- Tiara Angelina Saraswati tewas dimutilasi kekasihnya, Alvi Maulana, dengan motif ekonomi dan konflik asmara.
- Polisi menemukan 310 potongan tubuh korban di berbagai lokasi, kini masih proses otopsi dan tes DNA.
- Orang tua Tiara yang berprofesi sebagai penjual sempol di Lamongan harus menanggung duka mendalam atas kehilangan putrinya.
Suara.com - Kasus mutilasi di Pacet, Mojokerto, menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Korban, Tiara Angelina Saraswati, kehilangan nyawanya secara tragis di tangan sang kekasih, Alvi Maulana (24).
Aksi keji itu didorong oleh masalah ekonomi serta konflik asmara. Tinggal satu kos dengan korban, pelaku tega menghabisi nyawa Tiara akibat luapan emosi yang tak terkendali.
Sejauh ini, polisi berhasil menemukan sedikitnya 310 potongan tubuh korban di sejumlah lokasi berbeda. Masih terus dilakukan proses otopsi dan tes DNA untuk memastikan identitasnya.
Di balik kisah pilu Tiara yang meregang nyawa akibat dimutilasi kekasihnya, tersimpan cerita haru tentang kehidupan kedua orang tuanya yang bertempat tinggal di Desa Made, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Keluarga Tiara bukan berasal dari kalangan berada. Kedua orang tuanya, Setiawan Darmadi dan Evi, berjualan sempol setiap hari di depan Masjid Agung Lamongan untuk menyambung hidup.
Sebelum berdagang sempol, mereka pernah mengais rezeki dari jualan es tebu.
Dari hasil jerih payah itulah, orang tua Tiara bisa membiayai kuliah putrinya di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sekaligus pendidikan adiknya di bangku SMA.
Begitu kabar duka datang, orang tua Tiara langsung berangkat ke Mojokerto, tempat pertama kali ditemukan potongan tubuh putrinya. Hingga Senin, 8 September 2025, keduanya belum pulang ke rumah.
Menurut keterangan warga sekitar, keluarga Tiara dikenal aktif dalam kegiatan lingkungan. Kedua orang tuanya juga kerap terlibat dalam aktivitas RT.
Kronologi Tewasnya Tiara Dimutilasi Pacar
Pada Minggu, 31 Agustus 2025, Alvi Maulana (24) pulang larut malam ke kos yang ditempatinya bersama sang kekasih, Tiara Angelina Saraswati.
Kos yang ditinggali pasangan belum sah itu berada di Kawasan Lidah Wetan, Surabaya. Bukannya disambut hangat, Alvi justru tidak diperbolehkan masuk ke kamar kos.
Tiara mengunci pintu dari dalam dan membiarkan Alvi menunggu di luar selama satu jam.
"Pelaku pulang larut malam, sampai di kos-kosan hendak masuk dikunci dari dalam oleh korban," kata Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto, dikutip dari beritajatim.com -- jaringan Suara.com pada Selasa, 9 September 2025.
Setelah satu jam berlalu, Tiara akhirnya membuka pintu kamar kos. Namun, bak singa lepas dari kandang, Alvi langsung meluapkan amarah dan memaki kekasihnya itu.