni, hingga kas dan setara kas.
Dalam laporan tersebut, Sahroni memiliki 19 aset tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp139,5 miliar yang tersebar di Jakarta dan Bali.
Selain itu, dia juga tercatat memiliki 28 unit kendaraan dengan total nilai mencapai Rp38,1 miliar.
Mulai dari mobil mewah Porsche 911 Turbo S, beberapa unit Mercedes-Benz, Ferrari, hingga motor besar Harley-Davidson.
Baca Juga: Setelah Rumah Ahmad Sahroni Diamuk Massa, Eko Patrio Minta Maaf Soal Aksi Jogetnya
Harta bergerak lainnya, termasuk koleksi barang seni, logam mulia, dan barang antik, tercatat mencapai Rp107,7 miliar.
Sahroni juga memiliki surat berharga senilai Rp60 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp78,3 miliar yang membuat posisinya tetap aman secara finansial.
Dari total harta yang dimiliki, Sahroni juga melaporkan utang senilai Rp34,9 miliar, sehingga total harta bersih tetap berada di angka fantastis lebih dari Rp328 miliar.
Semua laporan harta tersebut sudah disampaikan secara resmi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sesuai aturan penyelenggara negara.
Banyak pihak menyoroti kontras antara aksi penjarahan di rumahnya dengan fakta bahwa Sahroni tetap memiliki banyak aset yang sudah diamankan.
Sebagian besar warga menilai langkah antisipatif Sahroni cukup efektif untuk menyelamatkan aset bernilai tinggi dari kerusakan dan kehilangan total.