Siasat Keji di Balik Mutilasi Pacet, Pilih Jurang Sepi untuk Lenyapkan Jejak 310 Potongan Tubuh

Bangun Santoso

Selasa, 09 September 2025 | 12:37 WIB
Siasat Keji di Balik Mutilasi Pacet, Pilih Jurang Sepi untuk Lenyapkan Jejak 310 Potongan Tubuh
Foto sebagai ILUSTRASI: Penemuan mayat di Jurang Pacet Mojokerto [SuaraJatim/Zen Arivin]
Baca 10 detik
  • Pelaku, Alvi Maulana, secara sengaja memilih kawasan hutan Pacet yang sepi
  • Pembunuhan dan mutilasi dilakukan di sebuah kamar kos di Surabaya
  • Pelaku terancam hukuman mati

Suara.com - Misteri penemuan potongan tubuh manusia yang menggegerkan kawasan hutan Pacet, Mojokerto, akhirnya terungkap. Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Mojokerto berhasil membongkar kasus mutilasi sadis dengan total 310 potongan tubuh korban ditemukan.

Di balik kengerian ini, terkuak sebuah siasat dingin seorang kekasih yang berusaha melenyapkan jejak kejahatannya dengan memilih lokasi terpencil.

Pelaku, Alvi Maulana (AM), ditangkap setelah diidentifikasi sebagai pembunuh kekasihnya sendiri, TAS.

Kepala Polres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto, dalam konferensi pers pada Senin (8/9/2025), membeberkan alasan utama pelaku memilih Pacet sebagai 'kuburan' bagi ratusan potongan tubuh korban. Siasatnya sederhana namun mengerikan: memanfaatkan kondisi alam untuk menghilangkan jejak secara sempurna.

"Salah satunya alasan pelaku AM memilih kawasan Pacet, Mojokerto, Jawa Timur sebagai lokasi pembuangan potongan tubuh korban karena lokasinya sepi," ujar AKBP Ihram sebagaimana dilansir kantor berita Antara.

Pacet, yang dikenal sebagai wilayah pegunungan dengan jalanan berkelok, jurang-jurang dalam, dan suasana sunyi senyap di malam hari, dianggap sebagai lokasi ideal oleh pelaku. Ia meyakini, dengan menyebar potongan tubuh di area tersebut, kejahatannya tidak akan pernah terendus. Namun, perhitungannya salah besar.

Kebrutalan AM dimulai di sebuah kamar kos di Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya, pada Minggu (31/8) malam. Di sanalah nyawa TAS dihabisi dengan sebilah pisau dapur. Untuk meredam suara dan kecurigaan, pelaku melakukan aksi kejinya di dalam kamar mandi.

"Agar tidak terdengar tetangga, tersangka memutilasi korban di dalam kamar mandi," kata Kapolres.

Dengan menggunakan berbagai alat, mulai dari pisau dapur, pisau besar, palu, hingga gunting baja, AM memotong tubuh kekasihnya menjadi ratusan bagian. Potongan-potongan mengerikan itu kemudian ia masukkan ke dalam sebuah tas merah dan beberapa kantong plastik. Berbekal sepeda motor, ia melaju menuju Mojokerto, menjalankan misi membuang jejak. Di sepanjang Jalan Raya Pacet–Batu yang gelap dan sepi, ia mulai menyebar potongan tubuh satu per satu.

baca juga

“Cara pelaku membuang sambil berjalan membawa tas, kemudian dilempar dan dicecer di pinggir jalan," ujar AKBP Ihram.

Pilihan Pacet bukanlah tanpa alasan. Pengetahuan pelaku tentang daerah itu yang terkenal sepi pada dini hari membuatnya yakin aksinya tidak akan terlihat oleh siapa pun. Ironisnya, lokasi yang ia anggap aman justru menjadi titik awal terbongkarnya seluruh kebiadaban yang ia lakukan.

Upaya polisi untuk mengumpulkan bukti tidaklah mudah. Puluhan personel, dibantu Unit Satwa K-9 dari Ditsamapta Polda Jatim, dikerahkan untuk menyisir lokasi. "Penyisiran dilakukan hingga radius 200 meter, sampai akhirnya seluruh bagian tubuh TAS ditemukan," kata Kapolres.

Dari temuan itulah, penyelidikan intensif mengarah pada penangkapan Alvi Maulana. Kini, siasatnya untuk menghilangkan jejak telah gagal total. Ia dijerat dengan pasal berlapis yang mengancamnya dengan hukuman maksimal.

"Pelaku dijerat dengan Pasal 338 dan 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau pidana mati," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Porong, Komisaris Polisi (Kompol) dr. Zaid, mengonfirmasi kengerian kasus ini dari sisi forensik. "Potongan tubuh terduga korban itu kami terima secara bertahap. Setiap bagian yang kami terima langsung kami lakukan otopsi dan tes DNA untuk memastikan kondisi dan identitas korban," kata Zaid.

Kasus ini juga menjadi catatan kelam bagi wilayah Pacet. AKBP Ihram Kustarto mengungkapkan keprihatinannya karena lokasi ini kerap dijadikan tempat pembuangan jenazah. "Selama satu tahun saya bertugas di sini, sudah empat kali terjadi di wilayah Pacet. Saya pastikan semua pelaku akan kami tangkap," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Peran Makhluk Berbulu Beri Petunjuk Lokasi Korban Mutilasi di Pacet Mojokerto

Ada Peran Makhluk Berbulu Beri Petunjuk Lokasi Korban Mutilasi di Pacet Mojokerto

News | Selasa, 09 September 2025 | 12:17 WIB

Apa Motif Pelaku Mutilasi di Mojokerto?

Apa Motif Pelaku Mutilasi di Mojokerto?

News | Senin, 08 September 2025 | 18:58 WIB

Siapa Korban Mutilasi Mojokerto dan Kenapa Dibunuh Pacar Sendiri?

Siapa Korban Mutilasi Mojokerto dan Kenapa Dibunuh Pacar Sendiri?

News | Senin, 08 September 2025 | 18:40 WIB

Duduk Perkara Mutilasi Mojokerto, Begini Pengakuan Pelaku

Duduk Perkara Mutilasi Mojokerto, Begini Pengakuan Pelaku

News | Senin, 08 September 2025 | 17:37 WIB

65 Potongan Tubuh di Jurang Mojokerto: Terkuaknya Kisah Cinta Beracun yang Berakhir di Ujung Pisau

65 Potongan Tubuh di Jurang Mojokerto: Terkuaknya Kisah Cinta Beracun yang Berakhir di Ujung Pisau

Your Say | Senin, 08 September 2025 | 17:36 WIB

Motif Mutilasi Mojokerto: Konflik Hubungan Tidak Sah dan Tekanan Ekonomi

Motif Mutilasi Mojokerto: Konflik Hubungan Tidak Sah dan Tekanan Ekonomi

News | Senin, 08 September 2025 | 15:54 WIB

Sosok Alvi Maulana, Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi Pacar di Mojokerto

Sosok Alvi Maulana, Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi Pacar di Mojokerto

News | Senin, 08 September 2025 | 15:08 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×