Pengamat: Demo dan Penjarahan Rumah DPR Bukan Ditunggangi, Tapi Puncak Kemarahan Rakyat

Andi Ahmad S

Senin, 01 September 2025 | 14:20 WIB
Pengamat: Demo dan Penjarahan Rumah DPR Bukan Ditunggangi, Tapi Puncak Kemarahan Rakyat
ilustrasi demo (Suara.com/Alfian Winanto)

Suara.com - Rentetan demonstrasi yang berujung anarkis hingga penjarahan kediaman sejumlah anggota DPR RI bukanlah sekadar gerakan yang ditunggangi oleh kelompok kepentingan.

Menurut Pengamat Politik, Yusfitriadi, fenomena ini adalah manifestasi murni dari akumulasi kemarahan dan kekecewaan publik terhadap negara.

Ia menilai, apa yang terjadi di jalanan dalam beberapa hari terakhir merupakan cerminan dari krisis kepercayaan yang mendalam terhadap tiga pilar utama negara.

Yusfitriadi menegaskan bahwa akar masalah dari gejolak sosial ini adalah hilangnya kepercayaan publik.

Gerakan massa yang terjadi secara sporadis di berbagai daerah menunjukkan adanya persoalan fundamental dalam hubungan antara rakyat dan para penyelenggara negara.

"Melihat konsolidasi dan gerakan mahasiswa dan rakyat kemarin saya melihat murni sebuah akumulasi krisis legitimasi masyarakat terhadap penyelenggara negara, apakah itu parlemen, pemerintah maupun lembaga penegak hukum," katanya, Senin, 1 September 2025.

Meski tak menampik kemungkinan adanya pihak yang mencoba memanfaatkan situasi, Yusfitriadi mengingatkan agar pemerintah tidak berlindung di balik narasi 'penunggang' atau 'penyusup' untuk mendelegitimasi gerakan rakyat.

Menurutnya, narasi semacam itu justru mengaburkan substansi masalah yang sebenarnya.

"Andaipun ada orang-oramg atau kelompok yang memanfaatkan gerakan rakyat tersebut untuk kepntingan-kepentingan lain saya pikir kondisi itu tidak bisa dihindarkan. Sehingga jangan selalu dinarasikan dominan tunggangannya," tegasnya.

baca juga

Ia mendesak agar pemerintah, baik dari sisi legislatif, eksekutif, maupun yudikatif, melakukan introspeksi mendalam alih-alih menyalahkan masyarakat.

Kemarahan publik, menurut Yusfitriadi, tidak muncul dalam ruang hampa. Ada serangkaian pemicu nyata yang berasal dari perilaku elite dan kebijakan yang tidak populis.

Pemicu-pemicu inilah yang menjadi bahan bakar utama dari gelombang protes massa.

"Bagaimana bisa kita katakan ada desain teroganisir untuk kepentingan tertentu, triggernya perilaku dan mentalitas buruk beberapa anggota legislatif, berbagai kebijkan negara yang menyakiti hari rakyat, dalam prosesnya ada penangkapan dan pemukulan berbagai aktifis mahasiswa, bahkan penggilasan ojol oleh aparat negara," jelasnya.

Puncak dari kekecewaan ini, lanjutnya, adalah ketika berbagai tuntutan dan penolakan terhadap kebijakan kontroversial sama sekali tidak didengar oleh pemerintah dan DPR.

Ketika jalur aspirasi formal terasa buntu, maka jalanan menjadi satu-satunya pilihan yang tersisa bagi rakyat.

"Tuntutan yang selama ini dalam berbagai kebijakan tidak didengar oleh DPR RI atau Pemerintah. Sehingga siapapun akan bergerak dan terpanggil untuk turun ke jalan. Bahkan dinamika ini terjadi tidak hanya di jakarta, tapi dibeberpa provinsi atau kabupaten / kota di Indonesia," jelas dia.

