Satu Rumah Dijarah, Ahmad Sahroni Masih Punya Aset Ratusan Miliar yang Sudah Diamankan

Yazir F | Suara.com

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 21:47 WIB
Satu Rumah Dijarah, Ahmad Sahroni Masih Punya Aset Ratusan Miliar yang Sudah Diamankan
Satu Rumah Dijarah, Sahroni Masih Punya Banyak Aset yang Sudah Diamankan (instagram)

Suara.com - Rumah milik anggota DPR, Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara, digeruduk dan dijarah oleh massa yang datang dari berbagai wilayah.

Sejumlah warga menyebutkan bahwa massa tidak seluruhnya berasal dari lingkungan sekitar.

Dalam aksi penjarahan yang terjadi pada Sabtu, 30 Agustus 2025, ada yang datang dari Bahari, Cilincing, hingga Kemayoran.

Sari, salah seorang warga sekitar, mengatakan awalnya masyarakat hanya berniat melakukan aksi unjuk rasa di rumah tersebut.

Namun situasi berubah ketika kelompok massa lain mulai merusak dan menjarah isi rumah.

"Kemarin nggak ada, nggak dateng kayak begini. Kalau kayak gini emang udah niat penjarahan. Kita tadinya cuma ngedemo doang, nggak kayak gini," ujar Sari.

Penjarahan yang terjadi dipicu oleh kemarahan massa terkait pernyataan kontroversial Sahroni pada 22 Agustus 2025.

Dalam pernyataanya, polisi partai NasDem itu menyebut "orang yang bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia."

Pernyataan Sahroni memicu gelombang demonstrasi yang menyoroti kinerja DPR.

Massa menuntut agar DPR membatalkan kenaikan tunjangan, berujung tewasnya driver ojek online Affan Kurniawan.

Pernyataan Sahroni dianggap menyinggung dan merendahkan aspirasi masyarakat, sehingga memicu kemarahan yang berujung pada penjarahan.

Aksi penjarahan tidak hanya merusak properti rumah, tetapi juga mengakibatkan hilangnya sejumlah barang berharga milik Sahroni.

Barang-barang yang dijarah antara lain perabotan rumah tangga, kursi, meja, kulkas, AC, mesin cuci, serta dokumen penting seperti ijazah, sertifikat tanah, kartu keluarga, dan surat keterangan kepolisian.

Mobil yang terparkir di rumah Sahroni juga ikut dirusak oleh massa, termasuk beberapa koleksi mobil mewah dan kendaraan klasik.

Selain itu, massa menjarah koleksi action figure Iron Man milik Sahroni yang bernilai ratusan juta rupiah.

Seorang warganet mengungkapkan bahwa Sahroni sebenarnya sudah mendapat informasi mengenai potensi penjarahan sehari sebelumnya melalui grup RT, sehingga dia bisa melakukan langkah antisipatif.

Menurut informasi tersebut, Sahroni sudah memindahkan koleksi moge dan barang mewahnya ke dalam container di kawasan Priok agar tetap aman dari amukan massa.

Langkah ini memastikan bahwa sebagian besar aset bernilai tinggi tetap terjaga dan tidak ikut hilang dalam penjarahan.

Meski rumahnya dijarah, Sahroni sejatinya masih memiliki harta kekayaan dalam jumlah yang sangat besar, jauh di atas rata-rata pejabat pada umumnya.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per Februari 2025, total harta bersih yang dilaporkan mencapai Rp328.914.784.272.

Jumlah tersebut terdiri dari berbagai jenis aset mulai dari properti, kendaraan, logam mulia, barang seni, hingga kas dan setara kas.

Dalam laporan tersebut, Sahroni memiliki 19 aset tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp139,5 miliar yang tersebar di Jakarta dan Bali.

Selain itu, dia juga tercatat memiliki 28 unit kendaraan dengan total nilai mencapai Rp38,1 miliar.

Mulai dari mobil mewah Porsche 911 Turbo S, beberapa unit Mercedes-Benz, Ferrari, hingga motor besar Harley-Davidson.

Harta bergerak lainnya, termasuk koleksi barang seni, logam mulia, dan barang antik, tercatat mencapai Rp107,7 miliar.

Sahroni juga memiliki surat berharga senilai Rp60 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp78,3 miliar yang membuat posisinya tetap aman secara finansial.

Dari total harta yang dimiliki, Sahroni juga melaporkan utang senilai Rp34,9 miliar, sehingga total harta bersih tetap berada di angka fantastis lebih dari Rp328 miliar.

Semua laporan harta tersebut sudah disampaikan secara resmi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sesuai aturan penyelenggara negara.

Banyak pihak menyoroti kontras antara aksi penjarahan di rumahnya dengan fakta bahwa Sahroni tetap memiliki banyak aset yang sudah diamankan.

Sebagian besar warga menilai langkah antisipatif Sahroni cukup efektif untuk menyelamatkan aset bernilai tinggi dari kerusakan dan kehilangan total.

Kontributor : Chusnul Chotimah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:18 WIB

Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR

Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:25 WIB

KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!

KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:18 WIB

Diperas Rp 300 Juta oleh 4 Pegawai KPK Gadungan, Ahmad Sahroni Tegaskan Tak Ada Ancaman

Diperas Rp 300 Juta oleh 4 Pegawai KPK Gadungan, Ahmad Sahroni Tegaskan Tak Ada Ancaman

News | Jum'at, 10 April 2026 | 18:50 WIB

Kronologi Pemerasan Sahroni: Didatangi di DPR, Diminta Rp 300 Juta, Dijebak hingga Ditangkap!

Kronologi Pemerasan Sahroni: Didatangi di DPR, Diminta Rp 300 Juta, Dijebak hingga Ditangkap!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 17:01 WIB

Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Rp 300 Juta oleh Oknum yang Mengatasnamakan KPK

Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Rp 300 Juta oleh Oknum yang Mengatasnamakan KPK

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:27 WIB

Pimpinan Komisi III Ahmad Sahroni Jadi Korban Pemerasan, Pelaku Catut Nama KPK Minta Rp300 Juta!

Pimpinan Komisi III Ahmad Sahroni Jadi Korban Pemerasan, Pelaku Catut Nama KPK Minta Rp300 Juta!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 14:09 WIB

Amsal Sitepu Bebas, Ahmad Sahroni Ingatkan Nasib Terdakwa Lain: Kejagung Harus Bertindak

Amsal Sitepu Bebas, Ahmad Sahroni Ingatkan Nasib Terdakwa Lain: Kejagung Harus Bertindak

News | Senin, 06 April 2026 | 13:32 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset, Sahroni Wanti-wanti Jangan Jadi Ajang 'Abuse of Power' dan Hengky-Pengky

Bahas RUU Perampasan Aset, Sahroni Wanti-wanti Jangan Jadi Ajang 'Abuse of Power' dan Hengky-Pengky

News | Senin, 06 April 2026 | 12:27 WIB

Anggap Anies Murni Silaturahmi ke Cikeas Tanpa Niat Politik, Sahroni: Capres Masih Lama

Anggap Anies Murni Silaturahmi ke Cikeas Tanpa Niat Politik, Sahroni: Capres Masih Lama

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:27 WIB

Terkini

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:35 WIB

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:18 WIB

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:07 WIB

Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan

Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:06 WIB

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:03 WIB