Geger Puisi 'AMUK' UAS, Kritik Keras Pemerintah: Orang Lapar, Jangan Disuruh Sabar!

Budi Arista Romadhoni

Minggu, 31 Agustus 2025 | 07:41 WIB
Geger Puisi 'AMUK' UAS, Kritik Keras Pemerintah: Orang Lapar, Jangan Disuruh Sabar!
Ustadz Abdul Somad membuat puisi yang penuh makna. [Instagram]

Suara.com - Pendakwah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) kembali menjadi sorotan publik setelah mengunggah sebuah tulisan berbentuk puisi berjudul "AMUK" di akun Instagram resminya, @ustadzabdulsomad_official.

Puisi tersebut dengan cepat viral dan memicu beragam reaksi karena isinya yang sarat dengan kritik tajam terhadap kondisi sosial politik di Indonesia.

Tak hanya menyentil janji-janji pemerintah yang tak kunjung terealisasi, puisi "AMUK" juga secara eksplisit menyeret nama tiga tokoh publik yang kini duduk di parlemen: Uya Kuya, Eko Patrio, dan Ahmad Sahroni.

Melalui bait-bait yang lugas dan metafora yang menusuk, UAS menyuarakan kekecewaan masyarakat yang telah lama terpendam. Ia menggambarkan kemarahan publik yang terakumulasi bak "ikan buntal" yang siap meledak.

"Kemarahan yang mengkristal. Terus menggumpal. Seperti ikan buntal. Pecah terpental. Berakibat fatal," tulis UAS dalam salah satu baitnya.

Sorotan utama dari puisi ini adalah penyebutan tiga nama politisi dan figur publik. "Uya, Eko dan Sahroni hanya lagi sial. Hari sial yang tak punya tanggal," lanjut tulisan itu.

Penyebutan ini sontak menjadi perbincangan hangat, mengaitkan puisi tersebut dengan situasi politik terkini yang melibatkan ketiganya.

Dalam unggahannya, UAS menyertakan foto yang menunjukkan kerumunan massa, yang oleh beberapa media diidentifikasi sebagai momen saat kediaman Ahmad Sahroni digeruduk massa beberapa waktu lalu.

Hal ini seakan memperkuat konteks kritik yang ingin disampaikan UAS.

baca juga

Sentilan Keras Janji Pemerintah dan Isu Tiga Periode

Puisi "AMUK" tak berhenti di situ. UAS dengan gamblang mengkritik sejumlah janji pemerintah yang dianggapnya hanya pemanis di masa kampanye.

Mulai dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang disebut memanjakan, hingga janji mobil Esemka dan 19 juta lapangan kerja yang tak kunjung tiba.

"Masyarakat sudah lama kecewa. Mereka dimiskinkan tapi tidak gila. Dimanjakan BLT tiap pilpres dan pilkada. Janji-janji semata. Esemka tak kunjung tiba," tulis UAS.

Isu sensitif mengenai wacana perpanjangan masa jabatan presiden juga tak luput dari sindiran pedasnya. UAS menuding adanya nafsu politik untuk melanggengkan kekuasaan, bahkan dengan mengorbankan konstitusi demi kepentingan keluarga.

"Katanya tak ada nafsu politika. Nyatanya mintak periode ketiga. Konstitusi diperkosa. Demi anak menantu berkuasa," demikian bunyi salah satu bait paling tajam dalam puisi tersebut.

UAS juga menyoroti berbagai persoalan lain yang membuat publik muak, mulai dari isu ijazah palsu, peran buzzer yang meresahkan, hingga beban pajak yang dianggap terlalu banyak. Ia menyuarakan aspirasi rakyat kecil yang sesungguhnya sederhana.

"Masyarakat tidak minta banyak. Beri jalan yang layak. Anak sekolah murah dan enak. Tamat sekolah kerja tampak. Kalau sakit berobat tak tebayak. Jangan terlalu banyak pajak. Buzzer jangan diternak," tulisnya.

Di akhir puisinya, UAS memberikan peringatan keras bahwa kesabaran rakyat ada batasnya. Menurutnya, orang yang lapar tidak bisa hanya diberi nasihat untuk bersabar, karena bisa berujung pada tindakan yang lebih nekat.

"Orang lapar. Jangan disuruh sabar. Bisa makin sangar. Menjarah dan membakar," tutup puisi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan puisi "AMUK" telah dibanjiri ribuan komentar dari warganet, memicu diskusi luas mengenai kondisi pemerintahan dan arah bangsa.

Puisi ini menjadi salah satu bentuk kritik sosial dan politik yang kuat, menggunakan sastra sebagai medium untuk menyuarakan kegelisahan publik.