Kontributor : Egi Abdul Mugni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pernyataan Sri Mulyani Usai Rumahnya Dijarah Massa, Singgung Kualitas Demokrasi

Pernyataan Sri Mulyani Usai Rumahnya Dijarah Massa, Singgung Kualitas Demokrasi

News | Senin, 01 September 2025 | 14:16 WIB

Netizen Berbalik Kasihan ke Uya Kuya, Video Joget Kegirangan Gaji Rp 3 Juta Sehari Ternyata Editan

Netizen Berbalik Kasihan ke Uya Kuya, Video Joget Kegirangan Gaji Rp 3 Juta Sehari Ternyata Editan

Entertainment | Senin, 01 September 2025 | 14:05 WIB

Apakah Gas Air Mata Bisa Sebabkan Kematian? Begini Faktanya

Apakah Gas Air Mata Bisa Sebabkan Kematian? Begini Faktanya

Lifestyle | Senin, 01 September 2025 | 14:04 WIB

Profil Zack Lee, Kontrakan Mantan Suami Nafa Urbach Jadi Korban Penjarahan Salah Sasaran

Profil Zack Lee, Kontrakan Mantan Suami Nafa Urbach Jadi Korban Penjarahan Salah Sasaran

Lifestyle | Senin, 01 September 2025 | 13:55 WIB

Heboh Ramalan Hard Gumay Setahun Lalu Soal Karier Politik Uya Kuya, Benar-benar Terbukti?

Heboh Ramalan Hard Gumay Setahun Lalu Soal Karier Politik Uya Kuya, Benar-benar Terbukti?

Entertainment | Senin, 01 September 2025 | 13:44 WIB

Usai Dijarah, Rumah Uya Kuya Jadi Spot Foto Warga: Antara Penasaran dan Kasihan

Usai Dijarah, Rumah Uya Kuya Jadi Spot Foto Warga: Antara Penasaran dan Kasihan

Entertainment | Senin, 01 September 2025 | 13:22 WIB

Terkini

Ogah Buru-buru Aktifkan SPP SMA/SMK, Dedi Mulyadi Pilih Benahi Pengelolaan Dana BOS

Ogah Buru-buru Aktifkan SPP SMA/SMK, Dedi Mulyadi Pilih Benahi Pengelolaan Dana BOS

Jabar | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:01 WIB

Maut Menjemput Usai MPLS: Tabrakan Beruntun 4 Motor Pelajar di Ngawi, Satu Siswa SMK Tewas

Maut Menjemput Usai MPLS: Tabrakan Beruntun 4 Motor Pelajar di Ngawi, Satu Siswa SMK Tewas

Jatim | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:01 WIB

BRI Peduli Salurkan Ratusan Paket Sembako Lewat Gereja di Sulawesi Utara

BRI Peduli Salurkan Ratusan Paket Sembako Lewat Gereja di Sulawesi Utara

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:59 WIB

Dari Pekerja Migran Jadi Pengusaha, Rosyidah Kembangkan UMKM Olahan Hasil Laut Bersama BRI

Dari Pekerja Migran Jadi Pengusaha, Rosyidah Kembangkan UMKM Olahan Hasil Laut Bersama BRI

Bali | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:59 WIB

Kasus Suap Ubah Opini WDP ke WTP, Anggota BPK Bobby Tak Banyak Bicara usai Diperiksa KPK

Kasus Suap Ubah Opini WDP ke WTP, Anggota BPK Bobby Tak Banyak Bicara usai Diperiksa KPK

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:58 WIB

BRI Dampingi Rosyidah Wujudkan Mimpi Membangun Usaha Olahan Laut di Pesisir Indramayu

BRI Dampingi Rosyidah Wujudkan Mimpi Membangun Usaha Olahan Laut di Pesisir Indramayu

Jawa Tengah | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:52 WIB

Lampung ke Bandung Kini Sejauh Kedipan Mata: Wings Air Resmi Buka Rute Langsung Tiap Hari

Lampung ke Bandung Kini Sejauh Kedipan Mata: Wings Air Resmi Buka Rute Langsung Tiap Hari

Lampung | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:51 WIB

Nasib Merek Mobil Jepang Terancam, Toyota Ajak Honda Hingga Nissan Bersatu Hadapi Mobil China

Nasib Merek Mobil Jepang Terancam, Toyota Ajak Honda Hingga Nissan Bersatu Hadapi Mobil China

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:50 WIB

Kisah Rosyidah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Bangun UMKM Olahan Laut di Indramayu

Kisah Rosyidah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Bangun UMKM Olahan Laut di Indramayu

Sulsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:49 WIB

Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang Gurih dan Empuk!

Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang Gurih dan Empuk!

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:48 WIB

×