5 Kronologi Demo Protes Tunjangan DPR Meluas Jadi Aksi Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni cs

Sumarni

Selasa, 02 September 2025 | 10:00 WIB
5 Kronologi Demo Protes Tunjangan DPR Meluas Jadi Aksi Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni cs
Ilustrasi Kronologi Demo Protes Tunjangan DPR Meluas Jadi Aksi Penjarahan. (pexels.com/Muhammad Renaldi)
Baca 10 detik
  • Demo bermula dari protes terhadap tunjangan anggota DPR, yang disebarkan lewat pesan berantai oleh kelompok Revolusi Rakyat Indonesia dan diikuti ribuan massa.
  • Aksi awalnya damai namun berubah ricuh setelah kematian pengemudi ojol Affan Kurniawan dalam insiden dengan kendaraan Brimob, memicu kemarahan publik.
  • Kerusuhan meluas ke penjarahan, dipicu kabar anggota DPR melarikan diri ke luar negeri, dan rumah-rumah tokoh publik pun menjadi sasaran amuk massa.

Aksi Demonstrasi yang terjadi di Jakarta dan sejumlah kota di Indonesia masih berlanjut sejak pertama kali pecah pada Senin (25/8/2025).

Aksi unjuk rasa ini sejatinya untuk memprotes kebijakan tentang tunjangan anggota DPR.

Namun, pada akhirnya aksi tersebut malah berujung pada kerusuhan hingga penjarahan di berbagai lokasi.

Lalu sebenarnya bagaimana kronologi demo protes tunjangan DPR yang akhirnya meluas jadi aksi penjarahan?

Simak ulasannya yang sudah dirangkum berikut ini.

1. Bermula dari Pesan Berantai di Grup WA

Ilustrasi Kronologi Demo Protes Tunjangan DPR Meluas Jadi Aksi Penjarahan.
Ilustrasi Kronologi Demo Protes Tunjangan DPR Meluas Jadi Aksi Penjarahan.

Suara.com - Seruan demo yang berlangsung pada 25 Agustus, pertama kali muncul dari pesan berantai di grup Whatsapp.

Pesan yang dibagi satu pekan sebelum aksi terjadi itu kemudian meluas ke media sosial hingga akhirnya bisa diakses oleh masyarakat awam. 

Seruan untuk melakukan aksi itu dimulai oleh kelompok yang menamakan diri sebagai Revolusi Rakyat Indonesia. 

baca juga

Lewat pesan itu, mereka mengajak buruh, petani, dan mahasiswa untuk turun ke jalan.

Sementara tuntutan utama dari ajakan aksi massa itu adalah tentang tunjangan DPR yang memang sedang ramai disorot publik.

2. Dihadiri Ribuan Massa

Ilustrasi Kronologi Demo Protes Tunjangan DPR Meluas Jadi Aksi Penjarahan.
Ilustrasi Kronologi Demo Protes Tunjangan DPR Meluas Jadi Aksi Penjarahan.

Meski diawali dari pesan berantai, nyatanya pada hari pelaksanaan, ribuan massa dari berbagai kalangan tanpa identitas kelompok benar-benar turun ke jalan. 

Sayangnya, unjuk rasa yang berlangsung sampai malam seolah tidak digubris oleh anggota DPR karena tak ada satu pun yang menemui massa.

Pada pukul 21.15 WIB terjadi bentrok antara polisi dan massa di kawasan kolong jembatan layang Pejompongan, Jakarta.

Polda Metro Jaya bahkan mengamankan 169 pelajar yang ikut dalam demo di kawasan Gedung MPR/DPR/DPD itu.

3. Demo Serikat Buruh

Ilustrasi Kronologi Demo Protes Tunjangan DPR Meluas Jadi Aksi Penjarahan.
Ilustrasi Kronologi Demo Protes Tunjangan DPR Meluas Jadi Aksi Penjarahan.

Demo kemudian berlanjut pada Kamis, (28/8/2025) atas inisiasi Serikat Buruh yang mengajukan tuntutan berbeda.

Massa pada aksi ini mengajukan enam tuntutan, mulai dari penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, stop PHK, percepatan pembahasan RUU Ketenagakerjaan, RUU Perampasan Aset, dan meminta DPR merevisi UU Pemilihan Umum atau Pemilu.

Awalnya aksi ini berlangsung damai dan berakhir pada pukul 12 siang sampai datang gelombang massa dari mahasiswa dan massa berseragam sekolah ke sekitar gedung DPR. 