Berikut puisi yang dibuar UAS:

AMUK
Oleh : UAS

Mengamuk seperti nyamuk
Ramai berdengung dan menusuk
Pernah membunuh namrudz terkutuk
400 tahun berkuasa di pucuk
Tumbang jatuh terkulai membusuk
Seperti batang kayu lapuk
Nampak kokoh padahal remuk

Kemarahan yang mengkristal
Terus menggumpal
Seperti ikan buntal
Pecah terpental
Berakibat fatal
Uya, Eko dan Sahroni hanya lagi sial
Hari sial yang tak punya tanggal

Masyarakat sudah lama kecewa
Mereka dimiskinkan tapi tidak gila
Dimanjakan BLT tiap pilpres dan pilkada
Janji-janji semata
Esemka tak kunjung tiba
Investor katanya antri ternyata tak ada
Katanya tak ada nafsu politika
Nyatanya mintak periode ketiga
Konstitusi diperkosa
Demi anak menantu berkuasa
Janji dan bohong semakin nyata
19 juta lapangan kerja
Tak kunjung tiba
Luka semakin menganga
Bertambah sakit kepala
Dari ijazah palsu sampai fufufafa
Jenuh, muak, bosan, nyaris putus asa

Masyarakat tidak minta banyak
Beri jalan yang layak
Anak sekolah murah dan enak
Tamat sekolah kerja tampak
Kalau sakit berobat tak tebayak
Jangan terlalu banyak pajak
Buzzer jangan diternak

Orang lapar
Jangan disuruh sabar
Bisa makin sangar
Menjarah dan membakar
Berikan solusi segar bukan kelakar
Tunjuk ajar supaya pintar
Agar hidup menjadi benar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Garasi Mobil Rahasia Ditemukan Massa, 8 Mobil Mewah Ahmad Sahroni Hancur Kena Amuk

Garasi Mobil Rahasia Ditemukan Massa, 8 Mobil Mewah Ahmad Sahroni Hancur Kena Amuk

Entertainment | Minggu, 31 Agustus 2025 | 07:20 WIB

Harga Fantastis Patung Ironman Mark 7 Life Size Milik Ahmad Sahroni, Berakhir Dimutilasi Warga

Harga Fantastis Patung Ironman Mark 7 Life Size Milik Ahmad Sahroni, Berakhir Dimutilasi Warga

Lifestyle | Minggu, 31 Agustus 2025 | 07:00 WIB

Rumah Dijarah, Uya Kuya Tetap Sampaikan Maaf: Beri Saya Kesempatan Sekali Lagi

Rumah Dijarah, Uya Kuya Tetap Sampaikan Maaf: Beri Saya Kesempatan Sekali Lagi

Entertainment | Minggu, 31 Agustus 2025 | 07:00 WIB

Terkini

Andre Rosiade Curiga Promosi ke Super League Sudah Diatur, Minta Championship Berjalan Adil

Andre Rosiade Curiga Promosi ke Super League Sudah Diatur, Minta Championship Berjalan Adil

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:43 WIB

Minyak Rusia Masuk Cadangan Energi RI, Pemerintah Siapkan Tameng Hadapi Gejolak Pasokan Global

Minyak Rusia Masuk Cadangan Energi RI, Pemerintah Siapkan Tameng Hadapi Gejolak Pasokan Global

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:42 WIB

Di Balik Layar Kaca: Rahasia Mengapa Kita Merasa Hampa Meski Selalu Terkoneksi

Di Balik Layar Kaca: Rahasia Mengapa Kita Merasa Hampa Meski Selalu Terkoneksi

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:41 WIB

9 Hari Mencekam! Kisah Wanita di Bekasi Lolos dari Penyekapan Pacar yang Cemburu Buta

9 Hari Mencekam! Kisah Wanita di Bekasi Lolos dari Penyekapan Pacar yang Cemburu Buta

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:40 WIB

Review Secrets of the Broken House: Misteri Pembunuhan yang Penuh Kejutan

Review Secrets of the Broken House: Misteri Pembunuhan yang Penuh Kejutan

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:35 WIB

Tips Memilih Lipstik untuk Bibir Kering, Biar Tetap Nyaman dan Gak Pecah-Pecah

Tips Memilih Lipstik untuk Bibir Kering, Biar Tetap Nyaman dan Gak Pecah-Pecah

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:35 WIB

DPR Siapkan Panja Khusus Awasi Program MBG, Ini Alasannya

DPR Siapkan Panja Khusus Awasi Program MBG, Ini Alasannya

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:32 WIB

Gelap Mata karena Tunangan Digoda: Sabetan Samurai Pemuda Lumajang Berakhir 12 Jahitan

Gelap Mata karena Tunangan Digoda: Sabetan Samurai Pemuda Lumajang Berakhir 12 Jahitan

Jatim | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:32 WIB

Sihir Messi Sampai ke Bogor: Cerita Warga Ciampea Terharu Emosi di Alun-Alun Tegar Beriman

Sihir Messi Sampai ke Bogor: Cerita Warga Ciampea Terharu Emosi di Alun-Alun Tegar Beriman

Bogor | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:22 WIB

Bukan Bebas, Kejagung Pastikan Febrie Adriansyah Tetap Tersangka Usai Pelimpahan dari Polri

Bukan Bebas, Kejagung Pastikan Febrie Adriansyah Tetap Tersangka Usai Pelimpahan dari Polri

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:22 WIB

×