Mantan Intel Bongkar Skenario di Balik Demo Ricuh: Operasi Garis Dalam, Orang Jokowi Goyang Prabowo?

Budi Arista Romadhoni

Rabu, 03 September 2025 | 10:55 WIB
Mantan Intel Bongkar Skenario di Balik Demo Ricuh: Operasi Garis Dalam, Orang Jokowi Goyang Prabowo?
Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra - Mantan Intelijen Negara saat di podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]
Baca 10 detik
  • Sri Radjasa sebut demo bagian operasi garis dalam.
  • Riza Chalid diduga pendana aksi karena dendam lama.
  • Aparat dituding biarkan ricuh untuk lemahkan Prabowo.

Suara.com - Sebuah analisis tajam datang dari mantan intelijen negara, Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra, yang menyebut gelombang demonstrasi dan kerusuhan beberapa waktu terakhir bukanlah gerakan massa biasa.

Menurutnya, aksi-aksi tersebut merupakan bagian dari skenario besar yang ia sebut sebagai "operasi garis dalam" untuk mendelegitimasi dan melengserkan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam sebuah diskusi di podcast Forum Keadilan TV, Sri Radjasa dengan tegas menuding "orang-orang Jokowi" berada di balik operasi senyap ini.

Tujuannya jelas: menciptakan kekacauan dan membangun narasi kegagalan pemerintahan baru sejak awal.

"Saya menganggap bahwa demonstrasi dan kerusuhan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir merupakan bagian dari operasi garis dalam yang dijalankan oleh ‘orang-orang Jokowi’ untuk menargetkan Presiden Prabowo. Tujuannya adalah mendelegitimasi pemerintahan dan melengserkan Prabowo dari jabatannya," ujar Sri Radjasa dikutip dari YouTube pada Rabu (3/9/2025).

Dalam terminologi intelijen, operasi garis dalam adalah taktik untuk menghancurkan lawan dari dalam, membuatnya seolah-olah hancur karena kelemahan internal.

Sri Radjasa membeberkan beberapa pilar utama yang menyokong operasi ini. Pertama, adanya unsur dendam pribadi dari tokoh kontroversial.

Ia menunjuk nama pengusaha Mohammad Riza Chalid sebagai salah satu motor penggerak.

Menurutnya, Riza memiliki motif pribadi terhadap Prabowo yang berakar dari Pilpres 2014.

baca juga

"Riza Chalid memiliki dendam pribadi terhadap Prabowo karena merasa dikecewakan dan dikhianati terkait dana kampanye Pilpres 2014. Riza diduga menjadi penyandang dana dalam aksi ini," paparnya.

Faktor kedua, menurut Radjasa, adalah pembelokan isu demonstrasi. Gerakan yang awalnya menyuarakan tuntutan penangkapan Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka, secara sistematis digeser menjadi isu pembubaran DPR dengan tuduhan hedonisme.

"Isu awal demonstrasi yang menuntut penangkapan Jokowi dan Gibran dibelokkan menjadi isu pembubaran DPR karena dianggap hedonis dan tidak layak menjadi wakil rakyat," ungkapnya.

Lebih jauh, ia mengklaim adanya keterlibatan aparat dalam mengeskalasi situasi.

Radjasa secara spesifik menyebut istilah "Geng Solo", sebutan yang kerap merujuk pada lingkaran perwira tinggi TNI-Polri yang pernah bertugas di Surakarta semasa kepemimpinan Jokowi, sebagai pengendali di lapangan.

Ia menuding aparat kepolisian seolah sengaja membiarkan situasi memanas untuk menciptakan citra bahwa pemerintahan Prabowo represif dan gagal mengendalikan keamanan.

Beberapa kejanggalan dalam penanganan demo turut menjadi sorotannya, termasuk klaim bahwa polisi tidak memberikan perlawanan yang berarti pada awalnya dan adanya keterlibatan tentara yang dinilai tidak lazim dalam penanganan unjuk rasa.

Hal ini, menurutnya, memperkuat dugaan bahwa kericuhan tersebut adalah bagian dari sebuah desain besar untuk menggoyang kursi Presiden Prabowo dari dalam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Delpedro Marhaen dkk Dicap Provokator Demo Rusuh di Jakarta, Polisi: Ada Tutorial Rakit Bom Molotov

Delpedro Marhaen dkk Dicap Provokator Demo Rusuh di Jakarta, Polisi: Ada Tutorial Rakit Bom Molotov

News | Rabu, 03 September 2025 | 09:39 WIB

Jokowi-Prabowo Diadu Domba? Raja Juli Antoni Ungkap Fakta Mengejutkan

Jokowi-Prabowo Diadu Domba? Raja Juli Antoni Ungkap Fakta Mengejutkan

News | Rabu, 03 September 2025 | 10:00 WIB

Setelah Pastikan Kondisi Dalam Negeri Pulih, Presiden Prabowo Penuhi Undangan Khusus Xi Jinping

Setelah Pastikan Kondisi Dalam Negeri Pulih, Presiden Prabowo Penuhi Undangan Khusus Xi Jinping

News | Selasa, 02 September 2025 | 23:43 WIB

Terkini

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

×