Menkeu Baru Langsung Dapat Tantangan, Beban Cukai Rokok Bisa Picu PHK

Achmad Fauzi

Selasa, 09 September 2025 | 11:52 WIB
Menkeu Baru Langsung Dapat Tantangan, Beban Cukai Rokok Bisa Picu PHK
Pekerja melinting tembakau di Aceh Besar. [Dok.Antara]
Baca 10 detik

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) baru langsung dihadapkan pada tantangan besar, beban cukai rokok yang kian berat dinilai berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri tembakau.

Isu PHK besar-besaran di PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencuat di media sosial dan memicu kekhawatiran publik, mengingat perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 30 ribu karyawan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menilai kenaikan beban cukai dan regulasi kesehatan yang semakin ketat menjadi penyebab utama tekanan terhadap industri rokok.

"Di satu sisi, tarif cukai rokok tiap tahun terus dinaikkan. Di sisi lain, aturan kesehatan terhadap rokok juga makin diperketat. Ini kebijakan yang terkesan mendua," ujarnya di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Ilustrasi tembakau. (Dok: Pexels.com)
Ilustrasi tembakau. (Dok: Pexels.com)

Meski tahun ini tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) tidak naik, pemerintah tetap menaikkan harga jual eceran (HJE) hampir semua produk tembakau melalui PMK Nomor 96 dan 97 Tahun 2024.

Yahya mengingatkan pemerintah agar tidak terus menekan industri rokok, mengingat kontribusinya yang sangat besar bagi penerimaan negara.

"Industri rokok menyumbang sekitar Rp 230 triliun dalam bentuk cukai, dan mempekerjakan sekitar 2 juta orang, baik langsung maupun tidak langsung," imbuhnya.

Tekanan terhadap industri tembakau tercermin jelas pada kinerja keuangan Gudang Garam. Laba bersih anjlok 81,57 persen, dari Rp5,32 triliun pada 2023 menjadi Rp 980,8 miliar pada 2024.

Penurunan berlanjut di semester I 2025, dengan pendapatan turun 11,3 persen secara tahunan menjadi Rp 44,36 triliun. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hanya mencapai Rp 117,16 miliar.

baca juga

Jika tren ini berlanjut, laba tahunan diperkirakan tak lebih dari Rp234 miliar, jauh di bawah capaian tahun sebelumnya.

Kondisi keuangan yang memburuk ikut menyeret harga saham GGRM. Dari puncaknya di Rp 83.650 per lembar, kini sahamnya hanya berkisar Rp 8.800. Bahkan pada 8 April 2025 sempat menyentuh level terendah tahun ini di Rp 8.675 per lembar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pemerintah masih memantau perkembangan situasi.

"Kami terus memonitor perkembangannya. Hingga kini belum ada laporan resmi dari Gudang Garam terkait PHK," katanya, Senin (8/9/2025).

Namun, sejumlah pihak menilai tekanan beban cukai dan lemahnya daya beli masyarakat membuat industri tembakau kian sulit bertahan. Efisiensi, termasuk merumahkan karyawan, menjadi pilihan pahit yang terpaksa diambil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Menteri Pengabdi Terlama, Ingat Lagi Prestasi dan Kontroversi Sri Mulyani Selama Jadi Menkeu

Jadi Menteri Pengabdi Terlama, Ingat Lagi Prestasi dan Kontroversi Sri Mulyani Selama Jadi Menkeu

Bisnis | Selasa, 09 September 2025 | 11:26 WIB

Sertijab Menkeu, Sri Mulyani Minta Maaf dan Beri Pesan Terakhir

Sertijab Menkeu, Sri Mulyani Minta Maaf dan Beri Pesan Terakhir

Bisnis | Selasa, 09 September 2025 | 11:21 WIB

Purbaya Jadi Menkeu, CORE Indonesia: Ini Ujian Berat Prabowo untuk Jaga Stabilitas Fiskal

Purbaya Jadi Menkeu, CORE Indonesia: Ini Ujian Berat Prabowo untuk Jaga Stabilitas Fiskal

Bisnis | Selasa, 09 September 2025 | 09:26 WIB

Terkini

Lipstik Inez Viral Lagi, Ini 6 Varian yang Cocok Buat Skintone Orang Indonesia

Lipstik Inez Viral Lagi, Ini 6 Varian yang Cocok Buat Skintone Orang Indonesia

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 17:10 WIB

Hujan Mulai Turun, 1.789 Warga Ngawi Masih Krisis Air Bersih

Hujan Mulai Turun, 1.789 Warga Ngawi Masih Krisis Air Bersih

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 17:10 WIB

Solusi Macet Ciomas! Jalan Laladon Bakal Dilebarkan 3 Meter

Solusi Macet Ciomas! Jalan Laladon Bakal Dilebarkan 3 Meter

Bogor | Rabu, 04 November 2026 | 17:07 WIB

Media Vietnam Singgung Prestasi Calvin Verdonk di Liga Champions

Media Vietnam Singgung Prestasi Calvin Verdonk di Liga Champions

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 17:05 WIB

5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review

5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 17:01 WIB

Dua Jasad Korban Mutilasi Madiun Teridentifikasi, Keluarga Terbang ke Bogor Antar Pemakaman

Dua Jasad Korban Mutilasi Madiun Teridentifikasi, Keluarga Terbang ke Bogor Antar Pemakaman

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 17:00 WIB

Review Serial Prefiero la Muerte: Suguhkan Kisah Cinta Unik Berbalut Horor

Review Serial Prefiero la Muerte: Suguhkan Kisah Cinta Unik Berbalut Horor

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 17:00 WIB

Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah

Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2026 | 16:55 WIB

Gerindra Mulai Konsolidasi, Gelar Pertemuan Elite Parpol Sikapi Penyadapan Prabowo

Gerindra Mulai Konsolidasi, Gelar Pertemuan Elite Parpol Sikapi Penyadapan Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:55 WIB

CREA: Kematian akibat Polusi Udara Melonjak 42 Persen, Asap Karhutla Makin Mematikan

CREA: Kematian akibat Polusi Udara Melonjak 42 Persen, Asap Karhutla Makin Mematikan

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:55 WIB

×