Teori Baru Ferry Irwandi di Medsos, Manipulasi Algoritma Dalang di Balik Demo 25 Agustus

M Nurhadi, Rosiana Chozanah

Rabu, 03 September 2025 | 20:09 WIB
Teori Baru Ferry Irwandi di Medsos, Manipulasi Algoritma Dalang di Balik Demo 25 Agustus
Ferry Irwandi. (instagram.com/irwandiferry)
Baca 10 detik
  • Ferry Irwandi menyarankan untuk menelusuri 'dalang' di balik demo lewat algoritma media sosial.
  • Ferry Irwandi memiliki teori yang disebut "Friction Shifting Theory", yang berfokus pada manipulasi algoritma
  • Teori ini bekerja dengan menciptakan "gesekan" atau perdebatan berlapis

Suara.com - Sosok Ferry Irwandi, aktivis sekaligus founder Malaka Project, kembali menjadi sorotan usai menjadi pembicara dalam talkshow Rakyat Bersuara 'Di Balik Aksi Massa, Siapa Dalangnya?' pada Selasa (2/9/2025).

Dalam diskusi tersebut, Ferry Irwandi menjelaskan bahwa demo 25 Agustus 2025 kemarin bukanlah murni dari mahasiswa atau buruh, seperti yang terjadi pada 28 Agustus 2025.

Bila ingin menyelidiki 'dalang' dari demo 25 Agustus 2025, Ferry Irwandi menyarankan untuk menelusurinya lewat alogaritma media sosial. Ia menilai media sosial bisa menjadi 'alat' pertama untuk mengungkap sumber apinya.

Ferry Irwandi berkata demikian karena ia memang ahli dalam bidang analisis data. Pasalnya, studi doktoralnya berkaitan langsung dengan alogaritma, yang mana masuk dalam bidang data science.

"Kita ngelanjutin masalah alogaritma dulu. Oke, kebetulan doktoral saya soal data analytics dan bukan cuma membahas teorinya, saya juga menerapkannya," tutur Ferry Irwandi.

Diketahui, Ferry Irwandi mengenyam pendidikan S3 atau mengambil gelar PhD-nya di Monash University, Australia. Ia juga melakukan penelitian terhadap alogaritma dengan tajuk 'Friction Shifting Theory' (FST).

"Mungkin sekarang bisa (cari) di Chat GPT 'Friction Shifting Theory'. Itu sudah keluar teori alogaritma dan data analisis dari Ferry Irwandi," sambungnya.

Lantas, Apa Isi dari Friction Shifting Theory?

Pernah merasa linimasa media sosial tiba-tiba dipenuhi topik yang sebelumnya jarang dibahas? Jika dulu penuh dengan konten hiburan ringan, kini diskusi soal filsafat, kritik pendidikan, hingga isu-isu sosial yang kompleks semakin mendominasi.

baca juga

Fenomena tersebut, menurut Ferry Irwandi, bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari sebuah mekanisme yang bisa dirancang.

Teori itu lahir dari riset doktoral Ferry Irwandi yang menawarkan sebuah pendekatan revolusioner dalam dunia komunikasi digital, yakni memanipulasi dan "membelokkan" cara kerja algoritma media sosial untuk membentuk kehendak publik.

“Algoritma itu enggak pernah netral. Ia selalu mencari konten yang bisa meningkatkan atensi pengguna,” jelas Ferry.

Artinya, media sosial merupakan mesin kurasi yang aktif memilih, memperbesar, dan melanggengkan isu tertentu demi keuntungan platform itu sendiri. Di sinilah Friction Shuffling Theory mengambil peran.

Bagaimana Cara Kerja Friction Shuffling Theory?

Alih-alih sekadar mengejar atensi sesaat, FST bekerja dengan memanfaatkan sifat algoritma yang prediktif dan repetitif untuk menciptakan "gesekan" atau perdebatan yang berlapis-lapis.

Cara kerjanya dapat diilustrasikan sebagai berikut:

- Pemicu Isu: Seseorang atau sekelompok orang secara sengaja melempar sebuah isu yang kontroversial atau memancing perdebatan. Contohnya, sebuah gagasan ekstrem seperti “hapus jurusan filsafat di kampus.”

- Menciptakan Loop Interaksi: Isu pemicu ini akan direspons oleh algoritma dengan menyajikannya ke berbagai audiens. Respons yang muncul akan beragam, yakni ada yang mendukung, menolak keras, membantah dengan data, hingga menjadikannya parodi.

- Algoritma Bekerja: Keragaman reaksi ini menciptakan siklus interaksi atau loop yang tak berujung. Algoritma membaca ini sebagai sinyal bahwa topik tersebut memiliki tingkat atensi yang tinggi, sehingga akan terus menyebarkannya ke audiens yang lebih luas.

- Pergeseran Dominasi Topik: Jika strategi ini dilakukan secara masif dan serentak oleh banyak pihak, topik yang awalnya sepi dan tidak dianggap penting bisa mendominasi percakapan digital, alias "memaksa" algoritma untuk berbelok.

Ferry mengklaim uji coba awal teorinya ini telah menunjukkan hasil yang signifikan. Pada periode Juni–Juli 2025, percakapan mengenai filsafat di media sosial melonjak hingga 650%.

Tidak hanya itu, dampaknya terasa hingga ke dunia nyata, di mana penjualan buku-buku filsafat dan produk terkait ikut meningkat tajam.

Ferry Irwandi menegaskan bahwa Friction Shuffling Theory bukan sekadar trik untuk menjadi viral. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai model baru komunikasi massa yang memungkinkan publik untuk mengambil alih kendali atas narasi yang beredar.

Itu adalah sebuah pengingat bahwa algoritma bukanlah entitas pasif, melainkan sebuah arena pertarungan ide yang bisa, dan mungkin bisa, dimanipulasi untuk kepentingan yang lebih luas.

Teori yang masih dalam tahap pengujian beta ini berpotensi mengubah lanskap komunikasi digital secara global.

Ferry Irwandi ingin membuka mata publik bahwa di era digital ini, siapa pun yang memahami cara kerja "gesekan" informasi memiliki kekuatan untuk mengubah percakapan, dan bahkan, perilaku masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fufufafa Itu Gibran? Aiman Nyaris Blunder, 'Dihabisi' Ferry Irwandi Sampai Closing

Fufufafa Itu Gibran? Aiman Nyaris Blunder, 'Dihabisi' Ferry Irwandi Sampai Closing

News | Rabu, 03 September 2025 | 18:39 WIB

Siapa Nama Asli Dibalik Akun Twitter NdrewsTjan? Jadi Sorotan Ferry Irwandi Pasca Demo

Siapa Nama Asli Dibalik Akun Twitter NdrewsTjan? Jadi Sorotan Ferry Irwandi Pasca Demo

Tekno | Rabu, 03 September 2025 | 17:43 WIB

"Fufufafa Mas Gibran Nggak Sih?" Pertanyaan Ferry Irwandi yang Bikin Aiman Panik

"Fufufafa Mas Gibran Nggak Sih?" Pertanyaan Ferry Irwandi yang Bikin Aiman Panik

News | Rabu, 03 September 2025 | 18:24 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×