KontraS Ajukan Tiga Tuntutan untuk Tim Investigasi Demo Ricuh Bentukan Prabowo

Erick Tanjung | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Jum'at, 12 September 2025 | 17:41 WIB
KontraS Ajukan Tiga Tuntutan untuk Tim Investigasi Demo Ricuh Bentukan Prabowo
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya memberikan tiga catatan krusial terkait rencana Presiden Prabowo Subianto membentuk tim investigasi independen untuk mengusut kerusuhan akhir Agustus. [Suara.com/Yaumal]

Suara.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) memberikan tiga catatan krusial terkait rencana Presiden Prabowo Subianto membentuk tim investigasi independen untuk mengusut kerusuhan akhir Agustus.

KontraS mendesak tim tersebut nantinya harus fokus mengungkap tiga hal utama: aktor intelektual kerusuhan, pelanggaran prosedur oleh aparat kepolisian, dan pengerahan militer di ranah sipil.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menekankan bahwa tim investigasi harus bekerja untuk mengungkap kebenaran secara menyeluruh. Berikut adalah tiga tuntutan utama yang disampaikan KontraS pada Jumat (12/9/2025).

Pertama, mengungkap aktor intelektual: tim harus fokus mencari dalang utama atau aktor intelektual yang menunggangi aksi unjuk rasa dan memicu kerusuhan, seperti perusakan fasilitas umum dan penjarahan.

"Ini harus fokus untuk mencari siapa sebenarnya dalang utama," kata Dimas.

Kedua, mengusut pelanggaran prosedur polisi. Tim harus mengusut tuntas pelanggaran prosedur pengamanan oleh kepolisian, mulai dari penggunaan kekerasan berlebihan, penyemprotan gas air mata, hingga penggunaan kendaraan taktis yang menewaskan Affan Kurniawan.

Ketiga, menyelidiki pengerahan militer: tim harus menyelidiki dasar hukum dan alasan pengerahan militer (TNI) dalam penanganan demonstrasi.

"Kenapa itu penting? Karena pertama, militer itu tidak punya tugas pokok dan fungsi utama dalam menjaga ketertiban umum," ujar Dimas.

Ia menegaskan bahwa tugas TNI adalah menjaga pertahanan negara dari ancaman luar.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pembentukan tim investigasi independen ini. Hal tersebut diungkap oleh mantan Menteri Agama, Lukman Hakim, setelah pertemuan Gerakan Nurani Bangsa (GNB) dengan Presiden di Istana Negara pada Kamis (11/9/2025).

"Salah satu tuntutan masyarakat sipil... adalah perlunya dibentuk komisi investigasi independen... Presiden menyetujui pembentukan itu," tutur Lukman saat itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat: Reshuffle Prabowo Lebih Bernuansa Politis Ketimbang Respons Tuntutan Publik

Pengamat: Reshuffle Prabowo Lebih Bernuansa Politis Ketimbang Respons Tuntutan Publik

Bisnis | Jum'at, 12 September 2025 | 16:30 WIB

KontraS Ingatkan Prabowo: Tim Investigasi Harus Benar-benar Independen, Bukan Sekadar Janji

KontraS Ingatkan Prabowo: Tim Investigasi Harus Benar-benar Independen, Bukan Sekadar Janji

News | Jum'at, 12 September 2025 | 15:20 WIB

3 Mahasiswa Hilang Misterius Usai Demo, KontraS Curiga Ada Penghilangan Paksa!

3 Mahasiswa Hilang Misterius Usai Demo, KontraS Curiga Ada Penghilangan Paksa!

News | Jum'at, 12 September 2025 | 14:56 WIB

Terkini

Krisis Tersembunyi di Balik Belanja Online: Tanpa Regulasi Jelas, Sampah Kemasan Jadi Bom Waktu

Krisis Tersembunyi di Balik Belanja Online: Tanpa Regulasi Jelas, Sampah Kemasan Jadi Bom Waktu

News | Selasa, 28 April 2026 | 12:57 WIB

Dirut KAI: Evakuasi KA Argo Bromo 100 Persen Rampung, KRL ke Cikarang Masih Dihentikan

Dirut KAI: Evakuasi KA Argo Bromo 100 Persen Rampung, KRL ke Cikarang Masih Dihentikan

News | Selasa, 28 April 2026 | 12:55 WIB

Kisah Mantan Penjudi Takut Nonton Pertandingan Piala Dunia 2026, Kenapa?

Kisah Mantan Penjudi Takut Nonton Pertandingan Piala Dunia 2026, Kenapa?

News | Selasa, 28 April 2026 | 12:55 WIB

Deretan Fakta Baru Penembakan Trump: Pelaku Naik Kereta dari LA, Senjata Dibeli dari 2023

Deretan Fakta Baru Penembakan Trump: Pelaku Naik Kereta dari LA, Senjata Dibeli dari 2023

News | Selasa, 28 April 2026 | 12:52 WIB

Berapa UMR Jogja? Pengasuh Daycare Little Aresha Cuma Digaji Rp2 Jutaan Per Bulan

Berapa UMR Jogja? Pengasuh Daycare Little Aresha Cuma Digaji Rp2 Jutaan Per Bulan

News | Selasa, 28 April 2026 | 12:52 WIB

Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu

Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu

News | Selasa, 28 April 2026 | 12:48 WIB

BPDLH Luncurkan Skema Blended Finance, Dorong Pembiayaan Perhutanan Sosial Berkelanjutan

BPDLH Luncurkan Skema Blended Finance, Dorong Pembiayaan Perhutanan Sosial Berkelanjutan

News | Selasa, 28 April 2026 | 12:41 WIB

Amerika Serikat Protes Keras Iran Jadi Pemimpin Sidang Nuklir NPT, Menghina Perjanjian Internasional

Amerika Serikat Protes Keras Iran Jadi Pemimpin Sidang Nuklir NPT, Menghina Perjanjian Internasional

News | Selasa, 28 April 2026 | 12:36 WIB

Komut KAI Singgung Ulah Taksi Listrik Hijau dalam Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Komut KAI Singgung Ulah Taksi Listrik Hijau dalam Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

News | Selasa, 28 April 2026 | 12:34 WIB

Prabowo Perintahkan Investigasi Kecelakaan Kereta Bekasi, Siapkan Rp 4 T untuk Fly Over Perlintasan

Prabowo Perintahkan Investigasi Kecelakaan Kereta Bekasi, Siapkan Rp 4 T untuk Fly Over Perlintasan

News | Selasa, 28 April 2026 | 12:24 WIB