Digaji Fantastis, Kinerja DPRD Kabupaten Bogor Dipertanyakan: Tak Terdengar dan Tak Terlihat?

Andi Ahmad S

Selasa, 09 September 2025 | 13:53 WIB
Digaji Fantastis, Kinerja DPRD Kabupaten Bogor Dipertanyakan: Tak Terdengar dan Tak Terlihat?
Rapat paripurna di gedung DPRD, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/11/2023). (ANTARA/HO-Humas Pemkab Bogor)
Baca 10 detik
  • Kualitas Perwakilan Rakyat yang Patut Dipertanyakan
  • Prioritas Anggaran yang Salah
  • Kesenjangan Sosial yang Sangat Jelas

Suara.com - Sebuah pertanyaan fundamental tentang akuntabilitas publik mengemuka di Kabupaten Bogor, Jawa Barat apakah kinerja para wakil rakyat sepadan dengan gaji fantastis yang mereka terima setiap bulan?

Ketika puluhan juta rupiah mengalir ke kantong pribadi legislator Bogor, kinerja mereka justru dinilai sunyi senyap dalam merespons masalah krusial yang mendera warga.

Sorotan tajam ini datang dari Pengamat Politik, Yusfitriadi, yang mengkritik keras minimnya kontribusi nyata dari para anggota dewan.

Ia menilai ada ketimpangan besar antara pendapatan yang diterima dengan hasil kerja yang dirasakan masyarakat.

"Sampai saat ini, saya belum melihat progress kinerja DPRD Kabupaten Bogor yang progressif dan konstruktif dalam upaya menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Kabupaten Bogor," ujar Yusfitriadi secara blak-blakan, Selasa (9/9/2025).

Pernyataan ini menjadi lebih menusuk ketika disandingkan dengan rincian pendapatan mereka yang diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 44 Tahun 2023.

Berdasarkan Perbup tersebut, publik kini tahu harga yang harus dibayar untuk para legislatornya setiap bulan. Angka ini bukan sekadar gaji, melainkan akumulasi berbagai tunjangan yang nilainya membuat publik mengelus dada.

  • Ketua DPRD: Menerima hingga Rp 91.510.000,- per bulan.
  • Wakil Ketua DPRD: Menerima hingga Rp 86.756.250,- per bulan.
  • Anggota DPRD: Menerima hingga **Rp 74.706.750,- per bulan.

Angka ini didominasi oleh tunjangan fasilitas pribadi yang mewah, seperti Tunjangan Perumahan yang mencapai Rp 44,5 juta, bahkan disebut mengalami kenaikan 100% dari tahun sebelumnya.

Ditambah lagi Tunjangan Transportasi Rp 17,4 juta dan Tunjangan Komunikasi Rp 14,7 juta setiap bulannya.

baca juga

Dengan biaya sebesar ini, ekspektasi publik terhadap kinerja mereka tentu sangat tinggi. Namun, realitasnya justru sebaliknya.

Menurut Yusfitriadi, kinerja DPRD Kabupaten Bogor "tidak terdengar oleh telinga dan tidak terlihat oleh mata" dalam merespons isu-isu strategis. Alih-alih menjadi solusi, mereka justru terkesan abai terhadap tumpukan masalah yang ada di depan mata.

Berikut adalah daftar "pekerjaan rumah" yang seharusnya menjadi fokus utama DPRD, namun terabaikan:

  • Kemiskinan Ekstrem: Sebanyak 446,8 ribu jiwa (7,05%) penduduk masih hidup di bawah garis kemiskinan.
  • Pengangguran Massal: Angka pengangguran yang mengkhawatirkan mencapai 2,86 juta orang.
  • Pendidikan Terancam: Sebanyak 59 ribu anak terancam masa depannya karena putus sekolah.
  • Infrastruktur Buruk: "Masih terlihat bangunan sekolah yang sangat tidak layak di beberapa tempat, infrasturktur akses jalan raya yang masih rusak," papar Yusfitriadi.
  • Ancaman Ekonomi: "Badai PHK menghantui para pekerja dan banyak lagi masalah-masalah yang memprihatinkan," tambahnya.

Lantas, kemana suara para legislator saat isu-isu ini mengemuka? Di mana fungsi pengawasan anggaran mereka ketika fasilitas publik seperti sekolah dan jalan raya dibiarkan rusak?

Tunjangan puluhan juta yang mereka terima setiap bulan seharusnya menjadi bahan bakar untuk bekerja lebih keras, bukan justru menjadi alasan untuk berdiam diri.