Kali ini massa menuntut pembubaran DPR serta pencabutan tunjangan anggota dewan yang diduga mencapai Rp 100 juta per bulan.

4. Puncak Demo

Ilustrasi Kronologi Demo Protes Tunjangan DPR Meluas Jadi Aksi Penjarahan.
Ilustrasi Kronologi Demo Protes Tunjangan DPR Meluas Jadi Aksi Penjarahan.

Puncak kericuhan demo ini pecah saat kendaraan taktis Brigade Mobil atau Brimob melindas Affan Kurniawan, seorang pengemudi online yang sedang mengantarkan orderan.

Kematian Affan menyulut kemarahan publik dan membuat para pengemudi ojek online seketika ramai-ramai mengepung Mako Brimob Polda Metro Jaya, di Kwitang, Jakarta Pusat. 

Aksi yang berlangsung hingga keesokan paginya ini meluas ke sejumlah kota di Indonesia.

Pada malam, 29 Agustus 2025 terjadi bentrok antara massa dan aparat di mana gas air mata ditembakkan ke arah pendemo.

Akibatnya massa membalas dengan membakar sejumlah gedung seperti gedung DPRD dan Markas Kepolisian Daerah, serta berbagai fasilitas umum seperti halte dan stasiun.

5. Awal Mula Penjarahan Terjadi

Ilustrasi Kronologi Demo Protes Tunjangan DPR Meluas Jadi Aksi Penjarahan.
Ilustrasi Kronologi Demo Protes Tunjangan DPR Meluas Jadi Aksi Penjarahan.

Pada Sabtu, (30/8/2025) situasi mulai kondusif meski masih ada beberapa massa yang bertahan di lokasi. 

Sayangnya emosi massa kembali tersulut karena informasi di media sosial tentang kabar bawa sejumlah anggota DPR kabur ke luar negeri termasuk Ahmad Sahroni. 

Puncaknya adalah penjarahan yang terjadi di rumah Ahmad Sahroni di Priok.

Mirisnya aksi itu disiarkan secara live di Tiktok oleh oknum yang ikut datang ke lokasi.

Netizen yang menonton live tersebut ramai-ramai menimpali agar aksi penjarahan dilanjutkan ke rumah Eko Patrio, Uya Kuya, Nafa Urbach hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani. 

Nama-nama ini adalah orang yang belum lama ini melontarkan pernyataan kontroversial yang menyakiti publik.

Kontributor : Safitri Yulikhah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investor Wajib Waspada! OJK Imbau Jangan Telan Mentah-mentah Rumor Unjuk Rasa

Investor Wajib Waspada! OJK Imbau Jangan Telan Mentah-mentah Rumor Unjuk Rasa

Bisnis | Selasa, 02 September 2025 | 09:33 WIB

Detik-detik Kampus di Bandung Jadi Zona Perang: Mahasiswa Dikepung dan Dihujani Gas Air Mata

Detik-detik Kampus di Bandung Jadi Zona Perang: Mahasiswa Dikepung dan Dihujani Gas Air Mata

Your Say | Selasa, 02 September 2025 | 08:55 WIB

Profil Ferry Irwandi, Influencer yang Dianggap Gagalkan Status Darurat Militer

Profil Ferry Irwandi, Influencer yang Dianggap Gagalkan Status Darurat Militer

Entertainment | Selasa, 02 September 2025 | 09:00 WIB

Bukan Mau Kudeta, Pak! Memahami Keresahan Rakyat di Balik Stigma Makar

Bukan Mau Kudeta, Pak! Memahami Keresahan Rakyat di Balik Stigma Makar

Your Say | Selasa, 02 September 2025 | 08:15 WIB

Jadi Relawan Medis, Zaskia Mecca Ngaku Banyak Lihat Orang Berbaju Sipil Kasih Ancaman

Jadi Relawan Medis, Zaskia Mecca Ngaku Banyak Lihat Orang Berbaju Sipil Kasih Ancaman

Entertainment | Senin, 01 September 2025 | 21:45 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Pembuat Kerusuhan, Kapolri: Jumlah Akan Terus Bertambah

Polisi Tangkap Pelaku Pembuat Kerusuhan, Kapolri: Jumlah Akan Terus Bertambah

Video | Selasa, 02 September 2025 | 09:00 WIB

Terkini

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:40 WIB

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

×