Aksi Demo 3 September di Surabaya Batal, Pangdam Turun Tangan Usai Grahadi Membara

Bangun Santoso

Selasa, 02 September 2025 | 15:46 WIB
Aksi Demo 3 September di Surabaya Batal, Pangdam Turun Tangan Usai Grahadi Membara
Foto sebagai ILUSTRASI: Demo 29 Agustus 2025 di Surabaya. (Antara)

Suara.com - Suasana tegang yang menyelimuti kota-kota besar di Indonesia, terutama Jakarta dan Surabaya, mencapai titik krusial menjelang rencana aksi demo 3 September 2025 yang jatuh pada hari Rabu besok.

Namun, sebuah keputusan mendadak datang dari Surabaya, aksi massa bertajuk "Rakyat Jawa Timur Menggugat" yang digadang-gadang akan diikuti ribuan orang dari berbagai penjuru Jatim, diputuskan untuk ditunda.

Kondisi keamanan Surabaya yang mencekam pasca kerusuhan dan pembakaran Gedung Negara Grahadi pada Sabtu (30/8/2025) malam menjadi pemicu utamanya.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Muhammad Sholeh, menyatakan bahwa memaksakan aksi di tengah situasi yang belum pulih justru akan menebar ketakutan di tengah masyarakat.

“Mengingat dalam beberapa hari ini, aksi-aksi yang awalnya damai sudah berubah menjadi aksi anarkis. Ada beberapa kantor DPRD dibakar. Rumah-rumah politisi dijarah, sudah terjadi tindakan anarkis di jalan-jalan... Kantor Negara Grahadi juga dibakar. Maka menurut kita, situasi ini tidak kondusif,” kata pria yang biasa disapa Cak Sholeh itu dikutip, Selasa (2/9/2025).

Menurut Sholeh, massa yang akan datang bukan hanya dari Surabaya, melainkan dari seluruh Jawa Timur, mulai dari Ngawi hingga Banyuwangi.

"Ketika dipaksakan pada tanggal 3 justru akan menakuti masyarakat, terutama warga Surabaya," katanya.

Titik balik yang memantapkan keputusan penundaan ini terjadi setelah Posko Rakyat Jawa Timur Menggugat didatangi oleh tokoh penting. Pangdam V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Timur, Adhy Karyono, secara langsung menemui para koordinator aksi.

Pertemuan ini membuka ruang dialog dan menjadi bukti keseriusan aparat dalam meredam potensi eskalasi kekerasan.

baca juga

Sholeh menegaskan bahwa penundaan ini adalah wujud kearifan untuk menjaga kondusivitas, namun bukan berarti perjuangan mereka berhenti. Tuntutan mereka yang bersifat lokal dan spesifik untuk warga Jawa Timur akan terus disuarakan hingga dipenuhi oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

"Setelah situasi kondusif, kita akan aksi. Sebab apa? Tuntutan tidak ada yang dikabulkan oleh Gubernur," katanya.

Adapun tiga tuntutan utama yang diusung adalah pengampunan pajak kendaraan bermotor, pengusutan tuntas dugaan korupsi dana hibah triliunan rupiah, dan penghapusan pungutan liar (pungli) di SMA serta SMK negeri.

"Isu kita bukan isu nasional," kata Sholeh, membedakan gerakan mereka dari gelombang protes di Jakarta yang dipicu isu kenaikan gaji anggota dewan.

Sementara itu, dampak kerusuhan yang terjadi beberapa hari terakhir di Jakarta dan Surabaya telah meninggalkan kerugian finansial yang fantastis.

Laporan pihak berwenang menyebut total kerugian di kedua kota mencapai lebih dari Rp174 miliar.

Di Surabaya saja, kerugian ditaksir melampaui Rp124 miliar, mencakup kerusakan pos polisi, infrastruktur lalu lintas, hingga bangunan cagar budaya Polsek Tegalsari yang bersejarah.

Di Jakarta, dampak kemarahan massa merusak tujuh halte TransJakarta dan infrastruktur MRT dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp50 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondisi Depan Gedung DPR Sepi Demonstran, Deretan Mobil TNI Keliling Amankan Jalan

Kondisi Depan Gedung DPR Sepi Demonstran, Deretan Mobil TNI Keliling Amankan Jalan

News | Selasa, 02 September 2025 | 15:34 WIB

ASN di Makassar Tewas Setelah Selamatkan Banyak Nyawa dari Kebakaran

ASN di Makassar Tewas Setelah Selamatkan Banyak Nyawa dari Kebakaran

News | Selasa, 02 September 2025 | 15:34 WIB

Bantah Geruduk dan Tembakkan Gas Air Mata di Unisba, Polda Jabar Klaim Penindakan Massa Anarko

Bantah Geruduk dan Tembakkan Gas Air Mata di Unisba, Polda Jabar Klaim Penindakan Massa Anarko

News | Selasa, 02 September 2025 | 15:34 WIB

Pulang Rayakan Ultah, Pemuda di Bandung salah Sasaran Polisi hingga Alami Luka Parah

Pulang Rayakan Ultah, Pemuda di Bandung salah Sasaran Polisi hingga Alami Luka Parah

News | Selasa, 02 September 2025 | 15:32 WIB

Tewas Kecelakaan Dinilai Janggal, Mahasiswa Unnes Iko Juliant Ternyata Sempat Ngigau Takut Dipukuli

Tewas Kecelakaan Dinilai Janggal, Mahasiswa Unnes Iko Juliant Ternyata Sempat Ngigau Takut Dipukuli

News | Selasa, 02 September 2025 | 15:25 WIB

Gas Air Mata di Kampus Bandung, Kemal Palevi Colek Dedi Mulyadi dan Farhan: Kang Tolong Kang

Gas Air Mata di Kampus Bandung, Kemal Palevi Colek Dedi Mulyadi dan Farhan: Kang Tolong Kang

Entertainment | Selasa, 02 September 2025 | 15:10 WIB

Mendagri: Demo Ricuh Landa 107 Titik di 32 Provinsi, Kerugian Jakarta Tembus Rp40 M

Mendagri: Demo Ricuh Landa 107 Titik di 32 Provinsi, Kerugian Jakarta Tembus Rp40 M

News | Selasa, 02 September 2025 | 15:03 WIB

Terkini

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:50 WIB

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:35 WIB

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:30 WIB

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:26 WIB

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 12:25 WIB

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:23 WIB

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

×