Kritik ini adalah panggilan keras bagi akuntabilitas. Publik berhak menagih setiap rupiah yang dikeluarkan untuk menggaji wakil mereka dengan hasil kerja yang nyata dan berpihak pada kepentingan rakyat, bukan sekadar mengisi daftar hadir dan menikmati fasilitas mewah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ironi! Tunjangan DPRD Kabupaten Bogor Nyaris Rp100 Juta Sebulan, 59 Ribu Anak Terancam Putus Sekolah

Ironi! Tunjangan DPRD Kabupaten Bogor Nyaris Rp100 Juta Sebulan, 59 Ribu Anak Terancam Putus Sekolah

News | Selasa, 09 September 2025 | 13:38 WIB

Menkeu Baru Langsung Dapat Tantangan, Beban Cukai Rokok Bisa Picu PHK

Menkeu Baru Langsung Dapat Tantangan, Beban Cukai Rokok Bisa Picu PHK

Bisnis | Selasa, 09 September 2025 | 11:52 WIB

Badai PHK Terus Berlanjut, 321 Wartawan Daily Miror Kehilangan Pekerjaan

Badai PHK Terus Berlanjut, 321 Wartawan Daily Miror Kehilangan Pekerjaan

Bisnis | Selasa, 09 September 2025 | 08:10 WIB

Adrian Maulana Tak Setuju Artis yang jadi Anggota Dewan Double Job

Adrian Maulana Tak Setuju Artis yang jadi Anggota Dewan Double Job

Entertainment | Selasa, 09 September 2025 | 07:15 WIB

Transportasi Publik Jakarta Peringkat 17 Dunia, Terbaik Kedua di ASEAN Ungguli KL dan Bangkok

Transportasi Publik Jakarta Peringkat 17 Dunia, Terbaik Kedua di ASEAN Ungguli KL dan Bangkok

News | Senin, 08 September 2025 | 17:24 WIB

Usai Sri Mulyani Dicopot, Menkeu Purbaya Didesak Kembalikan Kepercayaan Publik

Usai Sri Mulyani Dicopot, Menkeu Purbaya Didesak Kembalikan Kepercayaan Publik

Bisnis | Senin, 08 September 2025 | 17:17 WIB

Terkini

Jebakan Overqualification: Ketika Gelar Sarjana Tertahan di Sektor Informal

Jebakan Overqualification: Ketika Gelar Sarjana Tertahan di Sektor Informal

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Warga Kotabumi Geger! Buaya Mendadak Muncul di Area Permukiman

Warga Kotabumi Geger! Buaya Mendadak Muncul di Area Permukiman

Lampung | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:57 WIB

BI dan ASEAN Soroti Penggunaan AI , Tata Kelola dan Stabilitas Keuangan Diperkuat

BI dan ASEAN Soroti Penggunaan AI , Tata Kelola dan Stabilitas Keuangan Diperkuat

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Sempat Teriak Minta Tolong, Nenek di Tulungagung Tewas Terpanggang di Ladang Sendiri

Sempat Teriak Minta Tolong, Nenek di Tulungagung Tewas Terpanggang di Ladang Sendiri

Jatim | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Nusron Wahid Diperiksa KPK Hari Ini! Bakal Dicecar soal Kasus Suap HGB

Nusron Wahid Diperiksa KPK Hari Ini! Bakal Dicecar soal Kasus Suap HGB

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Analisis Teknikal IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Analisis Teknikal IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:39 WIB

Bukan Cuma Punya Rekening Digital, BCA Digital Dorong Masyarakat Makin Cerdas Kelola Uang

Bukan Cuma Punya Rekening Digital, BCA Digital Dorong Masyarakat Makin Cerdas Kelola Uang

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Sonobudoyo, Museum yang Menyimpan Jejak Panjang Kebudayaan Jawa

Sonobudoyo, Museum yang Menyimpan Jejak Panjang Kebudayaan Jawa

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Tak Berhenti di MK, Refly Harun Cs Bersiap Ajukan Pemakzulan Gibran ke DPR!

Tak Berhenti di MK, Refly Harun Cs Bersiap Ajukan Pemakzulan Gibran ke DPR!

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:25 WIB

HGII Kantongi Tiga Sertifikasi ISO dari TV NORD, Perkuat Standar Operasional EBT

HGII Kantongi Tiga Sertifikasi ISO dari TV NORD, Perkuat Standar Operasional EBT

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:21 WIB

×